Dreams Milestone

THE TICKET IS ONE WAY – packing dan kesan pertama ada di Bali, Indonesia

14th April 2019 - 11 min read

Hi semuanyaaaa.. Aku kembali untuk menyapa siapapun yang membaca blog ini atau menonton videoku. Terima kasih banyak. Dan terima kasih banyak banget perhatiannya di Instagram, youtube, yang nyariin aku. Maafkan yahh. Life happened, and there are just many things I had to tackle at the same time. Beberapa di antaranya adalah PINDAHAN.

Yes, buat yang sebagian udah tau aku bermimpi tinggal di Bali sudah dari beberapa tahun lalu karena banyak hal, alam dan pantai adalah beberapa alasan besar di antaranya. Plus aku selalu ingin kembali ke negaraku tercinta, dekat kembali dengan keluarga. Dan alhamdulillah kita diberi kemudahan untuk membuat keputusan itu tahun lalu dan berpindah bulan Maret kemarin.

Jadi, aku dan Damar sudah mulai bersibuk-sibuk ria packing dari bulan Januari. Karena kita ingin mengkapalkan beberapa boxes karena nggak mungkin dibawa di pesawat, plus mengkapalkan barang itu akan menempuh wakt 3 bulan. Barang-barang seperti elektronik, gitar damar, dan alat-alat useful yang kita tau di Indonesia sudah barang tentu sangat mahal. Tapi jangan bayangin kita packing setiap hari ya karena barang kita juga gak sebanyak itu. Kita started slowly seperti ini kira-kira

  1. Pilah dan pilih barang, yang ternyata banyak juga kalau dipikir-pikir ada aja yang nggak dipakai dan bisa dijual. Padahal sudah merasa mempunyai yang paling esensial. Ternyata aku pun juga manusia. Hehe tapi aku emang tahu aku nggak minimalis yang gimana sih, tapi berusaha lebih sadar yang kemudian berujung ke barang yang seadanya. Tapi walaupun sudah berusaha dengan sadar, tetep aja ada yang bisa dijual dan didonasi. Nah gimana kalau nggak sadar?
  2. Dimulai dari kategori-kategori, aku mulai dengan lemari baju.. mulai memasukkan yang aku nggak wajib pakai untuk kemudian di pack bersamaan dengan box yang lain karena juga berfungsi sebagai ‘bubble wrap‘ hehe. Kemudian lanjut dengan peralatan elektronik yang bisa kiranya tidak dipakai hingga beberapa bulan ke depan (mesin kopi, mixer, blender, hiks 🙁 ) tapi nggak apa-apa. Bisa hidup kok tanpa itu semuaaa walaupun serasa kurang. Dan lain-lain.. Eh tapi 1 kesedihan hari ini adalah yoga mat ku yang masih ada di kapal 🙁 kesedihan yang mendalam.
  3. Donasi dan jual-jual, barang-barang yang sekiranya tidak esensial untuk dibawa dan masih bagus kita donasikan jika kita tahu ada tempat membutuhkan untuk menyalurkannya. Yang lainnya sih dijual-jual saja seperti biasa di martkplaats.nl. Salah satu barang yang paling pertama aku jual adalah sepedaku. Dan senangnya aku bisa menjual ini ke temen kantor satu team. I’m sure it’ll be in good hands 🙂
  4. Beres-beres bersih-bersih dapur, permasalahan makanan ini beda cerita walaupun bisa masuk ke bagidan ‘dimulai dari kategori-kategori’. Namun makanan ini terbagi menjadi yang kering dan fresh. Yang kering, aku berusaha makanin dan ngehabisin kecuali bumbu-bumbu dapur. Toh akan ada yang pakai penyewa rumah kita nantinya.. Dan orang Indonesia juga jadi nggak akan kebuang. Kemudian yang basah-basah seperti yang di freezer harus banget dikonsumsi karena sayang walaupun maksimal bisa dimakan oleh penyewa rumah kita nantinya. Tapi sayang aja, toh juga menghemat jadi nggak harus belanja baru 🙂 Ternyata kalau fokusnya ngehabisin apa yang ada di kulkas, ya bisa jadi kreatif.
  5. Packing dan mengirim barang, di masa-masa ini sekitar Maret pertengahan aku lagi tepar banget nggak enak badan. Damar dengan angel-nya ngerjain semuanya sendiri. Things that I am grateful for, so blessed. Dan dia nggak ngeluh sama sekali. Anyhoo, kita nyari ekspedisinya aja udah lama sendiri karena cek-cek harga liat review tanya-tanya dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan http://www.holindo.nl/ Mudah-mudahan sampai semua tepat waktu dan tidak kekurangan suatu apapun aamiin.

Karena kita masih kerja full time dan juga ada agenda-agenda lain, plus aku lagi nggak fit banget 3 bulan belakangan, maka packing ini inginnya memang sedikit-sedikit, karena yang sedikit-sedikit akan lebih efisien untuk waktu menjual, berpikir, mendonasi dll. Untuk meminimalisir barang terbuang percuma aamiin.

Pesawat kemarin kita naik Singapore Airlines, THE TICKET IS ONE WAY. WOW, cannot I believe we get to this point and with our own choice. Kita berangkat tanggal 26 Maret pagi naik bus malam yang langsung ke Schiphol Airport, kami hampir nggak pernah pergi naik taxi kalau memang nggak perlu misalnya kalau pergi sama mama bapak. Karena selain mahal banget, juga yah kalau naik bus bisa bareng dengan 50 orang lainnya. Lancar semuanya. Masih belum terlalu terasa sedih atau gimana, I only cried once sebelumnya. Lebih fokus ke mau naik pesawatnya daripada ninggalin Amsterdam-nya mungkin karena aku tahu kita akan kesana lagi. Aamiin.

Begitu nyampe di pesawat, aku ngebukain kartu-kartu dari sahabat dan kolega yang memang aku sengajain mau bukanya di pesawat aja. Duar. Melerrrr, nangis sesenggukan 🙁 I felt so loved and I am just forever grateful to have met everyone I met. There are always reasons why we encounter someone in our life.

Perjalanan lancar semua alhamdulillah, nyaman, bisa tidur enak.. Menyenangkan.. Excited to be home! Di jalan pastinya nonton film karena aku nggak pernah ke bioskop dan jarang nonton-nonton film haha Jadi bisa nonton A star is born. Terus nangis lagi 🙁

Besokannya jam 9.30 pagi waktu Bali, kami sampai di Bandara Ngurah Rai. Still felt surreal. Nggak percaya kami sudah menapakkan kaki di pulai dewata. First thing first adalahhhhh Bubur Ayam alias Sabu. Kerasa hangatnya nggak cuma dari matahari tapi juga dari orang-orangnya.. Disambut dengan sajen dimana, ahhh welcome to Bali, Indonesia.

Sekarang sudah sekitar 20 hari kita di Bali. Still happy walaupun istilahnya kita memulai lagi dari 0, nggak punya barang-barang harus beli, masih tinggal di kosan dll. Ini kesan-kesan ku selama tinggal di sini, nggak cuma Bali tapi Indonesia pada umumnya.

  1. Orang-orangnya ramah, peduli tapi nggak terlalu peduli. Maksudku, mereka tetap orang Indonesia yang peduli dengan sesama, juga ramah tapi mereka nggak beda-bedakan orang. Walaupun mereka ada kasta-kasta ya, tapi aku juga nggak tau kenapa mereka tidak membedakan siapapun di kehidupan sehari-hari. Apa karena sudah terbiasa dengan orang luar (read: bule) jadi terbawa bahwa semua orang sama dan tidak dilihat dari cara berpakaian dll? Bisa pakai sandal jepit kemana aja. So far siihh dan semoga akan selalu seperti ini. Aku sempet takut akan dipandang gimana karena bukan orang lokal, tapi sama semuanya mereka semua baik. Ohya beberapa hari yang lalu kami diserempet motor dan motornya jatuh. Aku udah panik aja terus ngeliat semua orang berhenti untuk bantuin pengendara motornya, untuk bantuin kami juga bantu benerin spion yang lepas. Ahh you won’t get it in NL. Just so different.. Yang akan terjadi adalah mereka telpon 112 (polisi) dan udah gitu aja ditinggal. Nggak terlalu ada tanggung jawab moral untuk membantu orang di sekitarnya mungkin juga karena rule yahh. Jadi memang kita semua itu unik.
  2. Privilege go massage dan go go yang lainnya. Sangat nyamannn, tapi kalau nggak hati-hati bisa mager dan males haha. Tapi go massage is the best! Apalagi massage di Belanda itu mahal banget. 5x lipat harga di Indonesia. Oya, poinku di atas tadi dibenerkan oleh ibu Made, langganan go massage-ku.
  3. Banyak hiburan murah, yaitu PANTAI! Whoop whoopppp! Pengen nyobain eventually semua pantai. Kemarin baru nyobain 3 pantai sajah. Tapi ini tergantung gaya hidup dan pengen hidup yang kaya gimana ya. Kalau aku sih orangnya santai banget, kalau gak necessary dan gak perlu, males sih ke beach club-beach club gitu. Sayang.. mending buat beli kulkas atau rumah ;D
  4. Dinamis, susah untuk memiliki rutinitas. Banyak kemungkinan yang terjadi, seperti macet, kecelakaan di jalan, emosi naik turun,  yang bisa terjadi. Mungkin salah satu alasan kenapa toko juga tutup sampai malam, karena siang susah banget diprediksi dan banyak habis di jalan. Ini adalah salah satu hal yang aku harus banget adaptasi kembali.
  5. Food is everywhere.  Tapi kalau dipikir-pikir, ya gak semurah itu juga. Cooking is always the cheapest option.
  6. Pengurangan plastik dimana-mana di Bali apalagi dengan PEMDA yang tidak memperbolehkan supermarket untuk menggunakan plastik sampah sekali pakai lagi. Seneng banget tiap kemana-kemana kaya Alfamarkt, toko buku dll selalu ditanya mau pakai plastik atau tidak? Walaupun kalau toko-toko kecil, tetep harus sigap yah. Tapi seneng bahwa kesadaran itu sudah ada. Bayangkan berapa plastik yang dikurangi karena selalu diberi opsi kaya gitu.
  7. Surganya buah tropikal, please dont take it for granted. Salak, duku, nangka, kelengkeng, rambutan, sirsak, they are all sooooo expensive in Netherlands. So so so so expensive belum lagi emisi karbonnya. Disini, it’s good, it’s cheap and you can find it anywhere. Tapi aku harus belajar milih buah nih, kemarin beli asal terus pada busuk 🙁 Kasih tips donggg..

Gitu deh kira-kira, akan banyak lagi ke depannya pengalaman yang Damar dan aku lewati karena kita masih dalam proses settling in. Kemarin akhirnya beli kompor haha horay! Nanti aku akan cerita-cerita sedikit yah.. One thing for sure, hidup di kosan dengan cuma punya 3 pasang alat makan dan pompa untuk ngambil minum dari galon is goodd and it’s enough hehe. Ini sih baru minimalis yang sebener-benernya…

See you soon!

You Might Also Like

2 Comments

  • beradadisini@gmail.com'
    Reply Hanny Kusumawati 15th April 2019 at 10:09 am

    Hai, Mauril! Salam kenal! Been watching your videos and loving them 🙂 Hope to see you somewhere in Bali!

    • Reply Maurilla Imron 19th April 2019 at 8:51 am

      HI Hanny! Wah salam kenal! yesssss 🙂 smoga bertemu yahh

    Leave a Reply