Browsing Category

Life

Dreams Hidup Minimalis Life Self growth

Time Management

5th August 2018 - 9 min read

Semakin kesini semakin nyadar bahwa waktu berjalan dengan cepat dan rasanya tuh selalu ngerasa nggak cukup. Ngerasa juga nggak sih kalian? And then you look back and then you question where does time fly, plus checked in on what you have done and you can’t really name what’s worth mentioning? Untuk orang-orang yang banyak kegiatan, biasanya seperti kehabisan waktu dan waktu 24 jam nggak cukup. Yang sudah plan aja masih ngerasa nggak cukup apalagi saat nggak diplan sama sekali. Memang sih sebaik-baiknya ngeplan waktu juga pasti ada aja kan yang tiba-tiba terjadi, tapi seenggaknya dengan sadar akan konsep waktu dan kegunaannya kita jadi bisa less procrastinate.

Pertanyaannya apakah kita sudah nge-plan dengan proper atau bahkan sudahkah nge-plan at all? Let’s reflect dan check out what we have done so far. 16 jam (24 jam-minus jam tidur) itu banyak lho sebenernya. Dan kita bisa fit ini semua yang kita mau lakukan, asal dimanage dengan baik.

Kalau dipikir-pikir step ini juga sangat berelasi dengan konsep hidup minimalis. Step ini akan mengharuskan kita untuk ngelist apa aja yang sebenernya harus difokuskan, instead of  letting the time flows dan hanya ngelakuin tergantung kemana waktu dan challenge membawa. Jadi garis besarnya adalah it’s all about simplifying your life, membuat space untuk hal-hal yang substantial yang harus dilakukan. Untuk fokus ke hal-hal penting di dalam kehidupan kita.

First thing first, untuk kita membuat waktu lebih di dalam keseharian kita, pertama-tama kita harus melihat kemana waktu kita pergi. Kemudian kita bisa kontrol dan meluangkan waktu untuk make things happen. Kuncinya adalah take time to manage your time. Duduk dan organize all in paper or in your digital note (Free Ideal weekly plan yang bisa didownload 🙂)

Caution: Poin-poin dibawah ini hanya sekedar guideline dan beberapa cara yang mungkin nggak sempurna. At the end of the day, semua terserah kalian dan see what works for you! Semoga bermanfaat!

Aku pengen share tips dan tricks yang bisa bikin aku gunain waktu dengan lebih baik. Bukan berarti aku nggak pernah procrastinate, pernah juga, sering bahkan apalagi pas pulang kantor abis makan malem pengennya ngebo aja nontonin youtube sampe ketiduran. But yeah, I do realize, managing time well will clear up more space for side hustle, people, hobbies, study interest and rests, no time for ‘ngebo’.. You’ll fit in more things. 

1. Words vomit

Biasanya aku ngelakuin ini pagi-pagi bangun tidur setelah exercise/yoga dan juga sepanjang hari jika perlu. Kira-kira alokasi waktu 5-10 menit di pagi hari. Words vomit itu menumpahkan semua yang ada di kepala, soal apapun. Apa yang kamu pikirkan saat itu, to do list, gratitude, literally everything. Dengan mengeluarkan apa yang ada di kepala, kita jadi bisa lebih fokus dan efisien dalam mengerjakan sesuatu karena kita nggak perlu takut lupa atau terus mengingat-ngingat sesuatu. Udah diinget-inget bikin nggak fokus, akhirnya lupa juga karena kita semua manusia. Dengan numpahin semua, kepala kita jadi ada space extra untuk ngerjain task secara lebih efektif dan produktif.

2. Make a realistic to do list

To do list adalah senjata saat kita melakukannya dengan benar. Ada masanya dulu aku tulis semuanya termasuk task-task yang nggak terlalu penting hanya karena aku suka sekali rasanya scratch the list karena tasknya sudah accomplished. 

Break down secara besar kemudian dikecilkan. Mulai dari goal besar di bulan itu, kemudian di perkecil ke Ideal weekly plan. Nah ada rule of 3 yang juga bisa dijadikan sebagai acuan. Intinya sih daripada kewalahan dengan tugas yang terlalu banyak di checklist, kamu bisa memilih 3 hal yang paling penting yang ingin dicapai. Ini membuat kita memegang kendali lebih. Tapi 3 tasks ini harus non negotiable, sedang yang lain yang tidak tertulis bisa lebih negotiable. What is something you can let go of or save later?

3. Allocate time

Di dalem to-do list, alokasikan waktu secara spesifik. Seperti 1 jam, 2 jam dst. Kalau perlu, nyalain alarm untuk ini. Pernah sadar kalau biasanya kita wander around nggak? tiba-tiba buka social media, scrolling like there is no tomorrow. Tiba-tiba 5, 10, 15 menit ilang gitu aja.. We lose track on social media. Nah untuk mengurangi kemungkinan itu, coba alokasikan waktu di setiap aktivitas yang pengen dikerjakan di hari itu. Kalau kita alokasikan waktu dengan proper dan realistis, pasti a task will be done accordingly. 

Distraction itu manusiawi pasti terjadi pada siapapun. Don’t fight it, but accept and moderate it. Welcome procrastination and set time for it. Mungkin supaya nggak ganggu, handphone bisa diset airplane mode, atau block social media di komputer yang sering dibuka.. Kadang saking udah jadi habit, jadi unconcious saat melakukannya. Kalau udah gini mungkin waktunya social media detox 🙂

Ada juga Pomodoro techniqueThe Pomodoro Technique adalah filosofi manajemen waktu yang bertujuan untuk memberikan fokus maksimum dan balance dengan fresh mind, sehingga memungkinkan mereka untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dengan kelelahan mental yang lebih sedikit. Prosesnya sederhana banget, untuk setiap proyek sepanjang hari, anggarkan waktu untuk bekerja atau mengerjakan task, kemudian  beristirahatlah secara berkala. Jadi contohnya, setup 25 menit untuk kerja, kemudian 5 menit break. Check out for more detailed information in here

4. Dengan kata-kata verb atau actionable

Gunakan action words di to-do list biar otak jadi bisa memvisualisasi untuk encourage kita bergerak melakukannya. Contohnya saat harus belajar, tulis pagesnya, chapternya dan buat sespesifik mungkin.

