Hidup Minimalis

Minimalist Baby Essentials (Bahasa)

7th August 2019 - 8 min read

Tau kan kalau aku tipe orang yang suka tulis goal hehe. Suka membuat goal dan tujuan spesifik dalam hidup. Karena ada perasaan luar biasa saat suatu goal bisa tercapai. Dan karena kalau nggak, hidup yang akan mengatur kita, bukan sebaliknya. Ada yang bisa relate kah?

Begitu juga saat aku hamil. Kalau bicara soal kehamilan, memang banyak hal yang tidak bisa manusia kontrol. Tapi banyak juga yang bisa kita kontrol termasuk plan apa-apa saja yang mau dilakukan saat hamil dan saat bayi sudah lahir. Kemarin sudah sempat cerita goal-goal saat hamil. Saat bayi sudah lahir, salah satu yang menjadi goal-ku adalah menciptakan lingkungan yang cukup, namun berkualitas dan sehat untuk bayi kami.

Kata cukup pasti akan menjadi perdebatan karena definisi cukup setiap orang berbeda. Dalam hal ini, yang aku maksud cukup adalah lebih kepada barang-barang persiapan yang esensial untuk dimiliki. Walaupun ini anak pertama kami, dimana umumnya ibu ingin membeli semuanya, aku ingin lebih sadar dalam mengkonsumsi dan berusaha seminimal mungkin dan tidak berlebih. Sering sekali aku mendengar teman-teman yang saat anaknya lahir mengatakan kalau jangan beli a,b,c,d,e terlalu banyak karena tidak akan dipakai dan lain-lain.

Aku berusaha membaca pattern-nya dan merangkumnya disini. Bayi kami memang belum lahir, jadi nanti saat baby-nya sudah disini aku akan update soal what works and not. Karena setiap kebutuhan bayi berbeda, jadi memang harus dipraktikan dan dilihat. Intinya, aku tidak ingin menyiapkan sesuatu terlalu banyak yang belum tentu bayiku butuhkan. Jadi, esensial yang minimal adalah my go-to-direction. Pun dari segi warna, walaupun kami tahu gender anak kami, kami memutuskan untuk memilih warna yang unisex, grounded dan earthy. Simultaneously whisper for the baby to be one. Aamiiiiinn.  Unisex agar nanti bisa diturunkan ke adik-adiknya hehe because why label specific gender with one color. Selain itu karena aku juga suka yang sangat simpel, plus bisa mix and match dengan barang-barang yang lain. Karena selama ini aku lihat, memang banyak sekali motif anak-anak yang lucu-lucu, tapi kalau beli yang motif semua akhirnya jadi tabrakan satu sama lain. Dan mataku agak terganggu dengan itu *don’t mind my personal preference 🙂

By the way, sejarah manusia jaman dulu, orang tua berhasil membesarkan bayinya dengan barang yang sedikit/secukupnya. Banyak penemuan-penemuan yang sebetulnya tidak necessary untuk dikonsumsi. Dan aku berusaha untuk mempersiapkan dan riset sebanyak mungkin.

ps. aku nggak beli baru semuanya, beberapa ada yang hand down dari temen and I love it so much. It’s more sustainable that way. Dan kalau aku beli, aku berusaha sekali produk lokal dan dengan material yang sustainable. Nanti suatu saat kalau semua sudah lengkap akan aku share brand favoritku yaa..

Ohya, jangan malu untuk tanya teman atau orang disekitar yang sudah memiliki anak apakah ada barang yang sudah tidak digunakan lagi dan berkenan untuk dijual. Umumnya orang gengsi untuk bertanya, dan yang memiliki barang pun malu untuk menawarkan karena adanya stereotype diluar sana yang menganggap barang tidak seharusnya second hand. So shaaaddd. Sedangkan itu adalah salah satu cara untuk hidup sadar dan berkelanjutan, karena umur bayi itu sangat pendek dan umumnya barang-barangnya masih bagus. Pun biasanya, ibu-ibu itu bingung mau diapakan bajunya.

 

Okay, here we go!

 

Source: https://www.farmhouseonboone.com/farmhouse-on-boone/minimalist-baby-essentials-baby-checklist/

1. Muslin – Apakah Muslin ituuu? Muslin itu sebetulnya adalah kain katun serbaguna yang sangat amat bermanfaat untuk banyak hal. Contohnya, untuk swaddle (bedong), sebagai burp clothes (lap gumoh atau iler), penutup stroller, nursing cover (cover untuk menyusui), untuk menghangatkan bayi, tatakan makan dan lain-lain. 1 fabric for all. Please jangan beli kain sintetis ya.. Malah sebisa mungkin katun organik.

