Browsing Category

Hidup di Belanda

Hidup di Belanda

A day in Amsterdam (East)

11th May 2018 - 6 min read

Amsterdam East atau dalam bahasa belanda biasa disebut Amsterdam Oost terletak di sebelah timur tengah kota dan di bawah Zeeburg. Buat saya yang dulu sempat tinggal di Noord (North), Oost adalah lokasi yang strategis. Dekat darimana-mana, terjangkau dari tengah kota (terutama karena kantor saya di tengah kota), mudah ditempuh dan apapun yang dicari pasti ada.

Tapi ternyata dulu di tahun 2007, neighborhood ini pernah dinobatkan sebagai ‘disadvantaged neighborhood‘ karena pembangunan yang relatif lambat dan tertinggalnya kemajuan fasilitas/infrastruktur. Hingga kemudian dibangunlah Oostpoort, pusat perbelanjaan dan residential area, kemudian mulai dibangun perumahan-perumahan yang berkelas dan lebih baik. Nggak heran saat saya cerita ke orang yang sudah agak tua dan nggak terlalu ngerti Amsterdam, mereka akan memandang sebelah mata saat tau kita tinggal di Amsterdam Oost. Karena image-nya itu dan juga karena banyaknya imigran maroko turki di tempat itu. Kalau untuk saya dengan adanya orang-orang dari Turki Maroko, malah saya seneng dan ngerasa home karena banyak butcher halal dan juga pilihan makanan halal lainnya. Pun juga orang-orangnya yang ramah (tidak seperti orang Belanda pada umumnya). Juga banyak yang berjilbab dan bergamis. Seneng bangettt… Dan semakin kesini feeling multikultural nya semakin kerasa, karena banyak orang-orang Belanda yang pindah ke daerah ini dan juga banyak dari negara-negara lain. Someday I will truly miss this place.

Saat ini Amsterdam Oost sudah menjadi daerah yang up and running. Sangat trendy dan banyak pilihan tempat-tempat seru. Nggak hanya restauran, bar dan tempat nongkrong tapi juga museum bahkan kebun binatang. Terlebih lagi, ruang hijau yang menjadi tempat yang dituju banyak orang dan semakin lama semakin ramai, Oosterpark dan Flevopark. Walaupun saya terhitung jarang nongkrong dan makan diluar, tapi beberapa kali saya pernah dan tempat-tempat yang suka saya akan tulis disini. Siapa tahu akan terpakai untuk kalian-kalian (pede ada yang baca wkwkwk) yang akan main ke Amsterdam atau sekolah di Amsterdam atau juga bahkan yang mau mengajak jalan-jalan teman atau keluarga di Amsterdam. Karena sesungguhnya Amsterdam tidak hanya mengenai van Gogh dan red light district.

Amsterdam East Map

This is how a day like in Amsterdam East, most of the places here are my favorite

Breakfast/ brunch

Bagels and Beans Oostpoort: https://bit.ly/2IdJAii

Haartje Oost: https://bit.ly/2fIeENj

Amsterdam Oost

Dignita: http://eatwelldogood.nl/en/ – Loving this one, very nice food. I also discovered that they are also part of Not for Sale social project which is an international org that works to provide certified training programs and support a vulnerable target group of individuals so everybody can integrate in the workplace and society. Their tea is made by women in Bangladesh too.

Amsterdam Oost

Shopping

The other guys: https://bit.ly/2Kd8H5E – buat para cowok

Div – Het Faire Oosten: http://www.hetfaireoosten.nl/ – Like the name, everything sold in here is fair. 

Amsterdam Oost

We are Vintage – thrift shop, kilo shop: http://wearevintage.nl/

Lunch

Bar Botanique: https://bit.ly/2rq3TCh

Amsterdam Oost

Plantage: https://bit.ly/2KRRdNg

Gift/concept shop 

All the Luck in the world: https://bit.ly/2rBCCO9

Amsterdam Oost

Things I like, Things I love: https://bit.ly/2Iz8k8d

Dinner

Thai Tiger: https://bit.ly/2rxenQa – Very good Thai food, so-so place to hang out. This is the taste of Asian I have in my tongue. Their spicy is really spicy.

De Vergulden Eenhoorn: https://bit.ly/2jbrt2R – Cool place, it’s an urban farm and western food

Museums and other places

Hermitage museum: Dutch branch of St. Petersburg’s art & culture museum with regularly changing temporary exhibitions.

Tropen Museum: Art objects, photos, music & film from non-Western cultures, including regular kids’ exhibitions. Love love this, there are so many Indonesian heritage in there.

Hortus Botanicus Amsterdam: Compact botanical gardens, originally planted in 1682, with formal outdoor & greenhouse sections.

 

Hope you also like Amsterdam East!

 

Culinary Hidup di Belanda

Menikmati Summer di Belanda

10th May 2018 - 6 min read

Dua minggu belakangan ini cuaca di Belanda bagus banget. Cuaca bagus di Belanda artinya sunny, hangat (sekitar 25-27 derajat), dan tanpa campuran angin dingin yang biasanya datang dari utara. Enak banget rasanya dan yang paling penting mood semua orang mendadak menjadi super happy. Karena climate change, musim-musim di dunia agak lumayan terbolak balik beberapa tahun kemarin dan mulai kerasa dampaknya tahun lalu dan tahun ini. Baru kali ini winter masih kerasa sampai bulan April, dan salju masih turun di bulan Maret. Selain itu, cuaca bisa tiba-tiba berubah dari satu hari ke hari yang lain. Di dua minggu yang indah ini, ada 2-3 hari di antaranya dimana cuacanya berubah menjadi suasana Fall lengkap dengan angin dan rintik hujan. Keren yahhhh hhehe

Jadi memang cherish the moment of good weather adalah keputusan yang baik. Ah walaupun begitu, sebenernya orang-orang di Belanda memang cenderung selalu cherish the moment of ‘summer‘ karena generally cuaca di Belanda memang jarang banget panas. Jadi walaupun baru sunny dikit dengan temperatur nggak sampai 20 derajat celcius, orang-orang Belanda demen banget keluar duduk-duduk di teras dan lepas jaket. Sedangkan saya takut masuk angin.

Card from Amsterdam Shallow Man

Di beberapa hari cuaca yang bagus ini saya juga nggak absen untuk ikut menikmatinya. Tips cara mudah dan murah menikmati summer di Amsterdam dengan cara simply ke park, sendiri atau dengan teman. Must item yang harus dibawa ke park adalah picnic cloth (alas untuk piknik), saya juga biasanya bawa makanan dan minuman sendiri bisa beli di supermarket atau bawa di rumah. Karena kenapa? Kafe di dalam taman biasanya nggak punya pilihan yang banyak daripada mengeluarkan uang hanya karena lapar dan haus tapi nggak selera dengan makanannya, mending bawa sendiri kan dari rumah?. Kegiatan ini bisa dilakukan pulang kantor atau bahkan saat break jam makan. Ini adalah salah satu hal yang saya akan saya selalu ingat saya suatu hari nanti saya meninggalkan Belanda dan kembali ke Indonesia. Gimana orang-orang sangat mengapresiasi dan mensyukuri hari-hari seperti ini, hari-hari yang di belahan dunia lain terjadi setiap hari.

Summer in Amsterdam

My colleagues

Di cuaca seperti ini, salah satu cara yang terbaik untuk bertransportasi adalah dengan bersepeda. Saya punya sepeda yang saya jarang sekali pakai karena saya dapat kartu transportasi gratis dari kantor, jadi alasan saya bersepeda bukan karena keharusan melainkan saat saya memang ingin dan cuaca bagus. Bersepeda ini juga super hemat, karena bisa dengan puas menikmati cuaca mendapatkan sensasi angin sepoi-sepoi menuju ke taman atau daerah yang agak jauh tanpa bayar, plus sarana exercise yang baik. Cara lain untuk menikmati cuaca enak ini adalah ijin bekerja dari ‘rumah‘ dan pergi ke kafe dengan teras dan internet yang cepat sambil menikmati kopi dingin. Ceritanya merasakan menjadi Digital Nomad, except I am not a nomadic YET 🙂

Di satu weekend kemarin, 2 temen saya menginap di rumah demi mengisi kekosongan temannya ini yang sedang ditinggal suami business trip ke Indonesia. Karena saya sifatnya adalah tuan rumah, jadi saya juga ingin menjamu dan mengajak mereka berputar ke daerah tempat saya tinggal (Amsterdam Oost atau Amsterdam East). Kebetulan di dekat rumah saya ada jalan dimana banyak terdapat kafe, restoran dan lain-lainnya. Jalannya bernama Javastraat dan squarenya bernama Javaplein. Yes, saya memang tinggal di Indonesian neighborhood yang dimana nama-nama jalannya bernama kota-kota dan pulau di Indonesia. Saya sendiri tinggal di jalan Maluku / Molukkenstraat.

Kemudian kami ke restoran Thai Tiger yang menyajikan masakan Thailand yang direkomendasikan oleh temen kantor saya.  Very worth trying untuk yang ingin menikmati Amsterdam East. Sekali-sekali boleh lahhh.. Enak banget… Begini kira-kira suasana-nya:

Amsterdam East masih lumayan under-estimated untuk dikunjungi. Biasanya turis lebih suka menghabiskan waktu di tengah kota atau di daerah barat, taman Westperpark dan Vondelpark juga lebih ramai ketimbang Oosterpark dan Flevopark, tapi kelebihannya adalah taman-taman di East tidak seramai di daerah tengah dan barat. Begitu juga dengan tempat-tempat asik, banyak yang belum tahu tempat-tempat di East. Saya salah satunya.. Harus eksplor dan jalan kaki untuk menemukan harta-harta karun yang tersembunyi. Nanti di post selanjutnya saya akan bercerita lebih detil lagi daerah East yang seru untuk dieksplor 🙂 Who knows you’ll come around right? And I’d suggest to live in this area too, not too far from the crowd, but not crowded. 

I just hope that this kind of day will stay longer…. 

“The secret of health for both mind and body is not to mourn for the past, worry about the future, or anticipate troubles, but to live in the present moment wisely and earnestly.”

 ps. Ada website lucu dan menghibur soal kebiasaan-kebiasaan orang belanda. Check it out, kali ini membahas soal What to Wear in the Netherlands this Summer.

Hidup di Belanda Netherlands

Tips Berburu Padang Tulip di Belanda

27th April 2018 - 5 min read

Musim semi dateng lagiiii!!! Minggu lalu (17-23 April), cuaca di Belanda menghangat sampai 25 derajat. Tahun ini memang kerasa banget perbedaannya dengan tahun-tahun lalu. Tahun ini, musim dingin sangat panjang dan spring datang terlambat. Jadi saat Belanda menghangat, disitulah terlihat orang-orang Belanda bertebaran di luar.

Sebenernya sudah mulai akhir maret taman Keukenhof (taman tulip di Belanda yang terkenal) buka, tapi biasanya di minggu-minggu pertama tulipnya tidak berkembang dan berwarna maksimal. Mulai awal april, bunga semakin banyak berkembang dan puncaknya saat cuaca menghangat. Jadi saat kami berdua melihat weather forecast akan menghangat, Damar punya ide untuk bersepeda ke padang tulip. Kebetulan akhir pekan itu adalah akan menjadi akhir pekan kami sebelum Damar business trip selama 3 bulan.

Pertengahan April adalah waktu yang pas untuk jalan-jalan melihat bunga tulip. Ada dua macam cara untuk menikmati keindahan tulip, melalui Keukenhof atau mengunjungi langsung padang tulip yang dikelola langsung oleh petaninya. Kalau menurut saya Keukenhof memang worth untuk dikunjungi paling tidak sekali. Tapi padang tulip lebih memorable dan menarik untuk saya, dan kali ini saya memutuskan untuk sekali lagi berjalan kesana.

Keukenhof (+): 

  • Ramai
  • Tiketnya sekitar 17 euro
  • Terstruktur
  • Moda transportasi yang sudah dibuat untuk ke taman ini
  • Setiap tahunnya, Keukenhof memiliki tema-tema yang berbeda
  • It is beyond tulip. Banyak bunga-bunga lainnya dan bermacam varian.

Padang tulip petani (+)

  • GRATIS
  • Bebas
  • Banyak sekali spotnya dan bisa berpindah-pindah
  • Cenderung lebih sepi
  • Bagus untuk foto karena hamparan yang luas, hampir seperti ada di lautan Tulip
  • Bisa menikmatinya dengan bersepeda dan melihat alam sekitar
Belgium Hidup di Belanda Hidup Minimalis Life Travel

Caravan Trip to Ardennes

8th April 2018 - 9 min read

Akhir pekan lalu adalah akhir pekan yang panjang karena libur paskah. Keluarga saya dan keluarga kakak saya memutuskan untuk menyewa camper van untuk perjalanan ke Ardennes, Belgium. Ardennes adalah sebuah region yang terdiri dari wilayah hutan yang luas, medan yang naik turun, bukit yang terbentuk dari fitur geologis pegunungan Ardennes dan cekungan sungai-sungai yang mengelilingi. Perjalanan dari Den Haag tempat kakak saya tinggal memakan waktu sekitar 4 jam. Damar dan saya sudah lama sekali ingin berlibur menggunakan camper van dan begitu pula kakak saya. Perencanaan trip ini lumayan last minute, tapi semuanya berjalan dengan baik.

Soal camper van, katanya setengah populasi orang di Belanda ini punya camper van lho. Makanya jadi pengen nyoba the hype, apa sih yang bikin orang belanda seneng dengan kegiatan ini. Salah satunya ya karena bisa memboyong rumah mereka kemanapun mereka pergi dan tentunya faktor pelit/hemat 😛

Kami bertujuh, 5 adults (saya, damar, adek kami, kakak saya, suaminya) dan 2 anak kecil (anak-anak kakak saya) untuk camper bermuatan 6 orang. Untuk perjalanan pertama menggunakan camper, rasanya semua menyenangkan walau di awal-awal kami perlu benar-benar harus cek bahwa barang di dalam camper aman dan tidak akan bergerak mengikuti laju camper. Kami berangkat pukul 5 sore karena memang peraturan dari camptoo.nl dimana kita menyewa camper, camper hanya boleh dijemput di atas pukul 3 sore. Kebetulan camper yang kami pilih berlokasi di luar kota, jadi perjalanan penjemputan sendiri sudah cukup lama. Camptoo ini kurang lebih memiliki konsep sama dengan snapcar atau airbnb, jadi campernya milik orang dan disewakan saat tidak digunakan.

Di jalan lumayan mati gaya karena nggak bawa banyak mainan. Untung saya bawa buku dan earphone jadi bisa dengar podcast saat yang lain tidur. Setelah 5 jam di jalan, akhirnya kami pun sampai di camping site yang kami sudah book sebelumnya, namanya Parc La Clusure yang terletak di Bure (Tellin). Pemiliknya orang belanda, kami memutuskan menginap disitu karena ratingnya yang bagus plus tempatnya yang friendly untuk anak-anak. Fasilitasnya termasuk kolam renang, play ground di banyak titik, dan lain-lain. Setelah sampai, reception-nya sudah tutup tapi bisa bel dan salah satu dari kru mereka keluar untuk membantu kami cek in sekaligus menjelaskan hal-hal standar soal camp site mereka. Servisnya bagus dan ramah sekali..

Hal pertama yang harus dilakukan saat sampai di camping site adalah mengisi air dan menyambungkan ke listrik. Tujuan untuk mengisi air adalah untuk heating, kamar mandi, dapur, sedangkan menyambungkan listrik adalah untuk penerangan dan juga kulkas (yes mbak Vicka sudah menyiapkan banyak makanan yang pre-cook dari Belanda, jadi bisa runyam kalau sampai bermasalah dengan ini). Listrik oke, karena bisa dengan mudah dicolok di parkiran camper. Tapi karena hari sudah gelap, kami memutuskan untuk tidak pergi ke camper station untuk mengisi air toh juga karena kebetulan tempat sanitasi dekat sekali dari tempat parkir kami. Saat itu kami tidak tahu bahwa air juga berhubungan dengan sistem pemanas. Alhasil, semalaman kami mengginggil kedinginan, untung beberapa dari kami membawa sleeping bag. Lesson learned: Always consider these things! dan karena ini bukan camper kami sendiri, selalu make sure gimana cara kerja hal-hal esensial seperti ini.

DAY  1

Kami bangun lumayan siang hari itu, kayanya masih kecapaian dari perjalanan panjang. Note: Kita nggak boleh tiduran di kasur selama perjalanan walaupun kasurnya lega dan keliatan enak banget ditidurin. Dan karena ada 2 anak-anak yang wajib pake car seat, akhirnya saya, Damar dan Giras duduk dempet-dempetan di kursi yang seharusnya buat 2 orang hahaha. Lelah lah rasa otot-ototnya. Sekitar pukul 09.30 pagi, kami mulai beraktivitas, ada yang mandi, isi air, siapkan makan dll.

Aktivitas hari itu adalah HIKING. Dan ternyata daerah di camping site itu indah sekali, tipikal keindahan Ardennes. Mereka punya rute khusus sejauh 4 km (still okay for kids – Mbak Qila sama dek Dina itungannya hebat, harus selalu disemangatin). Dan kami pun mengikuti rute itu. Bagus banget nget nget ngettttt. Serasa kaya di New Zealand. Beruntung banget pagi itu cuaca cerah dan matahari nggak malu-malu keluar.

Total kira-kira kami berjalan sambil menikmati selama 2-3 jam. Nggak lama setelah kami sampai kembali di camping site, hujan mengguyur dan nggak berhenti-berhenti sampai malam.

Tips: Bawa bekal (minum dan makan), maps, dan extra sunscreen. Rute 4km is super worth it!

DAY 2

Kami berencana ke kota sebelah yang bernama Rochefort yang nggak kalah cantiknya. Disitu terletak gua Grotte de Han yang masih aktif (masih membentuk stalaktit dan stalakmit, juga ditinggali tumbuhan dan binatang) dan menarik sekali karena perjalanan ke gua-nya harus dengan kereta (sudah termasuk di harga tiket). Gua itu adalah hasil dari erosi bawah tanah bukit batu kapur oleh sungai Lesse. Di dalamnya sepertia sungai berliku-liku. Di area ini nggak hanya gua dan jalan kereta yang menarik tapi juga hutannya karena kita bisa melihat banyak binatang-binatang (tiger, babi hutan, beruang dll) yang pastinya dipagari tanpa menghilangkan habitatnya. Safari ini bisa dilakukan berjalan kaki ataupun dengan kereta. Juga ada playground besar untuk anak-anak main. Semuanya happy! Hanya saja hari itu hawanya dingiiiin, sampai saya kembung hahaa.

Caravan-Trip-Ardennes-Hiking

Main di playground

Kami kembali ke penginapan sekitar pukul 7 sore dan dilanjutkan dengan makan dan istirahat untuk siap-siap bangun pagi keesokan harinya. Rencana keesokan hari adalah berfoto dengan camper van di salah satu titik tinggi untuk menunjukkan keindahan alamnya. Kami semua harus bergegas karena peraturan camptoo untuk pengembalian adalah selambat-lambatnya pukul 12 siang. Itu pun kami terlambat dan hasilnya dicharge ekstra satu hari. Peraturan tetep peraturan, ah yasudahlah.. yang penting kami semua have fun!

Tips: Beli tiket di tempat kamu menginap karena lebih murah dan tidak perlu antre.

Caravan-Trip-Ardennes-Grotte-de-Han Caravan-Trip-Ardennes-Grotte-de-Han

Rincian biaya pengeluaran (4 hari 3 malam, 6 people*)

Sewa Camper Van                  : €231
Denda keterlambatan            : € 72
Bensin                                       : € 100
Makan                                       : € 50
Camp Site                                 : € 180
Cave entrance (+safari)         : € 155
Total                                       : € 788

Biaya per hari per orang        : € 43,7

*2 kids dihitung jadi 1

Tips and trick

  • Siapkan makanan dan bahan makanan, kelebihan dari camper van adalah nggak ada maksimal bawa barang. Jadi bebas! Meal planning dan meal prep play a big role untuk berhemat uang dan waktu.
  • Cek cuaca untuk bersiap bawa perbekalan. Sleeping bag akan sangat berguna di waktu-waktu dingin in case heater-nya mati. Kalau cuacanya bagus bisa bawa barbeque, kalau cuacanya jelek bisa bawa ekstra peralatan bersih-bersih haha
  • Bawa lighter untuk menyalakan kompor.
  • Bawa mainan atau time killer (ipod, buku, dll) untuk road trip.
  • Bawa bantal, sprei dan selimut
  • Siapkan wadah untuk sampah
  • Untuk reduce sampah plasti di perjalanan dengan camper: Bawa masing-masing botol minum, cuttlery dan kotak makan untuk bekal. Karena untungnya di dalam camper kami sudah tersedia peralatan makan.
  • Di camping site kami, wifi hanya bisa digunakan oleh satu orang. Bisa bawa router untuk memecah wifi.
  • Pergilah dengan orang yang kamu nyaman, karena lingkupnya bakal disitu-situ aja. Gak banyak tempat untuk escape. So bringing intimate friends or family adalah pilihan yang baik.
  • Bawa sabun cuci piring dan sponge-nya!!!

All in all, it was a very cool experience!!! Selamat mencoba!! I’d say this is one of the things to do before you leave Netherlands 😉

Hidup di Belanda Life Zero Waste Journey

Weekend routine and zero waste groceries haul

8th March 2018 - 4 min read

Sebenernya rutinitas pagi hari-hari biasa dan di weekend more or less sama sih. Bedanya di weekend lebih bisa leyeh-leyeh dan bangunnya lebih siang. Di weekend pun saya nggak kelewat buat morning routine. Menurut riset, yang sudah saya validasi (setelah mencoba menjadikan habit), pagi hari adalah waktu yang paling oke dan efisien untuk fokus ke diri sendiri. Damar biasanya bangun lebih siangan daripada saya, jadi perfect banget. Ada kalanya juga saya males-malesan dan kalau saya sudah skip morning routine terlalu lama, biasanya kerasa banget mentally (lebih gampang annoyed plus stress) dan physically (karena artinya secara otomatis saya skip olahraga). Menetapkan rutinitas pagi weekend ngebantu banget untuk bikin kita ngerasa punya kendali atas waktu, pikiran dan tubuh. It keeps me balanced! Dan yakin banget ini adalah salah satu cara untuk self love. Walaupun rutinitas pagi saya membantu saya memulai hari in my best self, saya nggak menyalahkan diri sendiri saat saya tidak dapat melakukannya. Sebagai gantinya, saya mencoba menyesuaikan hari sesuai kebutuhan.

Check more morning routine ideas here.. Banyak tokoh-tokoh keren yang menceritakan morning routine mereka..

Setelah morning routine biasanya saya tulis plan dan make sure weekend itu akan menjadi weekend yang produktif. Saya ngerasa sayang aja kalau waktu di weekend cuma dipake buat nonton film. Bukannya ngga boleh, saya pun kadang-kadang juga gitu tapi nggak pernah bisa nggak ngerasa bersalah. Atau kalau saya memutuskan untuk nonton film yang bener-bener pengen saya tonton, harus ada pay off yang saya kerjakan setelahnya. Ini juga berkaitan dengan post saya sebelumnya soal how to slow down the time. Saya ngerasa dengan saya nonton film dan leha-leha, waktu jadi cepet banget berlalu. Tiba-tiba udah malem, tiba-tiba udah minggu.

Share kali ini sebenernya pengen cerita aja sih buat dibaca lagi atau mungkin bisa jadi nambah ide kegiatan dirumah selain nonton film/series 🙂 Hari-hari akhir pekan saya biasanya saya habiskan di rumah bersama Damar. Salah satu alesan untuk tinggal di rumah adalah karena diluar masih dingin walaupun sudah jalan bulan Maret dan selain itu kami berdua memang dasarnya termasuk pasangan yang lumayan selektif soal uang. Makanya kami nggak terlalu sering keluar-keluar makan atau nonton bioskop karena buat kami ini bukan prioritas. Dalam setahun bisa banget dihitung jari. Kami lebih pilih untuk melakukan hal mendasar di rumah dan juga travelling. Buat kami travelling adalah salah satu prioritas penting dan sekarang ini kami sedang merencanakan perjalanan lumayan besar yang butuh kesiapan mental dan finansial. Semoga rencana kami dilancarkan Aamiin aamiinn.

Biasanya kalau nggak dirumah, Damar dan saya jalan ke taman atau ke tempat baru yang kami belum pernah datangi entah itu museum, gang, kadang cafe, atau concept store. Kadang kalau lagi pengen banget, kami ngopi sambil ngobrol ngalur ngidul diluar, berdua aja. Dibanding Damar, saya lebih bersosial dengan teman-teman, tapi itupun saya bener-bener cuma pergi dengan temen yang saya tahu saya nggak hanya cuma basa-basi.

Dibawah ini beberapa point penting yang saya wajib lakukan di akhir pekan

Meditation 

HIIT dan Yoga

Have a big brunch

Long coffee while writing down gratitude journal, planning the day and maybe the rest of the week

Prioritize what is important

Make time for hobbies

Meal Prep

Groceries 

Ini dia groceries zero waste beberapa waktu lalu. Masih tetep berusaha walaupun the struggle is real

Weekend routine and groceries haul

More ideas here

We are all responsible in how to spend our life.

Design a simple organized life. Start here. Start now.

Hidup di Belanda Hidup Minimalis Zero Waste Journey

Toko bekas – A way to reduce waste

20th January 2018 - 6 min read

Ketika saya memutuskan untuk lebih concious mengurangi sampah, maka saat itulah saya tahu bahwa saya pun harus merubah kebiasaan belanja saya. Baik itu pakaian atau barang-barang rumah tangga.

Di Belanda ini pengolahan barang bekasnya relatif teratur, bahkan ada toko-toko bekas yang dikelola pemerintah. Selain yang dikelola pemerintah, banyak juga yang dikelola perseorangan. Bentuknya pun beragam, dari yang serba murah sampe yang curated dan fancy yang harganya di atas rata-rata barang bekas. Biasanya pilihan pertama untuk menyingkirkan barang-barang adalah titip jual ke platform-platform online. Cara lain dan biasanya cara terakhir adalah kalau nggak donasi, bisa drop ke second hand shop (secara cuma-cuma). For your info, di Belanda barang-barang yang ditaruh di donation bin (ada dimana-mana di Belanda khususnya untuk tekstil) suka end up ke toko bekas juga tapi pemerintah minta bagian untuk kemudian uangnya diputar kembali. Tujuan akhirnya tetap untuk kesejahteraan rakyat mereka, terutama yang kurang mampu. Karena toko bekas itu adalah source terakhir, jadi pilihan barang-barangnya memang nggak semua bagus, tapi kalau teliti dan beruntung bisa dapet barang yang keren dan unik yang nggak pasaran.

Impression dari toko bekas biasanya dari baunya, yang agak berdebu-debu sedep gitu. Which is orang-orang kebanyakan nggak prefer. Tapi kalau dipikir-pikir, agak sedih juga yaa bahwa orang-orang (termasuk saya sendiri) mengasosiasikan bau plastik dengan hal baru. Tapi itulah realitanya dengan konsumerisme jaman sekarang, orang lebih suka berbelanja di toko yang berbau plastik karena baunya berhubungan dengan hal baru. Menurut saya bau toko bekas itu kayak rumah yang udah nggak ditinggalin lama which has so many history in it. Kalau kata ‘bekas’ agak annoying, sebut aja ‘vintage‘. Somehow, reputasi kata ‘vintage‘ lebih baik dari kata bekas 🙂

Pergi ke toko barang bekas bisa bikin kerasa overwhelming bagi banyak orang (termasuk juga saya dulu) tapi saya punya beberapa pengalaman belanja bekas yang terbilang lumayan sukses, jadi saya akan bagikan tips-tipsnya. Beberapa hari yang lalu saya dapet tea pot lucu banget yang selama ini saya idam-idamkan heheh.. Yang paling saya sukai dari belanja di toko bekas adalah bisa berburu yang unik-unik, harga minimal, dan ngurangin carbon footprint.
Semoga bermanfaat yaaa..

  1. Dateng dengan tujuan

    Pas saya kuliah dulu saya suka mengunjungi toko second hand/toko bekas/thrift shop atau dalam bahasa belanda kringloop. Dulu pas masi pecicilan gitu alesannya cuma satu, pengen lihat-lihat dan kalau ada yang bagus pasti beli (padahal gak butuh). Akhirnya barang-barang itu cuma kepake sekali, 2 kali dan jadi piled up di rumah. Dateng tanpa tujuan hanya akan bikin overwhelmed dan berpotensi terjadinya impulsive buying. Jadi, jangan beli cuma karena murah. Kalau bisa, list barang-barang yang perlu dan jangan keburu-keburu. Disitulah art-nya belanja di toko bekas.

  2. Tentukan Budget

    Tentukan harga dari barang yang kamu beli. More or less nggak masalah. Bikin budget dari awal bakal ngerem kita untuk beli barang keburu-buru.

  3. Cuci dulu sebelum pakai

    This is a rule of thumb yang harus kudu banget dilakukan demi kebersihan dan antisipasi gatel-gatel.

  4. Puterin tempatnya yang lama, take your time

    Toko barang bekas penuh dengan harta karun tersembunyi yang kita nggak mau lewatin gitu aja.

  5. Don’t be afraid to walk out empty handed

    Remember, secondhand shopping takes time, dedication and patience. Tapi apapun itu, jangan takut keluar toko tanpa barang. Satu barang yang bisa dipake berkali-kali jauh lebih baik daripada beli 3 barang yang cuma akan dipakai sekali.

  6. Keep an open mind. 

    Kadang lingkungan memberi dampak ke bagaimana sebuah barang akan terlihat. Beri kesempatan dan lihat secara teliti barang-barang yang ada di depan kamu. It might be a big treasure without being noticed.

  7. Bawa tas kain gede

    Biasanya toko bekas nggak nyediain ‘cart’ atau trolley. Jadi tas kain gede akan berfungsi sebagai keranjang. Ini akan bikin kalian bisa lebih fokus berburu daripada harus bingung taruh barang di lengan.

  8. Pakai baju yang lumayan ngepas

    Mungkin untuk yang berjilbab bisa pakai baju pas di dalem kemudian baju yang gedenya diluar. Jadi gampang lepasinnya. Supaya gampang nyoba-nyoba dan ga perlu bolak balik ke kamar pas. Walaupun sampai saat ini belum pernah ke toko bekas yang ada kamar pasnya. Juga pakai sepatu yang gampang pakai lepasnya untuk coba-coba.

  9. Check the size and tag carefully

    Thrift stores terima banyak donasi dari orang-orang, bisa baru ataupun lama. Jadi ukurannya bisa dari negara beda-beda dan ukurannya pun juga beda-beda standarnya. Walaupun tokonya di Eropa belum tentu ukurannya dengan standar eropa.

     

    Toko bekas - A way to reduce waste Toko bekas - A way to reduce waste

Hidup di Belanda Hidup Minimalis Zero Waste Journey

‘Zero waste life’ project untuk pemula

4th January 2018 - 5 min read

Di hari ke-4 tahun baru ini saya pengen share salah satu poin penting dari resolusi yang beberapa hari lalu saya buat, yaitu Zero waste life. Kedengerannya susah dan ribet, kenyataannya emang lumayan susah dan rumit (hehe). So far saya harus bilang tantangannya gede banget apalagi kalau kita orang yang nggak pengen ribet. Tapi lagi lagi, saya nggak bisa terlalu perfeksionis dalam hal ini karena yang ada malah hanya jadi wacana. Saya sebutnya lebih suka ‘less waste‘. Supaya kita lebih concious mengenai our food print.

Salah satu kunci untuk transisi ke habit baru adalah nggak usah terlalu drastis terutama saat kebiasaan itu adalah bagian dari hidup kita sehari-hari. Juga, menerima dengan lapang dada bahwa tantangan itu pasti ada. Kalau memang masih nggak bisa ya nggak apa-apa. Jangan fokus ke kata-kata ‘zero’ tapi ke ‘reduce’nya. Emang bisa jadi frustrating saat lagi di “zero-waste” mode terus liat banyak banget waste yang kita masih buat. Tapi yang perlu kita tau, fokus ke ‘reduce’ atau mengurangi. Sesungguhnya memang ini proses yang panjang dan lama.

Menurut saya, tantangan yang paling utama adalah beli barang-barang yang nggak ‘packaged‘ atau dibungkus karena biasanya di supermarket seluruh barang dibungkus kalau mau memenuhi standar kebersihan dan sebagainya. Nggak usah di supermarket besar, di toko turki kecil-kecil deket rumah saya semua barang jualannya sudah terbungkus rapi dari pabrik. Sedangkan untuk belanja ke Pasar harus di hari-hari tertentu.

Nah, beberapa hal di bawah ini menurut saya adalah hal ‘simple‘ yang bisa kita semua mulai untuk ke arah gaya hidup yang ‘zero waste’. Nantinya bisa ditambah dan ditingkatkan jadi lebih baik lagi dan lagi. Istilahnya ‘habit staple‘. Saat kita sudah terbiasa akan sesuatu, disitulah saat kita untuk mengenalkan habit tambahan yang relate akan habit yang kita sudah terbiasa.

  1. Pakai search engine ECOSIA

ECOSIA adalah search engine yang menanam pohon. Saat kita mencari dengan ECOSIA layaknya kita mencari info dari google, otomatis 1 pohon akan ditanam oleh organisasi-organisasi yang bekerja sama dengan mereka. Super cool concept!!!  Dari search ads yang kita cari mereka dapat income dan dari situ mereka ambil profit 80% untuk menanam pohon. Doing something good by doing you normally do. What can be better than that. And you truly make an impact! Check their planting activities in here. Their aim is 1 billion trees by 2020. So inspiring.

Okay and then let’s First understand 5Rs of waste management which is Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot. Untuk memulainya, kita bisa mulai dari Refuse, Reduce, and Reuse.

    2. REFUSE goodie bags, free stuff, atau bahkan kalau perlu gift yang nantinya berpotensi menyimpan barang di rumah. Bahkan barang-barang itu belum tentu kepake.

      3. Tau nggak berapa lama plastik bisa terurai? 1000 tahun. REDUCE plastik adalah salah satu hal yang paling membantu buat lingkungan. Mulai dari REUSE garment bags atau tas kain untuk belanja. Selalu siapkan satu tas di tas pergi kita, in case kita perlu beli sesuatu yang nggak terencana. Dan kalian harus tau bahwa beli buah dengan plastik transparan itu nggak wajib, kita bisa nggak pake plastik atau bawa tas kita sendiri. Untuk beli barang-barang loose kaya beans atau legumes, mason jar bisa jadi penolong. However, nemuin bulk store di Belanda susah banget.

      4. REFUSE sedotan dari restoran atau cafe. Bilang di awal saat pesen untuk nggak pake sedotan. Kalau memang prefer pakai sedotan, bisa bawa sedotan sendiri dari rumah yang berbahan acrylic atau steel. Emang kudu niat hehe

      5. REUSE botol minum yang bisa diisi kapan aja

     6. Pakai tootbrush dari bamboo. Sekarang saya masih pakai yang elektrik, itu akan jadi waste saat dibuang. Jadi selagi sikat gigi masih berfungsi dengan baik, saya hanya mengganti ujung sikatnya.

    7. Bawa silverware atau peralatan makan yang bisa di REUSE instead of sekali pakai kaya yang kita ambil dari supermarket (Albert Heijn, Jumbo, etc).

   8. Belanja di Pasar karena di Pasar lebih banyak pilihan untuk bahan-bahan makanan atau apapun tanpa ‘packaging‘. Sebenernya sadar atau nggak, less waste ini equals dengan hidup yang lebih sehat. Kenapa? karena sebenernya pilihan kita untuk beli barang yang nggak dikemas itu super limited, it will leave us with fresh food, fruits, veggies and ingredients. No processed food with preservatives for sure.

Mulailah dari yang terkecil dan termudah. Karena itulah yang sebenernya adds up atau terjumlah. Semoga menginspirasi untuk lebih sadar akan footprint kita di dunia ini. Happy less wasting!!!!!!

 

Events Hidup di Belanda

Tahun baru 2018 di Amsterdam

1st January 2018 - 4 min read

Ada ratusan pesta dan klub malam yang berlangsung di Amsterdam pada Malam Tahun Baru, ada yang modelnya pesta kostum, suit up dan lain lain. Tempat populer untuk party di tahun baru adalah Gashouder dan Loveland NYE di Mediahaven. Kalau emang pengen dari awal ke acara-acara gitu, beli tiketnya jauh-jauh hari online karena ada kemungkinan semua sold out atau harga tiket jadi super mahal.

Tapi bukan rahasia kalau saya bukan tipe anak party 😛 Jadi kemarin saya santai aja di rumah, masak-masak, baca buku, ngobrol-ngobrol sampai tiba waktunya pukul hampir 11.30. Damar dan saya keluar rumah untuk cari kembang api yang dibudgetin sama pemerintah Amsterdam. Yang ternyata viewpointnya (Java Eiland) nggak terlalu jauh dari rumah kami. Sebenernya Giras, adek Damar yang tinggal sama kami, ikut, tapi karena ban sepedanya bocor, jadilah dia terdiam di rumah. Menikmati kembang api yang dinyalain tetangga-tetangga. Banyak dan bagus-bagus juga ternyata lho! menurut ceritanya.

Selain liat kembang api dari pemerintah, ada beberapa cara lain juga buat menikmati malam tahun baru-an di Amsterdam buat kalian yang emang sengaja pergi ke Amsterdam untuk tahun baruan. Kalau saya sih, indoor sudah pasti lebih enak dan hangat. Walaupun tahun ini, malam tahun baru nggak sedingin tahun-tahun berikutnya! Nggak tau deh harus sedih atau seneng.

1. Oliebollen dan Champagne (Belanda banget) 

Perayaan Tahun Baru di Belanda nggak lengkap tanpa tumpukan oliebollen dan champaigne (50%nya buat di pop dan diciprat ciprat, sisanya baru diminum). Oliebollen itu gorengan manis. Adonannya berbentuk bola yang kemudian digoreng dan ditabur gula halus diatasnya. Arti Oliebollen literally bola minyak. Ternyata konon katanya, tradisi ini berakar pada mitos Jerman kuno bahwa oliebollen harus dikonsumsi untuk menangkal roh jahat. Pedagang oliebollen ini bisa ditemukan dimana aja di seluruh kota.

2. Book restaurant with a view

Kalau nggak ada kenalan di Belanda atau males berdesakan dengan orang-orang dari segala penjuru belanda di Amsteram, sebaiknya cari restaurant yang tempatnya strategis dan punya acara NYE. Cari restoran dengan pemandangan panorama. Beberapa di antaranya adalah Mr Porter di W Hotel, Kanvas di Volkshotel, Sky Lounge di Hilton Doubletree, A’dam lookout 360 Amsterdam. Kalau punya budget lebih dan pengen duduk-duduk ngerayain cantik, tempat-tempat itu cocok.

3. Jalan-jalan di sekitar kanal

Kalau sudah terlambat pesen tempat di restoran atau pesta, atau memang nggak siapin budget, maka jalan-jalan di sekitar kanal adalah salah satu cara untuk menikmati kembang api dan merasakan tahun baru seperti lokal. Kembang api dijual hanya beberapa hari dalam setahun di Belanda dan biasanya orang-orang lokal go crazy dan nggak ragu merogoh kocek merekea sendiri. Segera setelah gelap, kembang api bakal jedar jedor dari segala penjuru. Banyak sekali kembang api tidak resmi (hanya dari penduduk) di alun-alun utama kota seperti Dam Square, Rembrandtplein, Nieuwmarkt dan Leidseplein. Malam Tahun Baru di Amsterdam sering disamakan dengan ‘zona perang’ oleh orang-orang yang pernah datang. Jadi hati-hati!

4. Seperti saya, hanya di rumah dan pergi ke poin kembang api yang diselenggarakan pemerintah. Di Het Scheepvaartmuseum atau di Java Eiland
Kemarin kami ke Java Eiland karena lebih dekat dengan rumah dan ada jembatan yang katanya ‘the best view point’ untuk menikmati kembang api dari pemerintah. On the way kesana masih oke, jalanan masih cenderung ke arah sepi dan sesekali bunyi kembang api. Tapi di jalan pulang, bener-bener rasanya kaya di lapangan perang (suara tembakan dsb). Lumayan ngeri sih! Tipsnya kalau ada orang mainan kembang api di tengah jalan, berhenti atau pelan-pelan dulu. Tapi pengalaman yang seru sih 🙂
Once, again HAPPY NEW YEAR. Semoga tahun ini semakin gemilang, seperti terlahir kembali dan mereset harapan-harapan dan mimpi-mimpi itu.

 

Check here for more or here

Hidup di Belanda

Moving House in the Netherlands

14th November 2017 - 12 min read

It is now the 3rd month Damar and I have been living in our new apartment. Looking back at the moving period gives me some chill. It was a hard labor, I am telling you. Do not compare with moving in my hometown where it is quite easy to get help and cheaper labor. Basically we all can just pay some amount of rupiahs and get everything done. Everybody literally offers help even the neighbors. Whereas in here, labor is expensive and they have hourly rate in which if accumulated, will be a lot.  So we had to carefully plan the expense. As for help offer, it will only come to a super duper mega close friends, even that, usually they do not offer, we have to ask. So most of the times, we did nearly everything ourselves, from disassembling the furniture to clean up.

We did not move to different city by the way. We only moved from Amsterdam North to Amsterdam East.

Anyway generally, moving houses require a lot of preparation and endless planning, but there are some specifics to remember when moving in Netherlands. Below are a few tips and points on all that must be done

MOVING BOXES

This is basically one of the first important steps to take. When you have the box, you may start packing the stuff that you do not use daily. We used moving boxes from GAMMA, just because when we visit the store, there was a 20% discount particularly on the moving boxes. This thing is worth checking (Gosh I have become so Dutch in this sense ;)). We were very lucky because 1 set (5 boxes) is 9.90 euro and we started by buying 2 sets. The dimension is 48x32x33 cm which is perfect. We had no complain with these moving boxes, it’s quite strong as long as you do not put books in one box. I found another alternatives (if GAMMA is not in discount) from goedkoperverhuisdoos.nl which costs 0,90 per box with similar size as the one in GAMMA.

Image result for gamma verhuis box

Source: GAMMA

As we cleaned up and started packing, we noticed that we needed more boxes (obviously!). At the end, we ended up with 6 sets which makes to 30 boxes. If you are lucky, you can also get boxes deal from marktplaats.nl, some people resell their moving boxes. However, bear in mind that the condition is most probably not 100% and easier to perforate.

TIPS: Label your boxes with the content and category (the area it belongs). Put on the top AND on the side, you will thank yourself later. Ask the driver or whoever helps you moving to put in the room that is stated in the label. Call me weird, but I really love this part in general. Organizing is in my blood.

If you intend to sell some of your boxes after use, do not write on the box surface. Put stickers or paper+ tape on the box to allow you taking it off. It will not be as clean as new box, but people will not mind that.

I tried to utilize bags, luggage, baskets, and plastics (that we already have and can be re-used) as much as possible. After all, boxes are made of paper.

indonesian-abroad-moving-in-netherlands

CLEAN UP

I am a ‘pro’ in doing this little by little. We did the packing and the clean up ourselves. In the Netherlands, you need to make sure that you leave the house as it was. We were lucky at least that we did not need to take out the laminat, otherwise it would be such a pain. No need to even re-paint, we only had to fill the wall part that got hammered. Thus, we thought we would manage to do this ourselves. Well apparently, they decided to still take a part from our deposit to hire cleaner. Duh. So make sure that you leave the house as perfect as possible. Usually the person from house agent or landlord will do inspection before key handover, though. We just did not really pay attention well in some part of the house, where they obviously have extra eyes.

Below are some of the ways to ‘clean up’ and filter your stuff:

  • TRASH DAY

Basically in every area in the Netherlands, there will be one designated day in a week or month when you can literally throw anything in front of your place. Find this information in gementee site in your are. The government will arrange the pick up with a huge car the next day. It looks like a tractor with a huge tongs to scrape the trashes. This was a huge help otherwise, we would have no idea how to get rid of those big trash-able things.

However, in Amsterdam-Noord where we used to live, the trash was only taken once a month (the last Friday of the week). And in our moving calendar, this day was quite early. So we had to not have stove for a week because we had to throw away (it does not function properly anymore, it’s not for selling material). You better keep this in mind for your planning. Because at least 2 days before that, everything had to be ready (disassemble, etc).

We were lucky because we got help from 2 guys (Damar’s friend) in the trash day. We lived on the 12th floor and we had to go back and forth to throw the things away. Our back was quite broken that day. We did everything just Damar, I and helps to carry of his 2 friends.

I was quite surprised though when there was a guy coming over and asked if we still have electronic stuff downstairs to throw away. Apparently there were some people who keep an eye on the trash day and waited to take things either for their own usage or to fix then re-sell. That guy turned to be helpful because he needed the stove and hence helping to carry. We did not know how to bring down due to its weight.

  • SELLING YOUR STUFF 

There is a platform like marktplaats to ease up the process of you selling the stuff. We filtered what we wanted to sell already 1-2 months before moving and started selling little by little. These days there are also a lot of selling page in facebook and usually it is very quick. You will always find buyers.

When the days get closer yet your stuff do not seem to make progression, you can offer for free (also to help out people and make them happy) in those platforms. They will pick up in a second. Or if you have a big chunk a of stuff or too lazy to go through, you can always contact the closest kringloop (second hand store), they will make profit out of it in their store in the future while you give them for free. It can be coming in handy when you are quite desperate to get rid of stuff 🙂

  • ARRANGE A CAR FROM YOUR FRIEND OR FAMILY OR RENTAL OR NS.NL (IF YOU DO NOT OWN ANY)

A day before the ‘moving day’, you can already start bringing the small manageable stuff to your new house. That is what we did which were very helpful. On the day of ‘moving day’ because the moving company is only booked for a couple of hours, car is beneficial to bring some extra stuff and let you mobile in going back and forth from old place to new place and vice versa. It is also super useful if you need to buy emergency kit and what not from hardware store.

MAKE APPOINTMENT WITH THE MOVING COMPANY AND MAKE DEAL ALREADY (also if you live in the high floor, arrange the moving lift, the parking permission, etc)

Find a recommended moving company that your friend has already used. Recommendation is important! I got this guy from my colleague and he was super muscular and handy. This is what is good to keep in mind; the moving guy will come and scan through all your stuff to map in his mind on how to arrange it in his truck. It will be beneficial for him if you already collect all your stuff in one area.

Tips: Get to know the person, speak on the phone or whatsapp and deal with prices. Give estimation of total boxes, the address you come from and to go to, and he’ll give approximate times.

Indonesian-abroad-moving-in-netherlands

Yay, on the moving day, my brother in law arrived from Indonesia. Together we could!

NOTIFY INTERNET AND UTILITIES (ELECTRICITY, GAS AND WATER)

We tend to forget while it is one of the most essential things to take care of before moving. For the internet, it is best to notify the provider a month before moving. The provider will guide you through the procedure. For my provider telfort, they made us appointment for new connection installation in the new house. We need to bring the router to eventually return to the guy who comes to install.  For the energy (electricity and gas), we used essent and we could do all the steps in the customer login. For utilities, you need to check the last numbers in the meter cabinet and report to the provider.

FINALLY, GIVE NOTICE TO THE LANDLORD 

Same with internet, it is at least a month in advance depending on the contract you make with your landlord. Don’t forget this one, otherwise you have to pay double rent 🙂

GOOD LUCK MOVING!! It was a fun journey.. but I do not think I want to do it again at least within 5 years from now.

 

Hidup di Belanda Milestone

Buying a house/apartment in Amsterdam

11th November 2017 - 11 min read

Damar and I have recently moved to our new house! Wooohoo! Alhamdulillah.. So happy!

We are relieved to finally get through the real struggle to get a house in Amsterdam. The house market is tremendously crazy at the moment due to the low interest. This situation creates a high price and competition. Sometimes I reminisced the house hunting time and we are very grateful that we are not in that situation no more. Yup, it is that crazy. But it is not a reason to give up!

The main reason for us to look for a house in Amsterdam is because it is close to our work as well as the demand. It is incredibly high that people just increase the price knowing there are always potential tenants or buyers somewhere. Although, there is such thing like buyer/tenant protections that do not allow seller sell in any price they wish. But the potential buyer would kill to buy a house in Amsterdam that they bid as crazy as they could. Hence, volatile house price. According to dutchnews.nl house prices in the capital have risen steadily since the end of 2013, with annual increases of up to 25%.

So there you go, hope it can be a good investment for our future. *Remembering about our nomade and working in a coworking space everywhere in the world plan gives me such a big smile*. We would like to rent out this house in the future for a passive income or simply sell it. Oh I guess we will see. Start easy Maurilla, you just got a house!

Anyway that is my main reason, other people want to settle their life in this capital city just because it’s simply beautiful. And it is a good idea, I am telling you!

Here are usually the reasons to buy a property in Amsterdam

  • Control over the property (design, decoration, pets, activities, etc)
  • Great financial incentives / tax benefits.
  • Can be a smart investment
  • Multicultural and big expat comunity

I want to share several tips to get you ready to the whole process. It can be quite exhausting yet you have to realize and keep on reminding yourself that it is worth the risk. Also, nothing worth having comes easy 😉  This does not only apply for Amsterdam but also other cities.

1. Check the estimation on how much you (or you and partner) can borrow from the bank

All bank has this mortgage calculation in their website, even Funda has. All you need to do is entering your income (and your partner) income. Note: Bank would prefer to lend their cash to indefinite contract owner employee, for most people intentional letter of indefinite contract extension will suffice too. And for business man, they need at least 2 years establishment and report from their accountant. This is something for the next step but good to keep in mind.

2. Browse through actively when you get the chance

Funda by far is the best resource to browse houses/apartments in the Netherlands. It is one leading website that always gets updated. Do a good filter in Funda, it might be quite confusing at first, but take your time and you will know that it is all what you need. Click ‘koop‘, put your city/neighborhood you prefer and your price range. To be really honest, I would suggest to only put city and see where the map (kaarttake you.

I think map layout is one of the best invention about this website. It shows you a clear overview of Amsterdam. And then on the left side you can filter more in detail, house type, number of rooms (this is always including living room, not only bedroom, so if you want 2 bedrooms, then search for 3 rooms). You can also search for the days when it has been advertised in Funda. We found this very helpful as well.

3. Act quickly

Due to its crazy competition in Amsterdam, a house can be sold in a few days or even in a day after put up. Call the numbers and be persistent!!

4. Real estate agent (in dutch aankoop makelaar) or not?

Damar and I did not use any aankoop makelaar because we simply don’t want to spend extra money. So far, we could get information we needed ourselves. It might not be in depth as if you have aankoop makelaar that has its eyes and access everywhere. However, there are a lot of ways to get all the information such as how much houses in that neighborhood sold in the past. You need that information to assure you bid decent amount of money. Huispedia.nl (link) is one of the websites you can use, for the one you need to pay is kadaster.nl (link). You will have more visibility in details for the paid website. I think for each house info, you need to pay around 2 eur or something.

We did not come to a conclusion bluntly, we had some phone appointment with aankoop makelaar. There are 2 types of fee, fixed or percentage. The percentage is usually 1% from the house price, yet normally they have minimum amount. What it means by it, if the minimum is 2500 but the house price will result to less than 2500 in percentage, you still have to pay 2500. I hope that is clear?? But conclusion was, we do not want to spend that money and were willing to take risks in finding our ways.

However, other benefits for having aankoop makelaar are the priority to get the most up-to-date information. Sometimes the makelaar association get the first news on the houses that are on sales. It might be earlier than Funda. Also, for expats they are the bridge for communication and to minimize the risks on the seller side. The risk is hit and run, while if somebody comes with makelaar, normally they sort of know each other from the organization they represent, hence the trust. Some of my friends said the downside of having it is that it is very hard to match schedules, while you don’t want to lose chances. In this case, just go by yourself.

Note: If you decide to hire aankoop makelaar but at the end you get the house by yourself and with your export, no obligation to pay that makelaar. 

5. Mortgage adviser/broker or not?

Damar and I used this service. But it’s not necessary if you already have a relationship with your current bank and do not want to go extra in the effort. For us, we are keen to get the lowest interest offer possible. That is the key role of mortgage adviser. They will also help out to advise what are the best for our condition (working, contract, age, finance, future plan etc).

Another key role of mortgage adviser is their legal access to borrow money on your behalf to the mortgage lenders/bank. Brokers work with a variety of lenders to find loans for clients, but do not lend out money directly. They are the middle man. The lender could be a mortgage bank, which specializes in mortgages; it could be a large commercial bank, a community bank or a credit union. Ask a broker what he or she can offer that a bank can’t and the response will almost certainly be variety. Because brokers are not tied to any one lender, they have the ability to shop around on behalf of their client.

Note: At the end the extra service fee you pay is more or less the same with what you pay to the bank. Because they also have mortgage adviser that is shoved to you to be used.

6. Take it easy in bidding

Don’t bid too crazy and try not to be too attached to one house. Always believe that if you lose one, there will be many more coming and it will only be for the better. Nothing is too good! By having this mindset, you will not go mental in bidding. Think realistically! First of all, you have to think about the taxation process that will happen after you get the house. If the taxation report (done by an official to check the value of the house on behalf of your mortgage lender) is lower than what you bid, you have to pay the extra amount yourself. If you do not have savings, bank might reject your mortgage request and you have to cancel your bid, which no one really prefers after the long process. So, make sure of this.

Bidding tips: It’s always good to mention your savings (if any) because these days the selling agent (verkoop makelaar) are very cautious and they do not want to go too far when they know there is a chance that your mortgage request will get denied by your chosen bank.

7. Enjoy the process

I know that it could be very overwhelming, house visits, calling, research, checking the house pieces, bidding, waiting in vain, rejected, and start all over again. We had to go through around 10 house visits in 2,5 months and 6 successfully rejected bidding. But we learnt through it all, we observed and know where we could improve. Not only in the hunt process but also in my relationship with Damar. Through it all, it’s more and more clear for use about the priority we both wanted. We did it all together, split tasks etc. It was a bonding moment with him. So, no stress just enjoy it and don’t get to emotionally attached to anything you are interested in. Rejections and struggles only lead to something better!!!

Good luck!!!

This is a glimpse of our house look (in Indonesian)

Source:

Dutchnews.nl

nytimes.com – Choosing between mortgage and bank