5. Focus and don’t constantly switch to another tasks

6. Staple activities

Multitasking itu sebenernya kurang baik, tapi yang ini menjadi pengecualian. Kita juga pengen baca buku, tapi pengalamanku pribadi aku ngerasa bersalah karena membaca buku juga membutuhkan waktu sedangkan we are just still. Jadi kaya diem aja nggak ngapa-ngapain padahal baca. Supaya tetep bisa nambah ilmu, cari sesuatu aktifitas yang mindless atau nggak perlu mikir. Kemudian bisa denger podcast atau audible atau blinkist. Ketiganya adalah cerita yang berbentuk audio.

Podcast itu free, bisa ditemukan di aplikasi-aplikasi handphone kalian. Di podcast siapapun bisa bikin channel masing-masing kemudian dishare di apps dan siapapun juga yang punya aplikasi ini bisa mendengarkan. Karena siapapun bisa bikin, aku biasanya ke podcast saat aku sudah tau pasti jelas bahwa seseorang yang aku suka memang ada di podcast atau ada subjek tertentu yang kamu pengen denger. Most of the times I had a good experience with this. Tapi karena bentuknya podcast, jadi mirip-mirip youtube atau radio gitu, topik kontennya ada tapi tapi tidak terlalu terstruktur dan suka-suka yang bikin.

Audible ini punyanya amazon yang gratis di bulan pertama tapi berbayar 15 euro/ bulan di bulan-bulan selanjutnya. Menurut aku, it’s super worthwhile. Mengajak untuk selalu belajar akan sesuatu yang baru tiap bulannya. Karena as I said, baca buku biasanya ada aja excusenya, yang ngantuk lah, yang wasting time lah, etc. Dengan audible, kita bisa ngedengerin kapan aja kita pengen, saat lagi nyetir, di public transport, lagi masak dll. A little suggestion: use this apps to listen to something that is relatively easy to follow. Jangan buku-buku kaya sapiens, the theory of earth or things like that. Because the chances are, you have to sit and listen to it focusedly anyway and then you better read a book 🙂

Blinkist ini adalah apps yang merangkum key lessons dari  buku-buku non fiksi selama 15 menit atau kurang. Jadi dalam 15 menit, kita belajar sesuatu yang baru. Aku sendiri belum pernah nyoba apps yang ini, tapi reviewnya bagus banget. Again, ini preferensi yaaaa. Jadi kalau emang nggak tertarik, yaudah nggak usah. Sama seperti Audible, Blinkist ini juga menawarkan free first month trial.

Selain itu bisa juga save tontonan untuk ditonton saat kita lagi digym. Cari sesuatu yang bisa diincorporate dengan sesuatu yang mindless atau nggak perlu mikir. Niscaya, waktumu akan lebih efektif.

 

If we don’t schedule things, things will not happen. Take your time to sit down, relax and schedule your day, week, month, or year 😀

Belgium Hidup di Belanda Hidup Minimalis Life Travel

Caravan Trip to Ardennes

8th April 2018 - 9 min read

Akhir pekan lalu adalah akhir pekan yang panjang karena libur paskah. Keluarga saya dan keluarga kakak saya memutuskan untuk menyewa camper van untuk perjalanan ke Ardennes, Belgium. Ardennes adalah sebuah region yang terdiri dari wilayah hutan yang luas, medan yang naik turun, bukit yang terbentuk dari fitur geologis pegunungan Ardennes dan cekungan sungai-sungai yang mengelilingi. Perjalanan dari Den Haag tempat kakak saya tinggal memakan waktu sekitar 4 jam. Damar dan saya sudah lama sekali ingin berlibur menggunakan camper van dan begitu pula kakak saya. Perencanaan trip ini lumayan last minute, tapi semuanya berjalan dengan baik.

Soal camper van, katanya setengah populasi orang di Belanda ini punya camper van lho. Makanya jadi pengen nyoba the hype, apa sih yang bikin orang belanda seneng dengan kegiatan ini. Salah satunya ya karena bisa memboyong rumah mereka kemanapun mereka pergi dan tentunya faktor pelit/hemat 😛

Kami bertujuh, 5 adults (saya, damar, adek kami, kakak saya, suaminya) dan 2 anak kecil (anak-anak kakak saya) untuk camper bermuatan 6 orang. Untuk perjalanan pertama menggunakan camper, rasanya semua menyenangkan walau di awal-awal kami perlu benar-benar harus cek bahwa barang di dalam camper aman dan tidak akan bergerak mengikuti laju camper. Kami berangkat pukul 5 sore karena memang peraturan dari camptoo.nl dimana kita menyewa camper, camper hanya boleh dijemput di atas pukul 3 sore. Kebetulan camper yang kami pilih berlokasi di luar kota, jadi perjalanan penjemputan sendiri sudah cukup lama. Camptoo ini kurang lebih memiliki konsep sama dengan snapcar atau airbnb, jadi campernya milik orang dan disewakan saat tidak digunakan.

Di jalan lumayan mati gaya karena nggak bawa banyak mainan. Untung saya bawa buku dan earphone jadi bisa dengar podcast saat yang lain tidur. Setelah 5 jam di jalan, akhirnya kami pun sampai di camping site yang kami sudah book sebelumnya, namanya Parc La Clusure yang terletak di Bure (Tellin). Pemiliknya orang belanda, kami memutuskan menginap disitu karena ratingnya yang bagus plus tempatnya yang friendly untuk anak-anak. Fasilitasnya termasuk kolam renang, play ground di banyak titik, dan lain-lain. Setelah sampai, reception-nya sudah tutup tapi bisa bel dan salah satu dari kru mereka keluar untuk membantu kami cek in sekaligus menjelaskan hal-hal standar soal camp site mereka. Servisnya bagus dan ramah sekali..

Hal pertama yang harus dilakukan saat sampai di camping site adalah mengisi air dan menyambungkan ke listrik. Tujuan untuk mengisi air adalah untuk heating, kamar mandi, dapur, sedangkan menyambungkan listrik adalah untuk penerangan dan juga kulkas (yes mbak Vicka sudah menyiapkan banyak makanan yang pre-cook dari Belanda, jadi bisa runyam kalau sampai bermasalah dengan ini). Listrik oke, karena bisa dengan mudah dicolok di parkiran camper. Tapi karena hari sudah gelap, kami memutuskan untuk tidak pergi ke camper station untuk mengisi air toh juga karena kebetulan tempat sanitasi dekat sekali dari tempat parkir kami. Saat itu kami tidak tahu bahwa air juga berhubungan dengan sistem pemanas. Alhasil, semalaman kami mengginggil kedinginan, untung beberapa dari kami membawa sleeping bag. Lesson learned: Always consider these things! dan karena ini bukan camper kami sendiri, selalu make sure gimana cara kerja hal-hal esensial seperti ini.

DAY  1

Kami bangun lumayan siang hari itu, kayanya masih kecapaian dari perjalanan panjang. Note: Kita nggak boleh tiduran di kasur selama perjalanan walaupun kasurnya lega dan keliatan enak banget ditidurin. Dan karena ada 2 anak-anak yang wajib pake car seat, akhirnya saya, Damar dan Giras duduk dempet-dempetan di kursi yang seharusnya buat 2 orang hahaha. Lelah lah rasa otot-ototnya. Sekitar pukul 09.30 pagi, kami mulai beraktivitas, ada yang mandi, isi air, siapkan makan dll.

Aktivitas hari itu adalah HIKING. Dan ternyata daerah di camping site itu indah sekali, tipikal keindahan Ardennes. Mereka punya rute khusus sejauh 4 km (still okay for kids – Mbak Qila sama dek Dina itungannya hebat, harus selalu disemangatin). Dan kami pun mengikuti rute itu. Bagus banget nget nget ngettttt. Serasa kaya di New Zealand. Beruntung banget pagi itu cuaca cerah dan matahari nggak malu-malu keluar.

Total kira-kira kami berjalan sambil menikmati selama 2-3 jam. Nggak lama setelah kami sampai kembali di camping site, hujan mengguyur dan nggak berhenti-berhenti sampai malam.

Tips: Bawa bekal (minum dan makan), maps, dan extra sunscreen. Rute 4km is super worth it!

DAY 2

Kami berencana ke kota sebelah yang bernama Rochefort yang nggak kalah cantiknya. Disitu terletak gua Grotte de Han yang masih aktif (masih membentuk stalaktit dan stalakmit, juga ditinggali tumbuhan dan binatang) dan menarik sekali karena perjalanan ke gua-nya harus dengan kereta (sudah termasuk di harga tiket). Gua itu adalah hasil dari erosi bawah tanah bukit batu kapur oleh sungai Lesse. Di dalamnya sepertia sungai berliku-liku. Di area ini nggak hanya gua dan jalan kereta yang menarik tapi juga hutannya karena kita bisa melihat banyak binatang-binatang (tiger, babi hutan, beruang dll) yang pastinya dipagari tanpa menghilangkan habitatnya. Safari ini bisa dilakukan berjalan kaki ataupun dengan kereta. Juga ada playground besar untuk anak-anak main. Semuanya happy! Hanya saja hari itu hawanya dingiiiin, sampai saya kembung hahaa.

Caravan-Trip-Ardennes-Hiking

Main di playground

Kami kembali ke penginapan sekitar pukul 7 sore dan dilanjutkan dengan makan dan istirahat untuk siap-siap bangun pagi keesokan harinya. Rencana keesokan hari adalah berfoto dengan camper van di salah satu titik tinggi untuk menunjukkan keindahan alamnya. Kami semua harus bergegas karena peraturan camptoo untuk pengembalian adalah selambat-lambatnya pukul 12 siang. Itu pun kami terlambat dan hasilnya dicharge ekstra satu hari. Peraturan tetep peraturan, ah yasudahlah.. yang penting kami semua have fun!

Tips: Beli tiket di tempat kamu menginap karena lebih murah dan tidak perlu antre.

Caravan-Trip-Ardennes-Grotte-de-Han Caravan-Trip-Ardennes-Grotte-de-Han

Rincian biaya pengeluaran (4 hari 3 malam, 6 people*)

Sewa Camper Van                  : €231
Denda keterlambatan            : € 72
Bensin                                       : € 100
Makan                                       : € 50
Camp Site                                 : € 180
Cave entrance (+safari)         : € 155
Total                                       : € 788

Biaya per hari per orang        : € 43,7

*2 kids dihitung jadi 1

Tips and trick

  • Siapkan makanan dan bahan makanan, kelebihan dari camper van adalah nggak ada maksimal bawa barang. Jadi bebas! Meal planning dan meal prep play a big role untuk berhemat uang dan waktu.
  • Cek cuaca untuk bersiap bawa perbekalan. Sleeping bag akan sangat berguna di waktu-waktu dingin in case heater-nya mati. Kalau cuacanya bagus bisa bawa barbeque, kalau cuacanya jelek bisa bawa ekstra peralatan bersih-bersih haha
  • Bawa lighter untuk menyalakan kompor.
  • Bawa mainan atau time killer (ipod, buku, dll) untuk road trip.
  • Bawa bantal, sprei dan selimut
  • Siapkan wadah untuk sampah
  • Untuk reduce sampah plasti di perjalanan dengan camper: Bawa masing-masing botol minum, cuttlery dan kotak makan untuk bekal. Karena untungnya di dalam camper kami sudah tersedia peralatan makan.
  • Di camping site kami, wifi hanya bisa digunakan oleh satu orang. Bisa bawa router untuk memecah wifi.
  • Pergilah dengan orang yang kamu nyaman, karena lingkupnya bakal disitu-situ aja. Gak banyak tempat untuk escape. So bringing intimate friends or family adalah pilihan yang baik.
  • Bawa sabun cuci piring dan sponge-nya!!!

All in all, it was a very cool experience!!! Selamat mencoba!! I’d say this is one of the things to do before you leave Netherlands 😉

Culinary Hidup Minimalis Life Zero Waste Journey

Current Obsession – Teh jahe lemon

25th March 2018 - 3 min read

My current obsession nowadays adalah Ginger Lemon tea atau teh jahe lemon. Awalnya gara-gara liat salah satu blogger/vlogger/business woman favorit saya, Mimi Ikonn yang selalu minum Ginger Lemon tea. Jadi terinspirasi karena sebenarnya dua hal ini adalah dua hal yang selalu ada di rumah. Awalnya saya ngira minum teh ini setiap pagi hanya untuk menyegarkan diri. Super mudah untuk dipersiapkan, tetapi juga memberi banyak manfaat kesehatan. Dan begitu baca manfaatnya, saya lebih yakin lagi untuk mencoba dan menjadikannya rutin. Dan ternyata enakk.. Awalnya saya taruh jahenya pelit2 gitu, tapi ternyata jahenya kurang kerasa. Setelah saya ambil agak gedean plus digeprek, rasa jahenya lebih keluar dan enak banget di tenggorokan. Dan satu lagi saya tambahin madu..

Benefitnya*:

  • Meringankan gejala pilek dan flu. Semua bahan ini memiliki kualitas obat alami mereka sendiri dan ketika dikombinasikan akan menjadi teh yang menenangkan dan santai yang dapat meredakan gejala dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Jahe bisa membantu mencegah pembekuan darah dan mengurangi kolesterol. Ini dapat membantu melawan penyakit jantung, di mana pembuluh darah menjadi tersumbat dan menyebabkan stroke atau serangan jantung.
  • Jahe dapat membantu mencegah atau mengobati muntah dan mual. Ini juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang terkait dengan perut. Bisa meringankan perut yang upset.
  • Ketika ditambahkan ke teh, jus lemon dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Jus lemon adalah sumber vitamin C yang baik, vitamin yang larut dalam air yang membantu menyembuhkan luka dan memperbaiki serta memelihara tulang dan gigi. Sebagai antioksidan, vitamin C membantu melawan molekul jahat yang disebut radikal bebas yang merusak DNA dan dapat berkontribusi pada pengembangan masalah kesehatan, termasuk kanker, arthritis dan penyakit jantung.
  • Untuk meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Lemon mengandung bioflavonoid yang membantu mempertahankan kadar vitamin C yang cukup di setiap sel tubuh Anda.
  • Improves mood and concentration
  • Helps improve liver function
http://www.stylecraze.com/articles/benefits-of-lemon-ginger-tea-for-skin-hair-and-health/#gref
http://healthyeating.sfgate.com/health-benefits-ginger-lemon-honey-tea-10658.html
http://www.vegkitchen.com/tips/
https://www.organicfacts.net/health-benefits/beverage
Hidup di Belanda Life Zero Waste Journey

Weekend routine and zero waste groceries haul

8th March 2018 - 4 min read

Sebenernya rutinitas pagi hari-hari biasa dan di weekend more or less sama sih. Bedanya di weekend lebih bisa leyeh-leyeh dan bangunnya lebih siang. Di weekend pun saya nggak kelewat buat morning routine. Menurut riset, yang sudah saya validasi (setelah mencoba menjadikan habit), pagi hari adalah waktu yang paling oke dan efisien untuk fokus ke diri sendiri. Damar biasanya bangun lebih siangan daripada saya, jadi perfect banget. Ada kalanya juga saya males-malesan dan kalau saya sudah skip morning routine terlalu lama, biasanya kerasa banget mentally (lebih gampang annoyed plus stress) dan physically (karena artinya secara otomatis saya skip olahraga). Menetapkan rutinitas pagi weekend ngebantu banget untuk bikin kita ngerasa punya kendali atas waktu, pikiran dan tubuh. It keeps me balanced! Dan yakin banget ini adalah salah satu cara untuk self love. Walaupun rutinitas pagi saya membantu saya memulai hari in my best self, saya nggak menyalahkan diri sendiri saat saya tidak dapat melakukannya. Sebagai gantinya, saya mencoba menyesuaikan hari sesuai kebutuhan.

Check more morning routine ideas here.. Banyak tokoh-tokoh keren yang menceritakan morning routine mereka..

Setelah morning routine biasanya saya tulis plan dan make sure weekend itu akan menjadi weekend yang produktif. Saya ngerasa sayang aja kalau waktu di weekend cuma dipake buat nonton film. Bukannya ngga boleh, saya pun kadang-kadang juga gitu tapi nggak pernah bisa nggak ngerasa bersalah. Atau kalau saya memutuskan untuk nonton film yang bener-bener pengen saya tonton, harus ada pay off yang saya kerjakan setelahnya. Ini juga berkaitan dengan post saya sebelumnya soal how to slow down the time. Saya ngerasa dengan saya nonton film dan leha-leha, waktu jadi cepet banget berlalu. Tiba-tiba udah malem, tiba-tiba udah minggu.

Share kali ini sebenernya pengen cerita aja sih buat dibaca lagi atau mungkin bisa jadi nambah ide kegiatan dirumah selain nonton film/series 🙂 Hari-hari akhir pekan saya biasanya saya habiskan di rumah bersama Damar. Salah satu alesan untuk tinggal di rumah adalah karena diluar masih dingin walaupun sudah jalan bulan Maret dan selain itu kami berdua memang dasarnya termasuk pasangan yang lumayan selektif soal uang. Makanya kami nggak terlalu sering keluar-keluar makan atau nonton bioskop karena buat kami ini bukan prioritas. Dalam setahun bisa banget dihitung jari. Kami lebih pilih untuk melakukan hal mendasar di rumah dan juga travelling. Buat kami travelling adalah salah satu prioritas penting dan sekarang ini kami sedang merencanakan perjalanan lumayan besar yang butuh kesiapan mental dan finansial. Semoga rencana kami dilancarkan Aamiin aamiinn.

Biasanya kalau nggak dirumah, Damar dan saya jalan ke taman atau ke tempat baru yang kami belum pernah datangi entah itu museum, gang, kadang cafe, atau concept store. Kadang kalau lagi pengen banget, kami ngopi sambil ngobrol ngalur ngidul diluar, berdua aja. Dibanding Damar, saya lebih bersosial dengan teman-teman, tapi itupun saya bener-bener cuma pergi dengan temen yang saya tahu saya nggak hanya cuma basa-basi.

Dibawah ini beberapa point penting yang saya wajib lakukan di akhir pekan

Meditation 

HIIT dan Yoga

Have a big brunch

Long coffee while writing down gratitude journal, planning the day and maybe the rest of the week

Prioritize what is important

Make time for hobbies

Meal Prep

Groceries 

Ini dia groceries zero waste beberapa waktu lalu. Masih tetep berusaha walaupun the struggle is real

Weekend routine and groceries haul

More ideas here

We are all responsible in how to spend our life.

Design a simple organized life. Start here. Start now.

Life Self growth Thoughts

My 10 commandements and Secret of Adulthood

8th January 2018 - 2 min read

I found this post again on my journal that I wrote 2 years ago. Thought to have it written down digitally as well. I blurry remember that a book has inspired me to write this. I think it’s ‘Happiness Project’

My Commandements

  1. Be Maurilla (Cheerful, sometimes quite when needed, rather introvert, positive, approachable and easy going, have faith in God and have a strong belief on herself)
  2. Renounce and enjoy – LET IT GO THINGS!
  3. DO IT NOW!
  4. Enjoy the process, the result is the second in the chain
  5. Do the right things and do it right, follow that gut of yours!!!
  6. Always LOVE, there is always love
  7. Fake it till you feel it. Just take chances in anything even though you think you are not ready. You’ll never be 100% ready. Action and feeling go together, feel because of the way we act.
  8. Identify the problem and focus on the solution
  9. Be better every single day
  10. Imagination beats brilliance

Secret of Adulthood

  • It is very easy to be heavy, hard to be light. It is easy to judge, hard to retrospect, easy to see and count bad things than good things. Always do the heavier.
  • I am the master of my fate, the captain of my soul
  • It is OKAY to ask for help
  • You just CANT please everyone
  • People don’t notice your mistake as much as you do. You’re the worst judge in this life
  • Do not mind a mistake you make that won’t matter 5 years from now. Just chill!
  • It does not hurt or take effort to be nice
Life Resolutions Self growth

Resolusi tahun 2018 saya

31st December 2017 - 4 min read

Tiba saatnya saya menulis secara detail apa-apa aja yang pengen saya capai di tahun depan. I am so ready to embrace new year! This year, the theme will be BE BOLD, jadi apa yang saya tulis akan revolve around it. Di keseharian saya, saya akan selalu ingat kata itu BE BOLD. Keep the theme simple to remember. One to 3 words are fine.

  1.  Menginspirasi lebih banyak orang

Cara yang saya ingin lakukan adalah menulis blog lebih sering lagi dengan topik #selfgrowth. Dua blog tiap minggu.

      2. Belajar hal baru

  • Saya pengen banget belajar lebih banyak soal Ayurveda (mind-body health system). Dari sini saya akan mendapat lebih banyak insight untuk lebih mengerti tubuh saya dan apa yang baik untuk tubuh saya. Jadi antara saya akan mengambil course atau subscribe Sahara Rose di bulan Januari dan akan menyelesaikannya selama 1 bulan. Check it out, it’s so interesting! Januari
  • Ambil tes DNA dan belajar soal ancestor di dalam DNA saya. Yang saya tahu, saya 100% orang Indonesia, begitupun keluarga di atas-atas saya yang saya tahu. Tapi setelah baca buku sapiens, saya jadi intrigued akan apa yang sebenarnya ada di DNA saya, karena sebenaranya semuanya berkaitan. Saya yakin ada sekian persen African di DNA saya (dan seluruh orang di dunia). Kalau kalian juga tertarik, coba cek siniFebruari
  • Cryptocurrency Maret
  • Explore more the DIY of natural products. Bisa bikin body scrub sendiri dan deodorant roll-on.  Januari-Maret
  • dll which will come

      3. Expand ALAMI Naturals (alaminaturals.com) and find wholesalers. Open pop up store.

      4. Have a slow morning and commit to it

Keseharian yang sudah dimulai 3 bulan lalu tapi nggak selau masih hangat-hangat tai ayam, pengen lebih dikomitin lagi. SETIAP HARI khususnya week days! Tidur jam 11 maksimal bangun tidur jam 7 pagi -> Gratitude journal-> minum air putih dan a shot of apple cidar vinegar -> keluarin frozen fruits biasanya bahan untuk breakfast -> Yoga/HIIT -> Meditasi -> Write to do list dan intention of the day -> Mandi -> sholat -> siap-siap berangkat ke kantor

      5. Khatam terjemahan  di bulan Januari

      6. Pilgrimage (insha Allah aaamiinn)

      7. Takes time untuk sholat di kantor

      8. Tilawah setiap hari, belajar tajwid dan membaca dengan indah

      9. Sholat dhuha in the weekend! No reason not to! Harus hapal surah dhuha lagi

      10. Baca hardcover book, 10 pages a day and keep listening to audible (one book one month)

      11. Maximum 1 hour spent on the phone (track it with an app)

     12. Live towards green and zero waste 

  • Use Ecosia as browser
  • No plastic use for fruits and other materials in the supermarket or market
  • Shop 2nd hands
  • Makan daging merah maksimal 1x seminggu, daging putih 3x seminggu
  • Replace plastic wrap to compostable sustainable food wrap
  • Trying out menstrual cup (omg omg omg) will buy tonight. Let’s seee!
  • ALWAYS separate trash! 
  • No use plastic utensil, bawa sendiri dari rumah
  • Ngurangin pemakaian air

     13. GARDENING! HEHE summer nanti pengen nanam makanan sendiri di teras.

     14. Say more thank you than sorry.

Contohnya: Kalau telat, instead of bilang maaf aku telat, bilang terima kasih sudah nunggu, etc. Or say both actually. Say more thank yous!

     15. Walk my talk and my value. Keep on asking myself if what I do is parallel with my value.

This list will keep on and on… I’ll keep on adding it 🙂

 

Life Resolutions Self growth

Beberapa cara untuk memulai tahun baru 2018

31st December 2017 - 4 min read

Yes yes yes! It’s the time of the year again. Sebagian dari kita mungkin sudah selesai merumuskannya, tapi catatan itu selalu bisa ditambah atau bagi yang belum, jangan pernah merasa terlambat 🙂 ! These are things you can do to enhance your life and expand yourself in the new year.  Jangan pernah berhenti mengepakkan sayap dan bermimpi.

  1. Determine ‘theme‘ of 2018

Theme tahun 2018 buat saya adalah BEING BOLD. Theme ini tujuannya menjadi pembimbing untuk gambaran besar gimana tahun depan saya akan berjalan. Last year, saya ngerasa terlalu nyaman di beberapa area, karir, kesehatan, olahraga, dan lainnya. Tahun ini saya ingin mendorong lebih keras lagi diri saya untuk mengambil resiko dan merasa tidak nyaman. Saya ingin constantly step out of my comfort zone. Untuk keluar lagi, lebih banyak lagi dan berinteraksi dengan orang baru dan lingkungan baru. Saya ingin lebih berkolaborasi dengan orang lain. Dengan ini, harapannya bisa selalu berlanjut memperbaiki and menginovasi hidup.

    2.  Menulis personal resolution untuk tahun mendatang

Banyak sekali ide-ide sebagain resolusi di tahun baru. Itu bisa apa saja, tapi jangan lupa untuk menulis timeline  dan waktu kapan untuk mencapainya. Berikut adalah inspirasi untuk menulis resolusi di tahun baru. Beberapa adalah resolusi saya sendiri yang akan saya bahas lebih lanjut di post setelah ini:

  • Invest ke dirimu sendiri untuk belajar hal baru atau melakukan sesuatu yang selalu kamu ingin lakukan. The fruit is worth the save up 🙂
  • Membaca hardcover book sebanyak 10 halaman per hari. Menurut saya ini lebih feasible ketimbang goal jumlah buku.
  • Memutus kebiasaan yang kurang baik seperti pegang handphone di kasur, snacking di atas jam 8 malam (berbicara masalah diri sendiri haha).
  • Design your ideal habits in a day – salah satunya buat aku adalah konsisten untuk bangun pagi dan have a slow mindful morning. 
  • Denger audiobooks. Saya akan menulis di post selanjutnya buku-buku apa yang sudah saya dengar dan sangat menginspirasi bahkan membuka pikiran saya lebih luas lagi.
  • Kontrol keuangan. Save dan investasi.
  • Declutter your space bisa termasuk filter barang dan donasi/jual barang yang sudah nggak terpakai. Start living with just enough. 
  • Volunteer. Itu akan selalu ada di resolusi saya, karena ingin lebih banyak lagi dan lagi
  • More adventure in the place you live. Sometimes you take things for granted dan nggak kerasa bahwa banyak banget gem-gem di depan mata yang belum tereksplor.
  • Keep a journal, a gratitude journal and a daily journal. Just to keep record of what you go through that day.
  • Dress up more nicely. Walaupun bekerja di rumah pun, produktifitas dan perasaan akan terasa berbeda saat kita bahagia dengan penampilan kita. Dengan itu jadi pengen keluar, jalan ke taman atau sekadar jalan mencari udara seger. Ga ikhlas uda cantik-cantik terus nggak keluar hehehe.
  • Live towards zero waste

    3. Vision Board!!!!!

Saya cinta banget dengan exercise ini. Kenapa? Karena selain membantu otak kita lebih kreatif lagi dalam memvisualisasikan mimpi kita, juga dengan memvisualisasikan mimpi kita mendatang rasanya jadi lebih dekat. Caranya gampang banget: 1. Cari majalah bekas atau bisa google gambar-gambar di internet kemudian print. Kategorinya bisa dibagi jadi 3 hal misalnya, wellness, career, travel. Juga ambil quote-quote yang menggambarkan personal goal dan inspirasimu. 2. Gunting-gunting 3. Siapkan board dan isolasi 4. Tempel-tempel deh. SO MUCH FUN! Saya ngerjainnya bareng Damar, jadi board ini menggambarkan saya, dia, dan kami berdua. Setelah selesai, letakkan di tempat yang selalu kalian lihat! ps. di atas adalah sepercik vision board kami, masih belum selesai.

Good luck embracing your new year!!!!!!!!! Share your story with me, would you?

Harapan akan selalu ada disana tergantung darimana kita melihat dan sebesar apa kita berani bermimpi

Life Milestone Resolutions Self growth

Year at glance 2017

31st December 2017 - 6 min read

Seperti yang selalu dilakukan Arnold Schwarzenegger, yang merupakan salah satu kunci suksesnya adalah menulis resolusi tahun baru dan menandainya. Banyak orang di dunia ini yang termotivasi di tahun baru untuk menulis resolusi, tapi nggak banyak yang  follow up setiap bulannya, bahkan nggak follow up di akhir tahun. Menurut saya tipsnya, kalau bisa tiap bulan dilihat kembali biar semakin semangat dan bahkan dicoret jika tercapai. Itu akan semakin menyemangati untuk mencoret poin point selanjutnya. Juga tulis resolusi bersamaan dengan deadline. Make a commitment! I will so do it and write in my blog about this. Biasanya breakdown dan timeline hanya saya tulis di jurnal 🙂

Anyway, tiap akhir tahun saya selalu berusaha untuk me-review resolusi di awal tahun sebelum akhirnya menulis resolusi untuk tahun baru. Nggak jarang, resolusi di tahun baru adalah resolusi yang belum tercapai di tahun sebelumnya. Sayangnya resolusi itu ternyata nggak saya tulis di blog. Jadi ini resolusi saya kurang lebihnya dan review-nya, Year at glance: 2017.

  1. Khatam Alqur’an terjemahan

    Baru 3/4 jalan, rencananya bulan depan selesai. Telat dikit nggak papa deh asalkan ada progressnya.

  2. Travel more, using long weekend

    We tried our best, malah ada ke beberapa tempat yang kita sama sekali nggak rencanakan, yaitu UK, Malaysia dan Indonesia.

    Africa

    YES! Walaupun Maroko nggak terlalu afrika-afrika banget dan kami nggak pergi safari, tapi Maroko letak geografisnya di benua Afrika. Checking list benua baru. Alhamdulillah! Somehow juga selalu pengen melanjutkan perjalanan Islamic trail di bagian selatan. It’s majestic to think about the history while visiting it.

    Winter trip

    Kayaknya kita nggak pergi karena budget trip tahun ini sudah habis, dan waktu sudah tinggal 1 hari sebelum New Year haha Mudah-mudahan tahun depan insha Allah.

  3. Camping and hiking

    YES! Kami pergi long weekend ke France Riviera, tepatnya di Gorge du Verdon. Disitu kami pergi camping dan hiking. Rasa-rasanya ini akan jadi sesuatu yang kita bakal lakukan lagi di masa depan.

  4. One month one book

    YES! Audible membantu sekali dalam hal ini. Beberapa tahun belakangan resolusi ini tapi susah banget tercapainya. Sejujurnya aja saya merasa super duper idle kalo lagi baca buku, padahal juga nggak, otaknya mikir. Tapi saya suka merasa bersalah, karena waktu jadi berasa stagnan. Rasanya seperti buang-buang waktu (padahal mah nggak sama sekali, kan belajar hal baru). Biasanya saya prefer untuk melakukan hal lain yang lebih aktif. Walaupun ya nggak bener juga cara mikir kayak gitu. Tapi karena saya begitu, akhirnya buku suka nggak kepegang. Untungnya ada audible, itu solusi banget untuk mendengarkan buku selagi beraktifitas. Saya dengerinnya bisa dimana aja dan sambil ngapain aja. Jadi lebih produktif dan progresif baca bukunya.

  5. Business project

    Selalu jadi mimpi saya untuk membangun bisnis sosial yang bisa menjadi berkah untuk sesama. Dari nyoba tas kanvas, tas kulit, dan banyak juga yang lain dan gagal. Investasi pun gagal. Tapi selalu diambil hikmahnya disitu. Uang hanya alat, alat untuk membantu sesama bukan hanya untuk memperkaya. Saat uang itu hilang, saya percaya bahwa akan ada penggantinya yang lebih baik dan saya masih di pencarian itu. Tapi alhamdulillah ada satu yang akhirnya launch di belanda alaminaturals.com. Puji syukur.. semoga niat yang baik dan cinta dalam pembuatan akan membawa saya ke tingkat berikutnya aamiin.

  6. Be more presence and inner peace

    Yes and no, masih naik turun. Tapi itulah manusia, yang jelas sekarang saya lebih sadar akan pentingnya be presence  dan ingat untuk kembali saat kepala dan pikiran saya kemana-mana.

  7. Keluar makan maksimal seminggu sekali (ajah!)

    Kayaknya oke sih ini, ada kalanya lebih dari satu minggu sekali tapi karena minggu-minggu berikutnya saya nggak kemana-kemana. Sosialisasi adalah investasi yang tidak harus berlebihan. Maka dari itu memilih kawan adalah penting, supaya investasi ini tidak sia-sia. Bisa dari tertawa, ide, hal-hal baru, dsb. Engage with people whom you can exchange values with 🙂 It’s always a give and take, remember that

  8. Date out with Damar for quality time once in a month

    Nyatanya kita berhemat dan biasanya date in hahah masak enak dan coba bikin resep-resep baru. Atau sekedar jalan belanja ke supermarket atau jalan ke taman. Dan juga belajar dan produktif berdua. It’s a quality time I will never exchange. 

  9. Write down gratitude journal everyday, with Damar

    First 6 months kita on track, abis gitu menguap gitu aja hahah Tahun depan lebih baik lagi 🙂

  10. Volunteer once a month

    Cuma 3 x Hikssss.. Tapi juga karena kadang saya nggak ngerasa signifikan dan disini membantunya terbatas. Kurang banyak yang bisa dibantu. Jadi saya juga menimbang nimbang apakah itu worth spending time atau nggak. Bisa dibilang lebih banyak yang ingin membantu daripada yang butuh dibantu. Mudah-mudahan tahun depan diberikan kesempatan yang lebih besar untuk volunteer. Aamiiinnn

  11. Got our own house 

    Yes alhamdulillah

  12. Investing ONLY in friendship that matters and inspirational

    Yes!

  13. Reunite with Family 

    Yes, my family and Damar’s. It’s truly valuable

 

Life Quotes Self growth Thoughts

A message to my younger self

22nd June 2017 - 6 min read

I just looked at my college graduation pictures 4 years ago (thanks to Facebook). And suddenly my times flew back to my younger self. Today, if I was asked what would be a message for my younger, I would definitely give a bunch of advise. I often shook my head looking at some young women around. Then I realized I’d be no different than all of them if only the social media was as crazy as today. Probably people will roll their eyes at me seeing how dramatic I could had been.

Okay so here we go:

You are special and beautiful as you are

I had my moments, a lot of them, back from elementary school-high school, when I felt discomfort with my own skin. There were always issues with my physical appearance. My hair that was wavy and messy, my skin that was fairly dark, my height that was insufficient compared to the kids around my age. In my country, there was this standard of beauty. Ones have to have white skin, straight black long hair, and tall. I always wished that I was different and tried to change myself to be somebody else.

Growing up, I realized that being confident in my own skin will make me look beautiful anyway. And working in the inside is actually something that I can control while physical is something we were born with. There is nothing more attractive than a confident and kind-warm-hearted person. The moment I surrender and actually feel no longer different but unique/special than other people, it is when I attract other people more. When you accept yourself, you will find peace in life.

Be grateful and always look at the positive

Each day I feel the benefit more and more by praising gratitude. When I was young, I easily got upset and questioned my self-worth just by simple things. Instead of focusing in the negativity and asking what was wrong with me, I’d tell my younger self to not to be self-centered. See the surrounding, open the eyes and be grateful of what you have. Not so many people have the privileges like you. Even being able to breath is a privilege. Every negative mind is a waste of living time. Gratitude makes you happier and it only attracts more and more things to be grateful for. I wish I had started writing down my gratitude journal since I was at school.

Everyday is a good day and validating yourself is also very essentials in order to have a positive mind. I always believe, what we want we will become. By affirming my very self, the brain will work along to achieve it.

Do not get attached to someone/something

I was a kind of girl who would jump from one relationship to another. If I could turn back the time, I would not change it differently. But I wish I had known better that those relationships were wasting my precious time. I guess it’s because I like the feeling to be ‘settled’ and that is really dangerous. That did not make me grow, period. I only wanted to spend times with my exes than doing something worthwhile for my own development. With each of my exes, I thought they would be the one that I invested so many things in them. In fact, I do think it’s much more important to keep up with yourself, to live life and collect as many networks as possible.

The attachment feeling urged me to put other people’s priority on top of me because I was afraid of losing them. Well, now I know that’s better than losing myself.

For the note of the something, we all live in materialistic way nowadays. Yet, the dependency to other things do not bring any goods to us. It gives you worry and the sense of not enough.

Be conscious of who you spend the time with

You are the average 5 people that you spend most of your time with. Make sure you are surrounded by people who lift you up, not bring you down. It certainly was difficult when I was teenager because I did not have any self secure. I kept on trying to have self-actualization from the external and that includes hang out with people I did not enjoy hanging out with. I did not know who I was and what kind of person I wanted to be like, but one thing for sure, you would feel it when you hang out with the right person.

You should not keep friends forever, it’s okay to eliminate them because you also grow as a person. That might sound selfish, but you have to be selfish for yourself. You only live half a second after all.

Never settle down

“If you can’t fly then run, if you can’t run then walk, if you can’t walk then crawl, but whatever you do you have to keep moving forward.” – Martin Luther King Jr

And that is enough said.

Be independent and love yourself

All the above points have one simple result – A happier life. All those are manifestation of loving your self..

xxx

 

Life Quotes Resolutions Self growth Thoughts

2016 Year Review

22nd January 2017 - 7 min read

It has nearly the end of the first month after the whole madness and fireworks celebration of the turning year, in fact we only have 11 more months to go this year. It is no secret that time passes quite rapidly. People say it does when we enjoy what we do. For me, it is both yes and no. Yes because at the moment we have difficulties, the day feels long and short when the other way around. No, because time feels super light speed when it has already passed no matter what you feel on each specific day in the past (exactly what I felt in the New Year’s eve ;)). What I am saying is, time flies anyway, the question is whether we want to look back and make it count or just pass it unconsciously. I think I want to look back and see what I have achieved last year. And as a matter of fact, to be able to achieve what you achieve, you don’t have to particularly enjoy it. Going out from the comfort zone is no enjoyable, but fruitful and we all will be glad eventually that we take risks.

When I thought about it in the New Year’s eve, I felt like I did not do or achieve a lot. But my gratitude journal, my blog, my travel trip has shown differently. I have to say, this is actually one of last year’s important life lesson We are the worse judge of ourselves. I sometimes think that the world or people are against me, that people do things towards me, but in fact they do things for themselves. Of course their actions sometimes make us feel like they’re intentionally targeting us but the reality is they aren’t thinking about you that much, you’re not that special that they would target every action directly toward you. Once I realized that it was easy to move on and focus on my own personal growth and not take everything so personally.

The end of last year, I decided to take the job back from where I was before I moved to TOMS. I had such a big conflict of interest, I was worried people would judge me, would look down on me and all possible thoughts that could possibly happen. It consumed me for quite a while and made me tired, until I realize the above lesson learn. People do not care much about me, they might talk about me, but it’s their concerns, not mine. After all, I felt amazing to be back. Nothing happened as I was worried about. At the end of the day, it’s all about ourselves and what is important for us as long as it is accompanied by relevant values and vision we believe in. And the result is a risk we decide to take.

Another life lesson is, travel and experiences are the best way to spend money . It is memorable and impactful. I did not travel that much last year, but when I saw some images back, I actually kind of did. That is exactly the reason why I always wanted to freeze the memory by keeping a digital album, video, blog and journal. Because I tend to forget things, not that it did not matter, but I just don’t keep up with the little details happened. While these little details are actually a source of gratitude. However, this year, I aim to travel more for the list of destination that has been long awaited. I am so enthusiastic about what life brings and to realize my dreams! I am ready to create a lot of momentum and memorize it.

Last year, I failed doing something that matter to me. A business that has been dear in my heart. I put a lot of things into it, but it just did not work. I think it was not as ready as I wanted it to be, and it is okay. I was upset at first as that was one of my biggest goal last year. However, I shortly realized that I had guts to start it, to do something that I have in my mind. And take chances are one of the most important things happened to me. I learnt from my  mistakes and by doing it I know what I have to anticipate along the way when I start doing it again. I learnt from experiences. I spent not a little money, but I am glad I did, because with it I found out what would not work and what might work.

Lastly, I need to celebrate that I married the man of my dream. Marriage life has not been nothing but pleasant. Yes we have not had our own house, yes we are still figuring out a lot in life, yet I am glad that I go through all this together with a man like Damar. We have hopefully a long time to enjoy the beauty of life together and study in the university of life.

TOAST for a year that has passed and welcome the new year with a long list of goals, vision, and dreams!!! I am so excited as I can be.

There are 2 type of time definition from Newton and Einstein. Newton said time is absolute, Einstein said time is relative. I chose to believe Einstein’s theory. I choose to create my time and its meaning… – MSI