2. Clothes

  • SleepsuitSleepsuit ini digunakan untuk tidur di malam hari. Sebisa mungkin dibedakan dengan baju keseharian, agar bayi tahu perbedaan dan bisa memiliki ekspektasi bahwa saat dia mengenakan baju itu, adalah waktunya untuk tidur. Gitu katanya… Biasanya pula, sleepsuit ini yang tangan dan kakinya panjang agar bayi selalu hangat sepanjang malam
  • Rompers / onesie / baju monyet – Itu lho baju yang ada kancingnya di bagian paha. Ini baju wajib untuk sehari-hari. Untuk newborn baby, tips-nya adalah beli baju yang buka bagian depan (kancing, zipper, tali dll) untuk memudahkan mengganti popok. Atau kalau nggak, beli yang dibagian lengannya lekukan supaya bisa membuka ke bawah.
  • Hat, socks (kaos kaki) + mittens (sarung tangan) + bibs – ini wajib untuk bayi baru lahir untuk menjaga suhu tubuh, tapi nggak perlu banyak-banyak. Aku persiapin 2 biji sih untuk topi dan  pasang kaus kaki dan mittens.
  • Baju pergi – nah ini nggak perlu banyak-banyak apalagi untuk bayi baru lahir. Beberapa biji aja, karena bayi akan lebih banyak di rumah atau digendong dengan bedong.

3. Crib – Banyak sebetulnya alternatif dari crib ini, kemarin ngobrol-ngobrol dengan beberapa temen yang sudah punya bayi. Ada yang bayinya ditaruh di kasur dengan baby nest atau bantuan tudung bayi agar tetap aman, dan lain-lain. Aku sendiri memutuskan untuk pakai crib karena cita-citanya agar bayi bisa mandiri. Nah ini perlu dilihat nanti praktiknya bagaimana, tapi harapan masih besar untuk stick dengan itu.

4. Bantal+Guling+Perlak+Selimut – Aku beli 1 set yang isinya 1 bantal peyang, 2 guling kecil, 1 perlak. Kemudian secara terpisah aku beli 1 ekstra perlak dan juga 1 selimut.

5. Mainan empuk + Buku – Ini secondary dan nggak harus disiapin sebelum bayinya lahir sih. Karena newborn belum terlalu perlu. Tapi menurutku ini salah satu hal esensial yang harus dibudgetkan. Untuk setelah anaknya sudah bisa main-main, aku bercita-cita untuk hanya memberi mainan dari kayu. Paling tidak kayu lebih dominan, plastik sedikit-sedikit saja 🙂

6. Barang-barang hygiene 

  • Sabun shampoo
  • Ember Mandi + attachment yang untuk newborn
  • Handuk
  • Waslap
  • Minyak telon
  • Deterjen baby
  • Baby (clothes) wipe
  • Cloth diaper
  • Sisir + potongan kuku
  • Alkohol
  • Kapas bulet-bulet

7. Carrier (untuk gendong)

8. Car seat – kami ingin membiasakan anak kami duduk di seat khusus di dalam mobil

9. Opsional: Aksesoris, instant swaddle, manual breast pump

10. Laundry basket dan basket untuk yang kotor-kotor (cloth diaper, baby wipes)

Kira-kira itu dia perlengkapan yang esensial. Kami juga akan punya hanya 1 drawer yang akan berfungsi juga sebagai tempat ganti popok di atasnya. Jadi nggak perlu beli meja alas ganti popok khusus.

Ohya, kami memutuskan nggak beli stroller dulu karena pengen baby wearing at least di bulan-bulan pertama, kemudian observe lagi apakah nanti perlu atau nggak 🙂

Salah satu tips juga untuk menjadi minimalis adalah cari barang yang sebisa mungkin multifungsi. Karena dengan marketing jaman sekarang, kadang jadi bias dengan fungsi dari suatu benda.

Nanti insya Allah aku juga akan share tips-tips dan yang harus dipikirkan di mindset untuk menjadi minimalis saat punya bayi. Stay tuneee…

 

Update baby: 31 weeks hari ini, all good and healthy alhamdulillah. Posisinya masih breech, tapi memang dia masih punya banyak space untuk jumpalitan. Minta doanya agar posisi menjadi optimal yahh…

 

Love

Picture source: https://noblecarriage.com/collections/flower-baby?utm_medium=Social&utm_source=Pinterest

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply