Zero Waste Journey

Easy substitute for frequent disposable use at home

31st January 2018 - 7 min read

Ngga kerasa sudah tiba di penghujung bulan Januari dan sudah hampir sebulan semenjak saya secara sadar memutuskan untuk mengurangi sampah. Walaupun masih jauh dari sempurna, tapi saya ngerasa lumayan banyak perubahan dari cara pikir saya sehari-sehari. Di minggu pertama saya browsing dan cek-cek toko online (salah satunya aliexpress) untuk mencari substitusi barang-barang yang biasa digunakan secara disposable. Khususnya untuk di dapur! Dan barang-barang ini adalah hal-hal standar yang banyak orang pakai sehari-hari.

Walaupun begitu, ada satu hal yang sampai saat ini belum berhasil saya pecahkan yaitu pengganti plastik untuk tempat sampah. Bakal lama si pindahnya sampai bener-bener ada substitusi yang cocok. Huhu. Boleh dong kalau ada ide… Tempat sampah yang punya kemampuan kompos harganya masih sangat mahal jadi untuk saat ini bukan pilihan dulu. Mudah-mudahan ada cara yang lebih affordable in the future. Tapi ngga apa-apa, let’s start out with this, with what we can.. things that we always use nearly everyday. Mulai dari yang kecil…

Awal minggu ini beberapa barang yang saya beli baru sampai dan pengen bahas disini sekalian juga share bahwa sebenernya ada cara lain untuk dipraktekan 🙂 Selamat membaca dan mencoba!!

  1. Tisu dan tisu dapur

    Saya ini termasuk orang yang super meleran, sering bersin, jadi di rumah saya selalu ada tissue halus untuk muka. Nah ini bisa diganti dengan handkerchief atau sapu tangan dan kalau memungkinkan cari yang bahan dasarnya cotton. Cotton ini seratnya lebih halus dan punya daya serap yang baik. Tipsnya supaya reachable adalah saya isi ulang kotak tisu saya dengan sapu tangan. Dengan sapu tangan sebagai pengganti, saya ngerasa otomatis pemakaiannya jadi lebih hati-hati. Biasanya kalau tisu sekali pakai buang, sekali pakai buang, nah dengan sapu tangan saya bisa berkali-kali pakai dalam sehari sebelum diistirahatkan di tempat sampah sementara (tempat sampah kering) untuk kemudian dicuci. Fotonya ada di paling atas, di foto kebetulan bukan sapu tangan melainkan handuk kecil. Dan setelah coba, saya lebih prefer sapu tangan…. Handuk kecil saya gunakan sebagain pengganti kitchen paper (tissue dapur).

  2. Baking Paper atau alumunium foil

    Baking paper atau kadang disebut parchment paper ini biasanya juga disposable atau sekali pakai buang. Walaupun terbuat dari kertas dan bisa dengan mudah didaur ulang, tapi untuk membuat kertas ini perlu melewati banyak steps (yang salah satunya melibatkan pohon). Dengan lebih mindful menggunakan kertas kita bisa mengurangi penggunaan energi, air, juga mengurangi limbah. Saya suka banget baking dan saya ngerasa sedih dan sayang kalau ngebuang buang baking paper atau bahkan kadang juga alumunium foil. Substitusi untuk ini adalah reusable baking paperCari yang aman dan nggak mengandung any adhesive coating. So far so good yang saya beli, bisa didapat disini. Setelah beberapa kali pakai akan terlihat worn out (lecek dan warnanya berubah), tapi ini masih aman dipakai. Katanya sih ini bisa dipakai sekitar 2-3 tahun. Bonusnya sekalian berhemat 🙂 Easy substitute for frequent plastic use at home

  3. Plastik sealed

    Dulu saya selalu nyimpan apa aja di plastik yang atasnya ada perekat di atasnya. Plastik ini bisa digunakan kembali saat isinya adalah sesuatu yang kering, tapi saat nggak, harus langsung dibuang karena rawan simpan bakteri mau dicuci gimanapun. Sekarang saya sudah nggak pernah pakai ini, dan diganti dengan container plastik atau gelas. Downside-nya adalah saat kita ada di tempat orang dan harus membawa pulang sesuatu sedangkan kita lagi nggak bawa container apa-apa, jadi harus nolak atau pinjam-meminjam container huhu yang rasanya jadi seperti hutang. Anyway, sampai saat ini masih managable sih. Dengan nggak memprakktekkan ini di rumah udah sangat mengurangi plastik yang nggak necessary. Substitute satu lagi adalah plastik sealed yang terbuat dari silikon seperti ini, for your information. Kalau saya tetep lebih prefer container, karena rasanya lebih punya freedom untuk mencuci .

  4. Alumunium foil atau plastik penutup makanan

    Kalau ini biasanya dipakai untuk menyimpan bahan makanan atau makanan sisa. Baru-baru ini saya nemu substitusinya yang bisa dibeli di aliexpress yaitu tutup yang terbuat dari silikon. Dan tutup ini bisa berfungsi sebagai penutup yang lumayan ketat karena dia nempel ke any surface termasuk plastik atau keramik. Kira-kira penampakannya seperti foto di bawah.. Saya happy banget dengan ini terutama kalau saya pengen simpan makanan di kulkas, nggak perlu repot-repot masukkan ke container. Time saving!  Selain ini, ada juga wrap yang terbuat dari beeswax untuk membungkus sayur atau buah yang sudah kepotong. Sayangnya harganya masih mahal. Tapi nggak apa-apa juga karena barang-barang ini merupakan salah satu bentuk investasi hehe.Easy substitute for frequent plastic use at home Easy substitute for frequent plastic use at home

  5. Kemasan botol plastik

    Memang sih saat kepepet, sangat perlu dan nggak ada pilihan lain, kita kudu dihadapkan dengan pilihan kemasan. Saat itu terjadi, selalu pilih kemasan yang terbuat dari box atau cardboard daripada yang jelas-jelas terbuat dari botol plastik.

  6.  Telenan plastik

    Telenan atau papan kayu adalah pilihan bagus untuk mengganti ini. Kayu jauh lebih baik dan sehat, cara membersihkannya pun mudah (gosok dengan irisan lemon). Kadang saat telenan plastik digunakan untuk memotong sesuatu yang raw bakterinya susah dibersihkan dan kadang mengeluarkan toxic yang kita nggak ketahui saat dicuci dengan air panas.

Begitulah kira-kira. Yuk dicoba yukkk! Dimulai dari yang paling gampang dan memungkinkan dulu!! Semangattttt!! Tiap hari saya mikirnya ini adalah sebuah challenge yang somehow harus dipecahkan. How interesting life is 🙂  Please share juga kalau ada ide-ide lain yang saya bisa terapkan untuk hal-hal basic kaya gini di dapur.

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply