All Posts By

Maurilla Imron

Indonesia Travel

Balangan Beach Bali

19th June 2019 - 6 min read

The perks of living in an island dan salah satu alesan kenapa aku mutusin untuk pindah ke Bali, karena tidak harus ke Mall untuk menikmati hari, tapi bisa ke Pantai 🙂 dan ada banyak pilihan.

Weekend seminggu sebelum Lebaran, Damar dan aku pengen main ke pantai. Kita memang berniat untuk eksplor pantai-pantai yang ada di Bali terutama yang nggak terlalu jauh dari tempat kami tinggal di Nusa Dua.

So far, kita sudah ke pantai-pantai di bawah ini

  1. Pantai Mengiat
  2. Pantai Pandawa
  3. Pantai Kuta
  4. Pantai Jimbaran
  5. Pantai Kedonganan
  6. Pantai Nusa Dua

Kalau di list gini, jadi lumayan banyak juga yah hehe dan sedangkan pantai di Bali wah kayanya jumlahnya nggak akan terhitung. Karena banyak sekali pantai-pantai kecil yang nggak semua orang tahu. Justru sebetulnya ini yang mau kita datangi, pantai yang nggak terlalu terkenal-terkenal banget. Tapi semuanya pasti dimulai dari pantai-pantai terkenal dulu. Sebetulnya memang pantai-pantai kecil ini adalah terusan dari pantai-pantai besar. Kekurangannya biasanya adalah tempat yang agak lumayan terpencil/jauh, dengan jalan kecil dan bahkan bergeronjal. Kalau cari-cari pantai gini emang kudu banyak ngobrol dengan orang. Kemarin kami waktu perjalanan mudik ketemu dengan orang asli Medan tapi sudah berpuluh tahun di Bali, dia ternyata orang yang suka mencari secret/hidden beach. Jadi dapat beberapa ilmu dari dia, sayangnya biasanya mereka ini tidak ingat lagi jalan menuju kesananya, karena mereka temukan secara tiba-tiba.

Kali ini kami main ke sebelah barat (dari Nusa Dua) sedikit, namanya adalah Pantai Balangan (Balangan Beach).

Ternyata, walaupun sebenernya belum pernah denger Balangan beach, tapi tempat ini cukup terkenal dengan wave-nya untuk surf terutama untuk yang ingin belajar. Dan pantai ini sebelah-sebelahan dengan Dreamland, Padang-padang. Pasirnya warna putih dan menghadap ke Samudra Hindia. Pantai ini terletak di daerah bukit batu putih Pecatu, bagian selatan Pulau Bali tepat di semenanjung Uluwatu.

Kesananya bisa dengan mobil atau motor, jalan menuju kesananya nggak terlalu besar tapi jalanan-nya nggak terlalu bergelombang. Pinggir jalan masih banyak rawa dan lahan kosong serta rumah penduduk asli sana. Petunjuk-nya pun cukup jelas kalaupun kesana sendiri. Saat sudah mau sampai, mulai terlihat hotel-hotel, homestay, villa, juga beberapa kafe.

Masuknya gratis, hanya bayar parkir sebesar 5000 rupiah untuk mobil dan 2000 rupiah untuk motor. Kemarin begitu sampaidi parkiran, kami salah arah, malah naik bukit bukannya ke pantai. Tapi ternyata, it’s really a blessing in disguise. One of the best scenic place di daerah situ. Panorama yang indah banget. Dari atas terlihat perbedaan warna dari airnya, dari yang paling dekat dengan pantai warnanya turqoise muda, lanjut ke biru muda, baru ke biru tua. Ahhh cantiknya, masya Allah. Kalian yang suka fotografi akan bahagia banget berlama-lama disitu, asal kuat dengan panasnya kalau pas lagi panas. Kebetulan saat kami disana kemarin cuaca agak-agak menuju mendung, jadi jam 11-12 pun nggak terlalu terik.

Ohya, karena letaknya, kalian juga bisa menikmati sunset disitu cuma kami nggak nunggu karena harus pulang menyiapkan buka puasa hehe dan aku ada phone meeting juga sorenya.

Di pantainya bisa banget berenang dan belajar surf buat yang pengen belajar. Tapi tidak ada penjaga pantai yang bertugas. Rata-rata orang yang disitu adalah pelatih-pelatih surfer sekitar atau orang-orang dari warung teras yang berada di sekitar pantai. Ada beberapa warung makan tradisional yang jual makanan dan juga minuman ringan. Ternyata, ada juga banyak kafe disisi timur garis pantai, tapi kita nggak main kesana. Katanya sih baca-baca, waktu yang terbaik untuk datang dengan surf itu di musim kemarau (antara Mei dan September) karena ada angin barat daya yang membuat gelombang lautnya besar dan berputar.

Tapi kalau untuk ke pantainya sendiri, aku akan suggest untuk cek weather forecast dulu sebelumnya. Kalau mendung, boleh deh seharian dan nggak ada masalah mau jam berapa di Pantai. Tapi kalau hari yang normal, lebih baik datang sebelum jam 110siang dan setelah jam 3 atau 4 sore.

What I like about this beach

  1. Nggak ramai (!!!!!)
  2. Pantainya super bersih, kayanya sih karena nggak ramai itu tadi
  3. Nggak macem-macem, tempatnya super straight forward, tapi semua yang diperlukan ada. Bisa sewa kursi pantai dengan payung seharga 50ribu/kursi
  4. Sepi tapi tetap ada yang jual makanan dan minuman
  5. Banyak orang surfing dan banyak sekolah surfing disitu, jadi in the future tau kalau Damar ingin ambil kelas bisa kesitu
  6. Indah banget panoramanya
  7. Warna lautnya agak turqoise
  8. Masuknya murah!!! bahkan gratis hanya bayar parkir

Ini dia hasil foto-fotonya

Dreams

Dia yang ditunggu…..

18th May 2019 - 9 min read

Alhamdulillah..

WE’RE PREGNANT!!

Salah satu alasan kenapa udah nggak rajin bikin video kemarin-kemarin ini dan sedikit MIA (missing in action). Semoga menjawab yahh.. Alhamdulillahhirobilalamin, puji syukur diberi amanah oleh Allah dan dipercayakan untuk mengandung bayi kecil.

It’s been the longest 4 months, karena kita pengen sekali bilang ke semua orang. Begitu tau kalau hamil rasanya pengen teriak dan bilang ke seluruh dunia, tapi nggak bisa karena hamilnya masih terlalu muda takut kenapa-kenapa. Apalagi inget cerita teman yang pernah hamil kosong (liat disini untuk tahu apa itu hamil kosong) dan itu baru bisa diketahui di atas 7 minggu. Jadi waktu tes dan positif pengen biasa-biasa aja supaya nggak kecewa. Plus orang-orang tua bilang kehamilan di trimester pertama masih sangat rawan, jadi ingin hanya fokus menjaga dan tidak pressure ke siapa-siapa mengenai progress kehamilan.

DO WE EXPECT THIS? 

YES WE DO. We never taken a decision, especially such a big decision like this, lightly. Dari awal kita menikah, kita nggak ingin menjadi pasangan yang begitu menikah langsung punya anak, walaupun kalau diberi nggak akan nolak dan pasti akan disyukuri. Menurut kami memiliki anak adalah sebuah tanggung jawab besar yang nggak bisa main-main. Untuk kami saat itu kami masih terlalu egois untuk bertanggung jawab dengan orang lain apalagi anak kecil yang hidupnya bergantung dengan kita. Kami ingin berdua dulu, membentuk sebuah tim yang solid dan mencapai hal-hal yang kita ingin capai. Ego-nya masih tinggi lah istilahnya. Plus ingin masih menabung dan lebih nyaman demi memberi yang terbaik ke calon anak kami.

Kami ingin saat memutuskan di kondisi yang siap (walaupun nggak akan pernah 100% siap). Walaupun perasaan ingin menjadi ibu nggak bisa dibohongi untuk perempuan, karena kita juga kan punya jam biologis. Jadi keinginan itu sering datang. Damar yang selalu mengingatkan dan berusaha realistis, selalu bertanya kembali ‘bener sudah siap?’. Dari situ selalu berpikir ulang, begitulah kira-kira hampir 3 tahun pernikahan kami. Selalu lupa, dan enjoy karir dan mimpi-mimpi yang ingin gapai. Dimana di salah satu mimpi itu ada dia, calon anak kami.

Sampai saat kami berangkat ke tanah suci kemarin. Perasaan itu semakin menggebu-gebu, Damar masih teguh pada pendiriannya, tapi perlahan mulai berpikir juga ke arah situ. Kami berdua berdoa diberikan yang terbaik dan minta diyakinkan, plus agar diberi kesiapan oleh yang maha pencipta. Dari situ kami berikhtiar untuk mulai mencoba.

HOW/WHEN WE FOUND OUT

Hari itu tanggal 1 Februari. Beberapa hari yang lalu badan rasanya nggak enak, sedikit mual dan malas. Tapi kupikir karena obat thyroid-ku habis. Baca mengenai thyroid disini. Aku akan cerita lebih lanjut dibawah. Intinya, thyroid juga mempengaruhi level energi dari seseorang. Jadi aku pikir karena itu.

Tapi ada yang aneh karena biasanya jadwal menstruasiku maju sekitar 3-5 hari dan aku sedikit demi sedikit melewati hari itu. Sebelumnya pernah ge-er juga, tapi terus tiba-tiba menstruasi itu datang. Jadi nggak mau pede lagi, dan nggak mau tes sampai hari H. Bulan lalu, aku jadwal mens di 2 Januari 2019. Hari itu sudah 1 Februari 2019. Nggak tahan lagi buat nggak ngambil tes. Bangun tidur antara yakin dan nggak, tapi lebih banyak yakinnya, untuk ambil tes (yang sudah aku beli tanpa sepengetahuan Damar, karena nggak pengen dia kecewa).

Aku bangun pagi, ke kamar mandi, ambil tes, sembunyiin dan berangkat sholat.

Di tengah sholat aku berdoa untuk diberikan yang terbaik, komat kamit dan bohong kalau aku bilang aku khusu’ saat itu hahaha. Aku kembali ke kamar mandi, tarik nafas panjang, siap menerima apapun hasilnya.

Dan ternyata… ada sedikit garis kedua yang muncul super samar. Bingung. Gak yakin. Kubaca lagi instruksinya dan katanya saat garis kedua muncul artinya memang hamil.

Oke.. masih nggak yakin.. belum seneng. Cek Damar di kamar, masih pules, aku memutuskan untuk jalan ke drug store paling deket untuk beli Clear Blue test yang ada hitungan berapa lama kehamilan karena kesannya lebih canggih hehe padahal harga gak jauh beda.

Hujan-hujan pagi-pagi jalan sendiri sambil deg-degan dzikir berdoa yang terbaik di jalan. Sampai rumah buru-buru pipis lagi.. Sembunyiin, ditinggal.. cek-cek Damar di kamar masih tidur pules juga. 5 menit.. balik.. this is it.. Bismillahirrohmanirrohim.

Masha Allah, sujud syukur, pengen nangis, campur aduk rasanya, tapi mau santai aja karena belum dicek jadi takut salah.

Langsung mikir, gimana baiknya ngomong sama Damar. Nggak sabar bangunin. See the reaction and how I told him in the video 🙂 Bukan roman-roman terharu kayak Hamish gitu kok hehe

…………….>>Flashback<<………………

Setelah 3 bulan mencoba, aku mulai panik ngelihat orang-orang yang begitu menikah langsung hamil. Bertanya-tanya ada apa ya kira-kira? Haruskah tes dan lain lain? Karena memang selama ini kami belum pernah tes apa-apa.

Sampai di suatu hari terjadi sebuah AHA moment.. Aku ingat wawancara Nola AB THREE yang aku tonton beberapa tahun lalu, dia cerita pengalamannya dia yang susah punya anak. Sampai akhirnya setelah 2 tahun ditemukan bahwa dia punya kelainan thyroid yang dimana thyroid itu sangat berperan dalam pembentukan hormon dan berperan penting dalam kesuburan/kehamilan. Nah, kebetulan keponakan aku punya kelainan thyroid dari lahir, thyroid levelnya lebih rendah dari normal, pun Bapakku baru-baru ini didiagnosa dengan hal yang sama.

Itu jalan Allah….. Allah memberi petunjuk di tempat yang tidak diduga-duga..

Aku pun inisiatif untuk ke dokter, ambil darah untuk cek thyroid level ini. Hasilnya memang dibawah normal sedikit, tapi tidak membahayakan, ujar dokter. Dokter memastikan bahwa itu nggak apa-apa. Tapi aku nggak yakin, sampai aku bilang bahwa aku pengen hamil dan aku pernah baca bahwa thyroid sangat mempengaruhi itu. Secara instan dia bilang ‘THEN YOU NEED A MEDICINE”. Jeng jeng.. angin dari surga rasanya.. Keputusan yang tepat untuk mengikuti apa kata hati.

Jadi obat dari thyroid itu mudah, istilahnya kaya obat penambah darah gitu kalau kekurangan darah. Namun dosisnya tergantung tingkat kekurang thyroid itu. Aku diberi tingkatan terendah (0.25 micro gram).

Long story short, setelah aku minum obat thyroid ini (harus dengan resep dokter), aku hamil.. Masha Allah..

THIS PREGNANCY SO FAR
Sekarang, I’m feeling good! Sudah masuk trimester 2, sekitar 16 weeks.  Baby bump hanya menampakkan wujudnya di dalam baju. Kalau sudah pakai baju nggak kaya orang hamil hehe Baby-nya sekarang seukuran dengan orange. Kita sudah 3x USG, yang 2 pertama di bulan 8 dan 10 waktu di Belanda dan yang ke 3, di Bali kemarin. Alhamdulillah everything is okay.  We feel so blessed! Minta doanya yaaa semoga selalu sehat dan menyenangkan hamilnya juga babynya.

Di 3 bulan pertama, rasanya mual-mual pusing.. Nggak berenergi ngapa-ngapain, kecuali kerja karena wajib. Dan di kantor juga nggak bisa share sama siapa-siapa kecuali managerku. Jadi muka pucat, badan lemas dan lesu tanpa alasan hehe. Terus nggak bisa banget sama bau-bauan, sekarang sudah mending. Di awal kemarin bener-bener nggak selera makan, apalagi masak. Bau bawang ditumis aja hadeuuuhh.. Maunya geletak aja di kamar nggak ngapa-ngapain. Sejujurnya itulah alasan kenapa nggak muncul-muncul 🙁 Karena sebenarnya yang pindahan itu yang banyak kerja adalah Damar. I am so blessed to have such understanding and supporting husband like him. Alhamdulillahhhhhh

Dan menurut aku emang Allah memberi di waktu yang tepat, sekarang dengan aku kerja untuk diri sendiri, aku bisa mengatur waktu juga untuk lebih rileks dan istirahat cukup. Percayalah, tidur siang adalah sebuah hal yang mewah.

HOW WE TOLD

Kita bilang orang tua kita berdua setelah USG di 8 weeks lewat facetime. Setelah itu sedikit-sedikit ke kakak, adik, teman dan kolega terdekat. Paling epic emang ngeliat ekspresi mereka yang juga exciting untuk kita 🙂 We got a lot of hugs and congrats. 

NEXT STEPS
Minta doanya terus untuk bayi dan kehamilan yang sehat, untuk kami juga supaya selalu sehat menjaga kehamilan ini. Sekarang sudah tahu gendernya apa, guess what it is? 

Tapi belum terlalu yakin dan akan lebih yakin lagi setelah 20 weeks. Apapun gendernya nggak akan bikin kami less happy dari kita sekarang. I”ll share my pregnancy book list and my birth plan in coming weeks 🙂

Love you and thank you for all the loves.

 

Dreams Milestone

THE TICKET IS ONE WAY – packing dan kesan pertama ada di Bali, Indonesia

14th April 2019 - 11 min read

Hi semuanyaaaa.. Aku kembali untuk menyapa siapapun yang membaca blog ini atau menonton videoku. Terima kasih banyak. Dan terima kasih banyak banget perhatiannya di Instagram, youtube, yang nyariin aku. Maafkan yahh. Life happened, and there are just many things I had to tackle at the same time. Beberapa di antaranya adalah PINDAHAN.

Yes, buat yang sebagian udah tau aku bermimpi tinggal di Bali sudah dari beberapa tahun lalu karena banyak hal, alam dan pantai adalah beberapa alasan besar di antaranya. Plus aku selalu ingin kembali ke negaraku tercinta, dekat kembali dengan keluarga. Dan alhamdulillah kita diberi kemudahan untuk membuat keputusan itu tahun lalu dan berpindah bulan Maret kemarin.

Jadi, aku dan Damar sudah mulai bersibuk-sibuk ria packing dari bulan Januari. Karena kita ingin mengkapalkan beberapa boxes karena nggak mungkin dibawa di pesawat, plus mengkapalkan barang itu akan menempuh wakt 3 bulan. Barang-barang seperti elektronik, gitar damar, dan alat-alat useful yang kita tau di Indonesia sudah barang tentu sangat mahal. Tapi jangan bayangin kita packing setiap hari ya karena barang kita juga gak sebanyak itu. Kita started slowly seperti ini kira-kira

  1. Pilah dan pilih barang, yang ternyata banyak juga kalau dipikir-pikir ada aja yang nggak dipakai dan bisa dijual. Padahal sudah merasa mempunyai yang paling esensial. Ternyata aku pun juga manusia. Hehe tapi aku emang tahu aku nggak minimalis yang gimana sih, tapi berusaha lebih sadar yang kemudian berujung ke barang yang seadanya. Tapi walaupun sudah berusaha dengan sadar, tetep aja ada yang bisa dijual dan didonasi. Nah gimana kalau nggak sadar?
  2. Dimulai dari kategori-kategori, aku mulai dengan lemari baju.. mulai memasukkan yang aku nggak wajib pakai untuk kemudian di pack bersamaan dengan box yang lain karena juga berfungsi sebagai ‘bubble wrap‘ hehe. Kemudian lanjut dengan peralatan elektronik yang bisa kiranya tidak dipakai hingga beberapa bulan ke depan (mesin kopi, mixer, blender, hiks 🙁 ) tapi nggak apa-apa. Bisa hidup kok tanpa itu semuaaa walaupun serasa kurang. Dan lain-lain.. Eh tapi 1 kesedihan hari ini adalah yoga mat ku yang masih ada di kapal 🙁 kesedihan yang mendalam.
  3. Donasi dan jual-jual, barang-barang yang sekiranya tidak esensial untuk dibawa dan masih bagus kita donasikan jika kita tahu ada tempat membutuhkan untuk menyalurkannya. Yang lainnya sih dijual-jual saja seperti biasa di martkplaats.nl. Salah satu barang yang paling pertama aku jual adalah sepedaku. Dan senangnya aku bisa menjual ini ke temen kantor satu team. I’m sure it’ll be in good hands 🙂
  4. Beres-beres bersih-bersih dapur, permasalahan makanan ini beda cerita walaupun bisa masuk ke bagidan ‘dimulai dari kategori-kategori’. Namun makanan ini terbagi menjadi yang kering dan fresh. Yang kering, aku berusaha makanin dan ngehabisin kecuali bumbu-bumbu dapur. Toh akan ada yang pakai penyewa rumah kita nantinya.. Dan orang Indonesia juga jadi nggak akan kebuang. Kemudian yang basah-basah seperti yang di freezer harus banget dikonsumsi karena sayang walaupun maksimal bisa dimakan oleh penyewa rumah kita nantinya. Tapi sayang aja, toh juga menghemat jadi nggak harus belanja baru 🙂 Ternyata kalau fokusnya ngehabisin apa yang ada di kulkas, ya bisa jadi kreatif.
  5. Packing dan mengirim barang, di masa-masa ini sekitar Maret pertengahan aku lagi tepar banget nggak enak badan. Damar dengan angel-nya ngerjain semuanya sendiri. Things that I am grateful for, so blessed. Dan dia nggak ngeluh sama sekali. Anyhoo, kita nyari ekspedisinya aja udah lama sendiri karena cek-cek harga liat review tanya-tanya dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan http://www.holindo.nl/ Mudah-mudahan sampai semua tepat waktu dan tidak kekurangan suatu apapun aamiin.

Karena kita masih kerja full time dan juga ada agenda-agenda lain, plus aku lagi nggak fit banget 3 bulan belakangan, maka packing ini inginnya memang sedikit-sedikit, karena yang sedikit-sedikit akan lebih efisien untuk waktu menjual, berpikir, mendonasi dll. Untuk meminimalisir barang terbuang percuma aamiin.

Pesawat kemarin kita naik Singapore Airlines, THE TICKET IS ONE WAY. WOW, cannot I believe we get to this point and with our own choice. Kita berangkat tanggal 26 Maret pagi naik bus malam yang langsung ke Schiphol Airport, kami hampir nggak pernah pergi naik taxi kalau memang nggak perlu misalnya kalau pergi sama mama bapak. Karena selain mahal banget, juga yah kalau naik bus bisa bareng dengan 50 orang lainnya. Lancar semuanya. Masih belum terlalu terasa sedih atau gimana, I only cried once sebelumnya. Lebih fokus ke mau naik pesawatnya daripada ninggalin Amsterdam-nya mungkin karena aku tahu kita akan kesana lagi. Aamiin.

Begitu nyampe di pesawat, aku ngebukain kartu-kartu dari sahabat dan kolega yang memang aku sengajain mau bukanya di pesawat aja. Duar. Melerrrr, nangis sesenggukan 🙁 I felt so loved and I am just forever grateful to have met everyone I met. There are always reasons why we encounter someone in our life.

Perjalanan lancar semua alhamdulillah, nyaman, bisa tidur enak.. Menyenangkan.. Excited to be home! Di jalan pastinya nonton film karena aku nggak pernah ke bioskop dan jarang nonton-nonton film haha Jadi bisa nonton A star is born. Terus nangis lagi 🙁

Besokannya jam 9.30 pagi waktu Bali, kami sampai di Bandara Ngurah Rai. Still felt surreal. Nggak percaya kami sudah menapakkan kaki di pulai dewata. First thing first adalahhhhh Bubur Ayam alias Sabu. Kerasa hangatnya nggak cuma dari matahari tapi juga dari orang-orangnya.. Disambut dengan sajen dimana, ahhh welcome to Bali, Indonesia.

Sekarang sudah sekitar 20 hari kita di Bali. Still happy walaupun istilahnya kita memulai lagi dari 0, nggak punya barang-barang harus beli, masih tinggal di kosan dll. Ini kesan-kesan ku selama tinggal di sini, nggak cuma Bali tapi Indonesia pada umumnya.

  1. Orang-orangnya ramah, peduli tapi nggak terlalu peduli. Maksudku, mereka tetap orang Indonesia yang peduli dengan sesama, juga ramah tapi mereka nggak beda-bedakan orang. Walaupun mereka ada kasta-kasta ya, tapi aku juga nggak tau kenapa mereka tidak membedakan siapapun di kehidupan sehari-hari. Apa karena sudah terbiasa dengan orang luar (read: bule) jadi terbawa bahwa semua orang sama dan tidak dilihat dari cara berpakaian dll? Bisa pakai sandal jepit kemana aja. So far siihh dan semoga akan selalu seperti ini. Aku sempet takut akan dipandang gimana karena bukan orang lokal, tapi sama semuanya mereka semua baik. Ohya beberapa hari yang lalu kami diserempet motor dan motornya jatuh. Aku udah panik aja terus ngeliat semua orang berhenti untuk bantuin pengendara motornya, untuk bantuin kami juga bantu benerin spion yang lepas. Ahh you won’t get it in NL. Just so different.. Yang akan terjadi adalah mereka telpon 112 (polisi) dan udah gitu aja ditinggal. Nggak terlalu ada tanggung jawab moral untuk membantu orang di sekitarnya mungkin juga karena rule yahh. Jadi memang kita semua itu unik.
  2. Privilege go massage dan go go yang lainnya. Sangat nyamannn, tapi kalau nggak hati-hati bisa mager dan males haha. Tapi go massage is the best! Apalagi massage di Belanda itu mahal banget. 5x lipat harga di Indonesia. Oya, poinku di atas tadi dibenerkan oleh ibu Made, langganan go massage-ku.
  3. Banyak hiburan murah, yaitu PANTAI! Whoop whoopppp! Pengen nyobain eventually semua pantai. Kemarin baru nyobain 3 pantai sajah. Tapi ini tergantung gaya hidup dan pengen hidup yang kaya gimana ya. Kalau aku sih orangnya santai banget, kalau gak necessary dan gak perlu, males sih ke beach club-beach club gitu. Sayang.. mending buat beli kulkas atau rumah ;D
  4. Dinamis, susah untuk memiliki rutinitas. Banyak kemungkinan yang terjadi, seperti macet, kecelakaan di jalan, emosi naik turun,  yang bisa terjadi. Mungkin salah satu alasan kenapa toko juga tutup sampai malam, karena siang susah banget diprediksi dan banyak habis di jalan. Ini adalah salah satu hal yang aku harus banget adaptasi kembali.
  5. Food is everywhere.  Tapi kalau dipikir-pikir, ya gak semurah itu juga. Cooking is always the cheapest option.
  6. Pengurangan plastik dimana-mana di Bali apalagi dengan PEMDA yang tidak memperbolehkan supermarket untuk menggunakan plastik sampah sekali pakai lagi. Seneng banget tiap kemana-kemana kaya Alfamarkt, toko buku dll selalu ditanya mau pakai plastik atau tidak? Walaupun kalau toko-toko kecil, tetep harus sigap yah. Tapi seneng bahwa kesadaran itu sudah ada. Bayangkan berapa plastik yang dikurangi karena selalu diberi opsi kaya gitu.
  7. Surganya buah tropikal, please dont take it for granted. Salak, duku, nangka, kelengkeng, rambutan, sirsak, they are all sooooo expensive in Netherlands. So so so so expensive belum lagi emisi karbonnya. Disini, it’s good, it’s cheap and you can find it anywhere. Tapi aku harus belajar milih buah nih, kemarin beli asal terus pada busuk 🙁 Kasih tips donggg..

Gitu deh kira-kira, akan banyak lagi ke depannya pengalaman yang Damar dan aku lewati karena kita masih dalam proses settling in. Kemarin akhirnya beli kompor haha horay! Nanti aku akan cerita-cerita sedikit yah.. One thing for sure, hidup di kosan dengan cuma punya 3 pasang alat makan dan pompa untuk ngambil minum dari galon is goodd and it’s enough hehe. Ini sih baru minimalis yang sebener-benernya…

See you soon!

Haji dari Belanda

Checklist perlengkapan haji

3rd November 2018 - 11 min read

Perlengkapan haji adalah hal dari haji yang paling bisa disiapkan dan diminimalisir kekurangannya dengan persiapan yang baik. Terutama karena Haji dari Belanda semua logistik dan supply harus disiapkan secara mandiri. Dari cerita-cerita pengalaman, banyak juga yang saking karena persiapan, paranoid, plus terlalu semangat, akhirnya over packed dan banyak barang-barang nggak perlu yang cuma membuat berat tapi tidak terpakai. Ada juga tim yang bawaannya super simple dan berniat belanja di tempat tujuan. Susahnya saat ada emergency jadi tidak tercover dengan baik jadi harus bergantung ke teman-teman sekitar. Walaupun teman-teman pasti ada yang mau menolong dan punya cadangan, tapi biar merasa lebih aman dan nyaman, baiknya bawa semua sendiri yang memang esensial.

Saya tim tengah-tengah aja yang cukup, nggak terlalu banyak dan sedikit. Kadang melebihi sesuatu karena dengan niatan ingin membantu atau memiliki extra untuk membantu teman-teman haji yang lain. Insya Allah sudah niatkan untuk selalu hands on dan siap membantu jamaah-jamaah lain disekitar terutama di satu grup.

Jadi, dipost ini pengen share barang-barang aja aja yang kami bawa yang bermanfaat, yang tidak bermanfaat dan yang tidak kami bawa dan akan menjadi manfaat. Saya akan membagi ke beberapa kategori

  1. Pakaian

Untuk pakaian ini saya membawa 6 gamis, 5 khamr / jilbab panjang hingga menutupi perut sehingga lebih aman dan 2 daster. Untuk gamis, baiknya yang berbahan mudah kering dan menyerap keringat. Salah satu miskonsepsi adalah gamis harus berwarna putih seperti normalnya jamaah-jamaah haji di Indonesia. Saya membawa 1 baju putih tapi akhirnya ribet sendiri karena harus dobel-dobel saking takut nerawang, begitupun dengan khamr atau jilbab. Untuk pakaian, saya cenderung suka yang gelap dan tidak terlalu mencolok. Kemarin dipinjami kakak saya yang sudah berhaji duluan dan ada beberapa yang warna, tapi nggak apa-apa karena sebenarnya bebas asal tidak membentuk badan, panjang dan bahannya menyerap keringat.

Karena disana hawanya panas dan cenderung gerah, pilih dalaman celana yang dingin. Kalau saya boleh saran, jangan legging hitam yang ngepas di kaki seperti biasa kita pakai sehari-hari, karena akan panas dan bisa jadi nggak nyaman. Lebih baik jangan mengambil resiko dan mencari yang memang bahannya dingin, berwarna terang atau malah celana gombrong seperti yang dipakai dirumah. Celana ini akan berfungsi baik di mina karena bisa tinggal lepas gamis dan tidur. Ohya, jangan lupa juga untuk membawa kaus kaki. Paling enak yang depannya bisa dibuka jadi mudah untuk berwudhu. 3 saja cukup kemudian dicuci-cuci.

Ada tips untuk akhwat, yang tidak ingin terlalu sering mencuci bisa menggunakan kaos daleman yang bisa menyerap keringat. Sehingga keringatnya tidak langsung ke gamis, dan gamis masi bisa dipakai lagi. Ringan, mudah kering dan bisa digunakan berkali-kali..

Untuk ikhwan, baiknya membawa 2 pakaian ihrom. Beli disana juga bisa, harganya kira-kira 120-150 riyal. Kemudian baju 5 potong (2 gamis, 3 atas bawah) juga yang mudah dicuci dan mudah kering.

     2. Alat Ibadah

Alat Ibadah ini adalah tasbih, mukena, alquran kecil terjemah dan sajadah kecil lipat. Tasbih yang saya maksud tidak harus tasbih pada umumnya, tapi ‘tawaf’ counter juga bisa digunakan untuk tasbih tinggal dipakai di jari seperti memakai jam tangan dan dibawa kemana-mana. Kemarin alhamdulillah dapat pinjaman dari temen yang sudah berangkat haji kemudian dapat lagi dari Turkish Airlines. Alhamdulillah semua kepakai karena bisa diberikan ke teman yang counternya hilang. Menurut saya dengan menggunakan ini, bahkan saat tidur pun, jadi mendorong secara otomatis untuk ingat berzikir. Ini salah satu tips dari temen sekamar saya dan memang bener setelah saya praktekkan.

Image result for hajj finger counter

Source foto: https://www.aafiyat.in/hajj-umrah/finger-digital-tally-counter

Mukena untuk saya, saya gunakan hanya di hotel, untuk diluar luar gamis panjang dan khamr sudah lebih dari cukup insya Allah. Mukena juga sangat mudah untuk tinggal dipakai kalau tiba-tiba ada ketukan pintu heheh. Sajadah kecil lipat kudu banget dibawa kemana-mana karena sangat terpakai. Bawa yang ukurannya sangat kecil but does the job!

      3. Sepatu, sandal jepit

Sepatu ini adalah senjata untuk berhaji dengan nyaman. Kenapa? Karena akan banyak sekali berjalan terutama dari Mina ke tempat lempar jumrah. Sepatu yang saya gunakan kemarin adalah skechers, salah satu brand yang juga direkomendasikan banyak orang. Sangat ringan, empuk, nggak licin dan tahan lama juga bisa dicuci. Sandal jepit pun super penting dan baik untuk dibawa, it will come in handy at some point for sure. Kemarin beruntung sekali bisa beli bekas murah dari temen yang sepatunya sudah nggak kepake tapi masih seperti baru.

     4. Tas

Alhamdulillah lagi saya dapat pinjaman dari teman, tas Kipling yang emang banyak banget direkomendasikan orang-orang yang sudah berhaji. Tas ini sangat durable, kuat, dan water repellent jadi nggak perlu panik saat nggak sengaja kena air dll yang kadang memang tidak bisa dihindari. Size medium ini cukup menampung kebutuhan esensial, bahkan sandal/sepatu pun masuk hehe. Tiap keluar barang-barang yang selalu saya bawa di dalam tas adalah botol minum, uang, sajadah pocket, masker, lipbalm, snack, buku doa, Alquran, hp, reusable bag untuk belanja, reusable bag untuk taro sandal atau sepatu.

Tips: Ambil foto koper yang dibawa supaya semisal hilang bisa dengan mudah ditunjukkan. Baiknya tandai dengan sesuatu yang mudah dikenali. Hence, the black and yellow belts 🙂

     5. Buku

Kemarin saya membawa buku-buku doa, alat bantu pengingat yang bisa dicantolin di leher, buku sirah nabawwiyah yang bisa dibaca-baca saat menunggu atau di dalam pesawat, dan buku tulis untuk mencatat keseharian. Tips: tulis pengalaman sehari-harimu dibuku catatan itu, percaya deh saat nanti dibaca lagi, semua perasaan saat itu akan secara magis kembali lagi. Kadang kita juga seringnya lupa detil-detil dari sebuah perjalanan, buku catatan ini membantu banget untuk mengingat perjalanan ini.

     6. Makanan

Jauh-jauh hari sebelum berangkat, saya sudah janjian dengan teman-teman sekamar untuk berbagi tugas. Ada 1 yang membawa rice cooker, dan 1 yang membawa water cooker. Saya kebagian membawa beras dan beberapa lauk pauk. Bawa lauk pauk yang mudah dan kering. Kemarin kebetulan di rumah ada rendang bawaan mama mertua yang saya bawa, nikmat bangetttt.. Agak deg-degan bau tapi ternyata nggak! Tapi lebih baik langsung dimakan saja yaaa jangan disimpan terlalu lama. Lauk pauknya sekitaran abon, teri, kering kentang. Bawa juga sambal ABC dan Kecap manis dari Belanda karena memang kadang lidah kita cepat kangen dengan masakan khas kita. Nggak lupa indomie dan mie gelas (walaupun itu tetap nyampah, tapi jauh-jauh dari pop mi please karena styrofoam tidak akan pernah terurati). Selain makanan utama, snack pun jangan lupa bawa untuk selalu disimpan di dalam tas untuk menambah energi dan mengganjal saat kelaparan tapi belum ada makanan.

     7. Toiletries

Cari semua bahan yang tidak mengandung parfum (tidak berbau) supaya lebih aman saat berihrom. Untuk pasta gigi nggak masalah, walaupun ada berbagai macam pendapat. Namun ustadz kami berpendapat tidak apa-apa dan saya memutuskan untuk mengikutinya. Toiletries ini dari sabun, shampoo bermerk Neutral (di Belanda banyak ditemukan di etos, Kruidvat, etc). Untuk body lotion dan sunblock saya membeli yang untuk anak-anak karena memang selalu tidak berparfum. Semuanya dibagi di botol kecil-kecil dengan suami. Satu botol saja cukup. Selain itu deodorant merk Salt of the Earth yang saya kebetulan punya, saya beli di etos sudah lama. Kalau tidak ada, bisa juga pakai baking soda. Jangan lupa lipbalm dan moisturizer muka karena udaranya yang sangat kering. Deterjen pun merek neutral, ini wajib sekali karena lebih baik disana mencuci dan seperti saya yang gampang gerah, dipastikan akan mencuci setiap hari 🙂 Pantyliners dan pembalut juga jangan lupa.

    8. Pengaman dari matahari

Masker, kacamata, sunblock, topi (atau payung) itu harus banget wajib dibawa. Masker nggak hanya untuk panas dan kering matahari tapi juga sebagai pengaman untuk menghindari virus yang menyebar dari banyaknya orang di satu tempat.

    9. Minuman

Nggak perlu pusing dan repot soal minuman dan nggak perlu bawa minuman aneh-aneh. Di sana nanti akan diberi jus-jusan kalau memang tidak termasuk di paket kotakan yang diberikan tidak perlu meminta, atau bisa ditolak karena bisa bikin gatel tenggorokan. Yang paling bagus adalah air zam zam atau minimal air mineral yang tidak dingin. Untuk minuman, yang perlu dibawa hanya BOTOL minum, kalau bisa yang double function juga sebagai spray untuk semprot muka atau kepala saat keadaan sangat panas.

    10. Obat-obatan dan vitamin

Obat-obatan yang saya bawa adalah obat-obatan standar seperti norit dan oralit untuk diare, isostar untuk pengganti ion dan hidrasi, paracetamol, panadol, tolak angin, minyak kayu putih, koyo cabe, minyak tawon, plester, dan juga plester khusus untuk blister kaki. Selain itu saya juga diberi primolut dari dokter karena saya request tapi akhirnya tidak saya pakai, tapi berguna untuk teman saya yang ternyata pil kontrasepsinya malah membuat mens-nya keluar (wallahualam). Dalam hal ini primolut memang lebih kuat.

     11. Alat-alat

Nah alat-alat yang saya sebutkan ini adalah alat-alat yang harus dibawa dan akan bermanfaat nggak hanya untuk kita tapi juga untuk orang lain

  • Spidol dan lakban untuk membawa air zam-zam
  • Kotak makan (+- 2 pcs) dan cuttlery – untuk membawa atau menyimpan makanan sisa, untuk emmbawa bekal dan untuk membagi makanan dengan jamaah lain
  • Sponge cuci piring
  • Gantungan kacamata hitam – supaya nggak perlu susah-susah untuk melepas dan takut kacamata hilang
  • Extension dan colokan
  • Botol minum dan spray
  • Charger dan portable charger
  • Gantungan baju (5 biji) – kepake banget untuk jemur baju di kamar mandi
  • Mat untuk di muzdalifah dan pashmina sebagai selimut
  • Gunting kecil, gunting kuku
  • Sarung bantal untuk di mina

Semoga cukup lengkap dan bisa bermanfaat untuk persiapan yaaaa..
Checklist lebih lengkap lagi bisa didownload disini.

 

So much love xxx

 

Hidup Minimalis

Digital Decluttering

7th October 2018 - 8 min read

Ternyata nggak cuma bersih-bersih rumah dan sekitar aja lhoo yang penting, di era digital ini, kita juga nggak boleh lupa untuk merapihkan handphone, komputer, hardisk yang kita selalu gunakan. Biasanya kita lupa akan hal ini, dan tanpa sadar membuat hidup kita lebih complicated.

Sekarang ini, kita sudah bertransformasi ke everything digital. It’s really a big part of our life. Menjaga device-device ini selalu rapih dan terorganisir bisa ngebantu kita untuk lebih efisien dalam bekerja (dan mencari sesuatu), bisa menggunakan space dengan baik dan juga bisa mengurangi stress level kita saat memakainya. (Iyah, pengalaman pribadi hihi).

Saya itu tipe orang yang saat bekerja nggak selalu rapi dan bahkan cenderung messy, nggak langsung mengorganisasikan secara otomatis. Mindsetnya adalah nanti aja bersihinnya. Contohnya, walaupun sudah mengorganize sesuatu, saya akan mencari cara easy fix saat saya sedang mengerjakannya. Nggak langsung taruh file di tempatnya misalnya.. Tapi at some point akan selalu merasa terganggu dengan keberantakan itu. Rasanya nggak enak, berat dan udah mulai bikin bingung. Nah disitu saya tahu saya harus berbenah.

Semakin kesini saya berusaha untuk nggak sampe ke perasaan keganggu, berusaha declutter plus maintain secara langsung, dan menjadikannya habit.

Ini tips-tips yang saya bisa share untuk berusaha minimalis dengan perangkat elektronikmu.

Turn off Notifications

Biasanya saya switch off suara dan kerasa banget bedanya setelah nggak ada notification. Jadi bisa lebih fokus dan less distracted. Saat denger suara dari handphone, biasanya tangan rasanya nggak kekontrol untuk nggak ngecek immediately (at least for me). Kalau untuk notification yang muncul di layar saya tetap nyalakan karena kadang lumayan handy untuk preview. Untuk scroll dan evaluate quickly mana yang penting. Tapi saat saya sedang harus mengerjakan sesuatu, seringnya saya balik sehingga bagian layar tidak terlihat oleh saya. Juga bisa membantu saya untuk lebih present ke apapun yang saya sedang kerjakan saat itu.

Kadang memang suara diperlukan, saat ada telpon contohnya. Tapi in general, dengan menggunakan device secara sadar, kita jadi bisa menghindari hilang fokus. Cara ini ngebantu saya banget untuk nggak constantly on my phone. That I feel like I have control over it..

Clean up Apps

Pasti ada aja aplikasi-aplikasi di handphone kita yang kita nggak pakai. Dengan milihin dan bersihin, akan ngebikin kita untuk punya assortment aplikasi yang memang berguna dan bener-bener kita pakai dalam keseharian. Jadi lebih gampang ditemukan deh.. Karena lagi-lagi tujuannya adalah simplify our life. Dulu saat saya punya lumayan banyak assortment, saya buat folder-folder berdasar kategori yang memang membantu tapi lama kelamaan saya terganggu dengan terlalu banyaknya kotak-kotak kecil di layar handphone saya. Dan kadang susah juga untuk mencari sesuatu yang jarang saya buka.  Akhirnya saya membersihkan dan hanya keep yang saya benar-benar pakai dalam keseharian. Untuk yang seasonal, saya hanya install saat saya membutuhkan untuk kemudian saya hapus kembali hehe Cara saya mengorganize adalah by color 😉

Regular Clean up

Tiap minggu atau tiap bulan bersih-bersih laptop, handphone dan folder-folder di dalamnya. Foto, file, dokumen.. Di whatsapp contohnya, ada banyak foto-foto yang dishare yang sebetulnya kita nggak perlu atau sama sekali nggak pengen simpan, tanpa kita sadari file itu menumpuk dan memenuhi memori device kita. Why do we keep things that are not even meaningful to us? Things pile up tanpa kita sadari. Kadang di laptop juga kita download-download sesuatu yang nggak berakhir digunakan atau sudah digunakan tapi nggak dibersihkan. Pasti juga banyak foto-foto yang ada disitu juga tanpa kita sadar dan bahkan kita nggak pengen foto itu ada di situ karena sudah sangat lama atau we simply don’t like. Go through it and you’ll sweep quite a lot. 

Jadwalkan beberapa menit untuk melakukan ini. Dan lakukan secara reguler sebelum semuanya pile-up dan bikin jadi males untuk ngeberesin.

Bikin folder

Categorize, label it accordingly… It’ll make your life so much easier.

Jangan taruh di desktop

Hapus dan bersihin desktop kita dan juga pilih-pilih yang mau ditaruh di dock (ini lho yang bagian bawah di mac). This is how my desktop looks like after clean up. Sebagian besar hal-hal lain, saya simpan di dalam hard disk dan itu pun juga dikategorikan tergantung gimana kita mengkategorikannya. Yang paling banyak sih pastinya apalagi kalau bukan foto hehe

Keep 1 or max 2 email accounts 

The fewer email accounts the better. Hindari punya terlalu banyak email account karena akan sulit untuk maintainnya.

Manage your inbox

Nah masalah inbox ini adalah masalah yang sampai saat ini masih menjadi pe-er untuk saya. Saya tipe orang yang nggak bisa liat inbox piling up, semuanya harus bersih. Jadi setiap hari saya selalu menghapus termasuk newsletter-newsletter dari website yang pernah saya subscribe. Sehari ada 50 hanya dari newsletter yang saya langsung otomatis hapus. Kebetulan itu yang paling banyak memenuhi email pribadi saya haha nah pe-ernya adalah: Unsubscribe!!! Caranya adalah, di setiap email bagian bawah adalah pilihan Unsubscribe. Secara legal memang itu harus tercantum disitu. Jadi nggak perlu lagi delete email that we dont even read, want or need. You will just not receive it. Perfect.

Storage

Save a lot of space from computer, bisa pakai cloud juga. Saya juga setiap beberapa bulan sekali memindah foto-foto yang ingin saya simpan dari handphone saya. Dan juga saat saya selesai menggunakan kamera, saya langsung memindah semua ke dalam storage dan menghapus  dari kamera. Kalau saya tunda-tunda akhirnya saya lupa sudah dipindah atau belum akhirnya mungkin saya duplicate yang sudah saya pernah pindah sebelumnya, dll. Sebenernya basic rule-nya adalah dont postpone, just do it right there.

Keep it clean regularly

Disinfecting and cleaning barang yang selalu kita pegang setiap hari. We’ll feel great after a good wipe. Kita akan ngerasa bersih dan soo organized. Penting juga untuk kesehatan kita karena selama ini kita menggunakan jari kita yang nggak tahu sudah pernah mampir kemana aja.

Know when to put it down

Nggak cuma masalah decluttering, tapi juga kita harus tau waktunya untuk put it down dan pay attention what’s around us. Be conscious and aware how much we use our devices. Aware when you need and be present.

Semoga bermanfaat ya tips-nya. Simplify your life!

 

Haji dari Belanda

Itinerary Haji 2018

30th September 2018 - 4 min read

Haiii semuanya, saya kembali lagi di seri Haji dari Belanda. Kali ini pengen cerita soal itinerary Haji tahun ini saat rombongan kami berangkat. Sebelum berangkat, kami lumayan bertanya-tanya karena walaupun dikasih jadwal dari Euro muslim, tapi masih tidak terbayang dan tidak detil akan aktivitasnya. Sepertinya diberi tahun berkali-kali pun masih nggak klik gitu rasanya, karena sama sekali belum ada bayangan. Tujuan dari sharing kali ini adalah supaya sebelum daftar pun atau saat persiapan sudah bisa sedikit-sedikit menyerapi dan membayangkan. Sepertinya juga karena pendokumentasian Euro muslim ini kurang organized, jadi tidak ada dokumen untuk dijadikan referensi pasti.

Sedikit update dari Pak Said, pembimbing haji kami di Euro muslim, sudah mulai ramai pendaftarnya untuk tahun depan (2019). Masya Allah semakin lama semakin banyak anggotanya dan semakin cepat pula ramainya.

Pastinya setiap travel berbeda-beda programnya, seperti saja di Indonesia yang ada banyak kloter. Dari kloter awal hingga kloter akhir. Disinipun seperti itu, walaupun perbedaan berangkatnya tidak selang terlalu jauh. Menurut saya program dari Euro Muslim/Diwan Travel ini cocok karena dimulai di Madinah sehingga tidak perlu miqat di pesawat dan cukup waktu menginap di Madinah pun Mekah. Bener-bener cukup, tidak terlalu lama tidak terlalu cepat.

Bagi yang akan menunaikan ibadah haji baiknya membandingkan terlebih dahulu itinerary program haji dari satu travel dan travel lainnya.  Perhatikan juga berapa lama waktu kita di Mekah, lama transit di apartemen sebelum ke Arafah dan Mina, lama di Madinah dan Jeddah. Karena akan berpengaruh terhadap harga.

Di travel haji kami bisa memilih 1 kamar 4 orang, atau 1 kamar 2 orang. Tentunya harganya pun juga berbeda. Kalau memang ingin satu kamar 2 orang, mungkin bisa cari tahu lebih dahulu apakah hotel akan dipisah dengan yang lainnya. Karena ada pengalaman hotelnya terpisah sehingga banyak ketinggalan berita (untuk Euro muslim yang semua komunikasinya melalui whatsapp) maupun juga tidak bertemu dengan teman-teman rombongan yang lain hingga akhirnya ke bandara.

Kira-kira itinerary-nya seperti berikut:

Perbedaan Nafar

NAFAR dalam istilah ibadah Haji bermaksud keluar dari Mina.

Nafar awwal: Melontar jumrah 3 hari, bukan 4 hari seperti Nafar Sani/Akhir. Disebut Awal karena jama’ah lebih awal meninggalkan Mina kembali ke Mekah. Total krikil yang dilontar jama’ah nafar awal adalah 49 butir.

Jama’ah haji Nafar Awal hanya 2 malam menginap di Mina dan meninggalkan Mina pada tanggal 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam.

Nafar Sani: Melontar Jumrah selama 4 (empat) hari pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Zulhijah sehingga jumlah batu yang dilontar sebanyak 70 butir. Disebut Nafar Sani/Akhir karena jema’ah haji bermalam di Mina 3(tiga)  malam dan meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah.

Pilihan untuk Nafar Awwal merupakan suatu kelonggaran yang diperuntukkan untuk memudahkan penyelesaian ibadah. Nafar Awwal adalah untuk Muslim yang kurang sehat, tidak dapat menahan larangan ihram atau harus meninggalkan Mina karena keperluan dan keselamatan. Wallahu alam.

Hidup di Belanda Zero Waste Journey

#WORLDCLEANUPDAY2018 AMSTERDAM

16th September 2018 - 8 min read

15 September kemarin adalah #worldcleanupday around the world. One day. One planet. One goal.

Berjuta-juta orang dari 150 negara di dunia bersatu untuk membersihkan dunia kita dari sampah-sampah yang dibuang sembarangan atau sampah-sampah yang somehow berakhir disitu dari tempat pembuangan akhir. Gila sih ternyata ada lebih dari 13 jt orang di seluruh dunia yang join (hasil akhir perhitungan participants belum keluar) dan ngerasa bangga (padahal kerjanya juga ga gitu-gitu amat) bisa menjadi bagian dari 13 juta itu. Dan itu hanya 5% dari populasi di seluruh dunia, tapi sebenernya signifikan banget message-nya.

Keindahannya ada di kolaborasi orang-orang ini. Bayangin komunitas yang berbeda, background yang berbeda, semua lapisan dari masyarkat dari warga biasa, pemerintah, pejabat, dan lain-lain. We all care with this our one and only planet. Remember, THERE’S NO PLANET B!

Menurut website mereka, gerakan ini lahir 10 tahun yang lalu di Estonia, ketika 4% dari populasi Estonian keluar untuk membersihkan seluruh negara sampah yang dibuang secara nggak bener, dalam hitungan jam. Ini mendapat banyak perhatian dari orang-orang di seluruh dunia, yang akhirnya terinspirasi untuk mengikutinya dengan misi ‘one world one day’.

Nah saya kebetulan berpartisipasi di salah satu tempat yang ada di Amsterdam. Saya nggak join melalui website official #worldcleanupday tapi melalui https://www.nudge.nl. Untuk yang tinggal di Belanda, Nudge ini meng-connect orang dan organisasi untuk mewujudkan inisiatif yang berkelanjutan. Nudge kali berkolaborasi dengan Plastic Soup Foundation (check out their work here). Jadi organisasi-organisasi atau bisnis di Belanda sign up untuk world clean up day melalui Nudge kemudian Nudge ini membuatkan program dan fasilitas di websitenya untuk memudahkan navigasi. Ada map (peta) untuk memilih acara-acara apa yang ada di sekitar kita. Sayangnya semuanya in dutch, jadi nggak gampang nemunya. Tapi kalau udah diwebsite, semua bisa ditranslate. Sooo it’s okay!

Leave No Trace

Kalau mau berpartisipasi pribadi gini caranya

Source: https://www.worldcleanupday.org/get-involved/

The Program

// 12:30 – Welcome
// 13:00 – Beach Clean-up (supported by WeRevolution)
// 15:00 – DJ’s, snacks & drinks
Acaranya di Beach Blijburg, sekitar 30-40 menit dari rumah saya dengan public transportation. Blijburg itu pantai kecil di tengah kota Amsterdam. Kecil banget. Please jangan bayangin pantai-pantai di Indonesia ya….. Di beach ini sering banyak festival-festival dan yang organise festivalnya itu ceritanya mau give back sama pantai ini. Karena setelah ini beach ini sudah nggak boleh lagi bikin acara karena satu dan lain hal. Asumsi saya sih sampah adalah salah satu masalahnya. Ini kaya jadi semacam say goodbye-nya gitu dan sekalian dibuat di hari bersih-bersih nasional.

Tim from WeRevolution (Event organizer) giving welcome speech

Kita dapet minum dan snacks gratis plus tiket untuk ke Amsterdam Dance Event yang saya sedekahkan (wkwkwk) ke temen saya hari itu hehe soalnya nggak akan ke acara itu juga sih. Lumayan kan, itu caranya mereka untuk attract the people, walaupun menurut saya tanpa mereka mencoba untuk attract pun, orang-orang yang ada disitu adalah orang-orang yang care.
Dari sekitar 30 orang yang datang, kami dibagi menjadi 2 group untuk lebih memudahkan koordinasi aja. Kemudian setiap orang dibagi tugas untuk fokus kepada 1 tipe sampah, sampahnya dibagi menjadi 5 tipe:
1. Plastik
2. Kaca
3. Kaleng
4. Kertas
5. Cigarette Butt (filter rokok) YES IT’S SEPARATE
Kami juga dibagikan perbekalan yaitu;
– Plastik sampah (yang sebenernya bisa diganti dengan goni atau yang lain)
– Glove (bisa juga bawa sendiri dari rumah)
– Picker (pencapit)
– Overall outfit
Sampah-sampah ini akan diolah kembali di pembuangan sampah akhir di Belanda yang untungnya sudah punya teknologi yang cukup baik. Jadi nggak cemas sama setelahnya.
Kebetulan saya kebagian ngambil puntung rokok, bah! banyak bangettt sampe sakit punggung karena harus terus nunduk arah jongkok. Dan yang saya temui adalah puntung rokok yang recent yang baru aja dibuang. Kalau digali lebih lagi, banyak puntung rokok yang sudah memutih dan menua. Imagine how many are still in there?
Setelah itu saya jadi belajar lagi soal bahaya puntung rokok. It is so dangerous apparently, could be more dangerous to the ocean than plastic. 
Each year, 5.6 trillion cigarettes are manufactured worldwide, about two thirds or more than 66 percent of those are improperly disposed of by the smokers. There are also certain chemical dangers from cigarette butts, especially for marine life. A lot of them get swallowed by sea turtles, fishes, dolphins, and whales. Also, no, these filters are not biodegradable, they are made of a different type of plastic which contains a lot of harmful chemicals.
The situation is a lot worse since there is no regulation for the proper disposal of cigarette filters, compared to the environmental policies put in place for plastics.

Key Takeouts

  • Banyak banget sampah di dunia ini dan itu hanya yang terlihat, dig more and you’ll find more! More things yang kita nggak tau udah berapa lama disitu. Bayangkan kalau kita nggak mengubah gaya hidup kita. Thats how your trash will end up. Stay for years. And it accumulates because it’ll stay for hundreds years. And it contaminates your surroundings and eventually you.
  • Ini bukan (hanya) soal membuang sampah sembarangan tapi soal produk yang kita konsumsi dan bagaimana penggunaan plastik dalam hidup kita.
  • Juga waktu yg tepat utk map out the brands that use plastic as the packaging juga mengetahui asal dari limbah tersebut and shout to them. Asal limbah dapat membantu kita lebih dekat dengan pertanyaan siapa yang bertanggung jawab untuk pengelolaan bahan yang tepat. Contoh, banyak tempat pembuangan sampah dengan limbah rumah tangga berarti bahwa kotamadya belum melakukan pekerjaan mereka dengan baik, limbah non-rumah tangga berarti itu adalah tanggung jawab produser dan kita dapat menargetkan area komersial atau industri terdekat. Juga kita menargetkan ke diri kita sendiri, sudahkah kita memilih produk-produk kita dengan selektif.
  • Di tengah2 cari sampah, diumumkan bahwa sampai detik itu sudah ada over 13,5 million people joining the movement.
  • What you do, each one of you create difference in this world! Jangan pernah understimate effort yang kamu lakukan!

After all, what we do, whatever it is, do make difference. Be kind and keep on improving!

Haji dari Belanda Hidup di Belanda

Perbedaan Haji dari Indonesia dan Belanda

9th September 2018 - 8 min read

Salah satu yang menjadi hal yang menarik untuk dibahas di seri Haji di Belanda adalah mengenai perbedaan haji dari Indonesia dan Belanda dari sisi teknis, logistik dan practicality. Mudah-mudahan bisa menjadi bahan pertimbangan bahkan lebih baik kalau bisa menyiapkan haji dengan lebih matang lagi. Ohiya, kami berangkat bersama Diwan Travel sebuah travel dari Tilburg yang dimiliki oleh orang Maroko. Kuota kami orang Indonesia ikut ke kuota mereka. Mereka ini sudah berpengalaman dalam bidang travel, khususnya umrah dan haji.

Berikut adalah beberapa perbedaan Haji dari Indonesia dan dari Belanda. Semoga ada manfaatnya:

1. Waktu menunggu

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di post sebelumnya , umumnya di Belanda hampir tidak ada waktu menunggu. Setiap negara memang mendapat kuota dari pemerintah Arab Saudi. Saya nggak tahu pastinya berapa, tapi yang jelas di Belanda supply lebih banyak dari demand dikarenakan penduduk Belanda yang mayoritas bukan muslim. Di tahun-tahun lalu termasuk tahun saya 2018, mendaftar 3-5 bulan sebelum keberangkatan pun masih mungkin.

Hanya saja, itu jangan dijadikan alasan untuk menunda-nunda karena semakin tahun semakin banyak peminatnya. Tahun 2016 peminat Indonesia di Travel tempat kami mendaftar ada 35 orang, tahun 2017 ada 50-60an orang, tahun 2018 ini ada 80-an orang. Semakin tahun banyak teman-teman dari LPDP yang datang ke Belanda dan kesempatan untuk berhaji mumpung tidak harus menunggu. Juga semakin banyak orang-orang Indonesia yang tinggal di Belanda yang ingin berhaji. Jadi kalau sudah matang, pilih-pilih travel, kemudian daftarlah..

2. Manasik

Di Belanda, manasik terjadi 2-3 bulan sebelum keberangkatan dengan pertemuan satu kali tiap minggunya. Di dalam manasik akan dijelaskan teori-teori juga dibagikan materi-materi, plus dengan sesi tanya jawab. Durasi sekali pertemuan sekitar 2 atau 2.5 jam. Dari cerita yang saya dengar, manasik di Indonesia sangat intens dan mendetail, lengkap dengan latihan praktek dan terjadi 6 bulan sebelum keberangkatan. Di Belanda, manasiknya cukup simpel, malah cenderung mandiri. Materi dibagikan melalui PDF, terserah kita mau diprint atau tidak. Ada 2 buku doa yang dibagikan, tapi itu saja. Lainnya adalah pilihan kita mau diapakan materinya. Ada yang dengan kreatif dipotong-potong bagian ritual dan doanya dan dilaminating kemudian bisa dikalungkan. Ada yang dijilid.. Macam-macam. Tergantung inisiatif dari kita sendiri..

Manasik di Belanda dipimpin oleh 1-2 Ustadz yang nantinya akan menemani ke tanah suci. Ustadz itulah yang bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan itinerary, informasi dan memimpin ibadah. Semua komunikasi dilakukan melalui whatsapp.

3. Perlengkapan

Bisa dibilang di Indonesia hampir semuanya seragam, from head to toe. Dari mulai jilbab, mukena, baju, celana, baju ihrom, spray muka, botol minum sampai juga koper. Perlengkapan-perlengkapan itu sudah termasuk dari harga yang dibayar. Dipikir-pikir memang untuk di Indonesia sebaiknya begitu karena kalau tidak perbedaannya akan terlalu mencolok. Juga saya benar-benar nggak kebayang kalau contohnya bapak-bapak ibu-ibu tua itu harus riset mencari tahu sepatu apa yang nyaman dipakai atau harus mencari barang satu-satu seperti kita yang muda-muda ini. Menurut kami saja itu sudah lumayan ribet 🙂 ribet-ribet excited asik gitu rasanya.

Melalui Diwan Travel, yang kami dapatkan adalah sebagai berikut, yang tidak dicantumkan harus dibeli sendiri

  • Name tag
  • Luggage tag
  • Buku doa dan tauhid
  • Drawstring bag

Tapi bagusnya kalau naik Turkish Airlines, semuanya akan mendapatkan ‘Hajj Package‘ berupa tas kecil yang juga bisa menjadi sling bag selama disana. Sangat membantu! Berikut yang didapat:

  • Sling bag
  • Kantong untuk batu jumrah
  • Sajadah tipis lipat
  • Kaos kaki dengan grip di bawah
  • Counter
  • Drawstring bag
  • Fenny pack
  • Non perfume soap travel size

4. Biaya dan fasilitas

Biaya pada tahun 2018 adalah 4900 euro atau sekitar 85 juta dengan fasilitas yang menyerupai ONH Plus di Indonesia tapi seperti yang sudah dibilang diatas tidak termasuk perlengkapan lain-lain.
Dari biaya tersebut berikut yang termasuk:

  1. Tiket pesawat PP dengan Turkish Airlines
  2. Hotel di Madinah (Sajja Hotel, incl breakfast+dinner buffet)
  3. Tur Museum Quran di Nabawwi, Jabal Uhud dan Masjid Quba
  4. Transportasi bus Madinah – Mekkah
  5. Apartemen di Aziziya (no food. Saat disana kita disedekahi makanan dari orang kaya di Arab tapi nggak setiap hari. Lebih baik plan untuk bawa makanan sendiri)
  6. Tenda di Mina dengan AC dan sofabed (incl breakfast+lunch+dinner paketan)
  7. Bus dari Mina ke Arafah
  8. Tenda di Arafah dengan AC dan sleeping bag yang bisa dibawa ke Muzdalifah
  9. Bus dari Arafah – Muzdalifah
  10. Bus dari Apartemen Aziziya – Hotel Swiss Al-Maqam Mekah
  11. Hotel di Mekah (Swiss Al-Maqam, di salah satu gedung zam-zam tower dekat Masjidil Haram)
  12. Bus dari Mekah – Jeddah Airport
  13. Air zam-zam 5 liter per orang

5. Wisata

Setau saya kalau di Indonesia banyak ziarah-ziarah dan wisata yang dikoordinir. Untuk Haji dari Belanda hampir tidak ada, hanya yang sudah disebutkan di atas, Museum Quran, Jabal Uhud dan Masjid Quba. Selain itu harus mengkoordinasi sendiri dengan naik Taxi. Mungkin bisa minta salah satu ustadz di group yang menemani.

6. Pusat Kesehatan

Untuk Jamaah dari Eropa, pusat kesehatannya jadi satu dengan yang pemerintah Saudi tetapkan. Untuk Indonesia, kesehatan adalah salah satu hal yang paling diperhatikan. Ada TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia) yaitu tim kesehatan yang dibawa langsung dari Indonesia untuk menggiring jamaah haji. TKHI ini ada 4-5 per kloternya yang terdiri dari Perawat dan Dokter. Keadaan ini sangat dimaklumi karena banyaknya jamaah haji dari Indonesia yang berangkat dengan kondisi dan juga diumur-umur yang sudah tua. Kemudian ada titik-titik dimana klinik kecil dibuat khusus untuk jamaah-jamaah haji Indonesia. Untuk Belanda kalau sakit ya ke klinik yang ada yang disiapkan pemerintah. Tapi ada kok, jangan cemas 🙂

7. Rangkaian Ibadah

Kurang lebihnya sama. Mungkin ada perbedaan-perbedaan sedikit yang tidak mendasar sebagai berikut. Tapi bisa jadi setiap travel punya kebijakannya masing-masing ya.

  • Mabit di Muzdalifah:  Kebanyakan jamaah Indonesia sudah mulai bergerak dari dini hari. Kami bergerak setelah matahari tergelincir untuk ke mina.
  • Nafar Awwal (meninggalkan mina pada 12 dzulhijah) dan Nafar Tsani (meninggalkan mina pada 13 dzulhijah): Sudah menjadi lumrah saat jamaah indonesia by default mengambil nafar awwal. Nafar Tsani adalah sunnah jadi tidak wajib memang untuk dilakukan. Diwan travel memberi kebebesan karena pasti ada dari jamaah yang sakit, tua, membawa anak, dll
  • Hari Tarwiyah (8 Dzulhijah): Sunnahnya mabit di Mina tapi kebanyakan kloter Indonesia (reguler) tidak melakukannya.

8. Koordinasi di Lapangan

Ada beberapa ustadz lokal (orang Indonesia) yang membantu pada saat beribadah. Tapi hanya sekedar membimbing dan memberi tahu, tapi tidak didikte doa. Jadi bisa dibilang harus mandiri.. Doa-doa harus dipersiapkan sendiri.

9. Agen travel

Di Indonesia ada reguler dan private travel agency. Di Belanda semuanya private travel agency. Pemerintah di Belanda tidak terlalu involve dibandingkan pemerintah Indonesia di persoalan Haji. Karena jumlah jamaahnya yang tidak terlalu banyak. But all in all, everything is fine!

Haji dari Belanda Hidup di Belanda

A very humble experience

4th September 2018 - 6 min read

Sesuatu yang ditunggu-ditunggu dari beberapa tahun lalu akhirnya datang dan terealisasi. Setelah kurang lebih 3 minggu, akhirnya kami kembali ke kehidupan dunia.. Kali ini saya nggak menyebut kembali ‘reality‘ seperti yang saya biasa bilang saat kembali dari berlibur.  Karena 3 minggu kali ini super spesial. Bukan berlibur, tapi beribadah (dan sedikit-sedikit ziarah plus visit-visit pasar di sekeliling – of course :P). Mohon doanya semoga semua amalan kami diterima dan dosa-dosa kami dihapuskan Aamiiin.

Dan buat saya ‘reality’ adalah saat berada disana beribadah dan menghadap, terutama simulasi kiamat di Padang Arafah juga Mina dan Muzdalifah. Bukan saat saya disini mengetik laptop dan memikirkan kerjaan, terutama bukan saat sedang berlibur.

Because reality happens after life and because reality equals to immortality in which we are all heading to. That is what I felt when I was there… A sense of worship, surrendering, ego-less and my concern to after life of mine and people I love..

Saat kemarin di sana, saya (juga berkat motivasi Damar) bercita-cita setelah balik untuk share dengan sebelumnya meluruskan niat bahwa motifnya nggak lebih dari sharing melalui tulisan blog. Saya ngerasa teramat beruntung karena kakak kandung saya yang tinggal di Belanda dan beberapa teman dekat sudah melaksanakan ibadah ini beberapa tahun lalu. Banyak info (juga barang-barang) yang bisa saya dapatkan dari mereka, tapi bahkan itu pun tidak mendetil seperti apa yang saya alami sendiri di sana. Ada beberapa hal yang I wish I have known before. Dari soal itinerary, ekspektasi kegiatan-kegiatan disana, gimana makanan di sana, apa yang harus dipersiapkan dll. Semoga ini menjadi amal jariyah, bukan malah sebaliknya. It’s also for what I want to look back in the future.. Just like my other posts 🙂 

Dengan motivasi itu, saya pengen bikin seri mengenai Haji dari Belanda. Jadikan ini hanya sekedar acuan, bukan standard. Karena pasti setiap tahun berbeda, entah menurun ataupun meningkat. Baiknya tetap pergi tanpa ekspektasi tapi bukan berarti tidak bersiap sebaik mungkin. Saya juga pengen menyemangati kalian-kalian yang masih muda untuk bermimpi dan berniat beribadah sedini mungkin. Untuk yang di Indonesia yang sudah bisa DP, segera lakukan.. Percayalah bahwa jalan itu pasti akan ada. Untuk yang bermimpi untuk kuliah di luar negeri, jika mungkin, masukan ini sebagai salah satu hal untuk dilakukan sebelum kembali ke tanah air

Kenapa berhaji di usia muda?

Kalau ditanya hingga waktunya berangkat pun, saya masih mentally nggak siap. Meski persiapan logistik sudah sedetil mungkin, namun urusan mental menurut saya adalah sesuatu yang paling sulit untuk disiapkan secara matang. Di awal-awal ada keinginan untuk berhaji, rasanya malu sekali datang ke tanah suci dengan dosa yang amat banyak, masih belum berhijab, dll. Takut dan super deg-degan rasanya.. Tapi saya yakin, sampai kapanpun kita nggak akan pernah siap….

Kesiapan yang membantu untuk menyiapkan mental adalah banyak berdoa, bertobat dan minta diberi keyakinan juga mendengarkan kajian-kajian mengenai haji.

Dulu sempat berpikir saat berhaji dari luar negeri, kita bisa keblinger, asal punya uang kita bisa berangkat. Tapi sebenernya nggak, ada satu komentar dari salah seorang petugas Haji asli Indonesia yang berdomisili di arab yang hingga hari ini masih terngiang di telinga saya. “Orang yang bisa naik haji itu adalah orang yang terpilih, kadang orang yang punya uang tapi tidak ada waktu, kesehatan atau energi untuk pergi, kadang punya uang dan tenaga tapi tidak ada waktu, ada orang punya uang tenaga kesehatan waktu tapi belum ada panggilan, ada orang yang ingin sekali pergi punya kesehatan namun tidak bisa pergi.” Banyak sekali variabelnya..

Jadi saat variabel itu utuh, ada.. semua positif. Carilah panggilan itu walaupun belum ada.. Cari.. Karena berarti haji sudah menjadi sebuah kewajiban. Umur nggak ada yang tahu, dan saya nggak tahu mau jawab apa nanti saat ditanya malaikat mengapa nggak berhaji. Naudzubillah himindzalik. Saya nggak henti-henti bersyukur bisa punya kesempatan ini. Alhamdulillah..

Ada apa dengan Haji dari Belanda atau generally dari luar Indonesia?

Waktu menunggu

Umumnya di Belanda hampir tidak ada waktu menunggu. Jadi setiap negara mendapat kuota dari pemerintah Arab Saudi. Saya nggak tahu pastinya berapa tapi yang jelas di Belanda supply lebih banyak dari demand. Walaupun itu sudah taken into account penduduk-penduduk Belanda dari Maroko dan Turki yang rata-rata muslim. Jadi walaupun kita tiba-tiba dapat rejeki dan daftar 5 bulan sebelum berangkat, pun masih mungkin. Hanya saja, itu jangan dijadikan alasan untuk menunda-nunda karena saya bisa bilang semakin tahun semakin banyak peminatnya juga karena semakin banyak juga mahasiswa dari beasiswa seperti LPDP dll yang datang yang menggunakan kesempatan untuk berhaji mumpung tidak harus menunggu. Kalau sudah matang, pilih-pilih travel, kemudian daftarlah..

Harga vs Fasilitas

Hanya ada 1 macam fasilitas berhaji dari luar negeri yang bisa dibilang dengan fasilitas seperti ONH Plus. Dengan harga yang jauh lebih murah dari ONH Plus. Pastinya dengan plus minus yang mungkin didapat di ONH Plus seperti persiapan manasik yang thorough dan dikordinir, barang-barang logistik yang disiapkan dll. Haji dari luar Indonesia (khususnya Belanda – dan yang saya alami sendiri) lebih banyak kemandirian dibanding koordinir.

Perbedaan yang lebih detil akan saya share di blog berikutnya. Stay tuned.. 🙂

Beranilah bermimpi dan imani mimpimu itu, percayalah akan ada jalan – MSI

Dreams Hidup Minimalis Life Self growth

Time Management

5th August 2018 - 9 min read

Semakin kesini semakin nyadar bahwa waktu berjalan dengan cepat dan rasanya tuh selalu ngerasa nggak cukup. Ngerasa juga nggak sih kalian? And then you look back and then you question where does time fly, plus checked in on what you have done and you can’t really name what’s worth mentioning? Untuk orang-orang yang banyak kegiatan, biasanya seperti kehabisan waktu dan waktu 24 jam nggak cukup. Yang sudah plan aja masih ngerasa nggak cukup apalagi saat nggak diplan sama sekali. Memang sih sebaik-baiknya ngeplan waktu juga pasti ada aja kan yang tiba-tiba terjadi, tapi seenggaknya dengan sadar akan konsep waktu dan kegunaannya kita jadi bisa less procrastinate.

Pertanyaannya apakah kita sudah nge-plan dengan proper atau bahkan sudahkah nge-plan at all? Let’s reflect dan check out what we have done so far. 16 jam (24 jam-minus jam tidur) itu banyak lho sebenernya. Dan kita bisa fit ini semua yang kita mau lakukan, asal dimanage dengan baik.

Kalau dipikir-pikir step ini juga sangat berelasi dengan konsep hidup minimalis. Step ini akan mengharuskan kita untuk ngelist apa aja yang sebenernya harus difokuskan, instead of  letting the time flows dan hanya ngelakuin tergantung kemana waktu dan challenge membawa. Jadi garis besarnya adalah it’s all about simplifying your life, membuat space untuk hal-hal yang substantial yang harus dilakukan. Untuk fokus ke hal-hal penting di dalam kehidupan kita.

First thing first, untuk kita membuat waktu lebih di dalam keseharian kita, pertama-tama kita harus melihat kemana waktu kita pergi. Kemudian kita bisa kontrol dan meluangkan waktu untuk make things happen. Kuncinya adalah take time to manage your time. Duduk dan organize all in paper or in your digital note (Free Ideal weekly plan yang bisa didownload 🙂)

Caution: Poin-poin dibawah ini hanya sekedar guideline dan beberapa cara yang mungkin nggak sempurna. At the end of the day, semua terserah kalian dan see what works for you! Semoga bermanfaat!

Aku pengen share tips dan tricks yang bisa bikin aku gunain waktu dengan lebih baik. Bukan berarti aku nggak pernah procrastinate, pernah juga, sering bahkan apalagi pas pulang kantor abis makan malem pengennya ngebo aja nontonin youtube sampe ketiduran. But yeah, I do realize, managing time well will clear up more space for side hustle, people, hobbies, study interest and rests, no time for ‘ngebo’.. You’ll fit in more things. 

1. Words vomit

Biasanya aku ngelakuin ini pagi-pagi bangun tidur setelah exercise/yoga dan juga sepanjang hari jika perlu. Kira-kira alokasi waktu 5-10 menit di pagi hari. Words vomit itu menumpahkan semua yang ada di kepala, soal apapun. Apa yang kamu pikirkan saat itu, to do list, gratitude, literally everything. Dengan mengeluarkan apa yang ada di kepala, kita jadi bisa lebih fokus dan efisien dalam mengerjakan sesuatu karena kita nggak perlu takut lupa atau terus mengingat-ngingat sesuatu. Udah diinget-inget bikin nggak fokus, akhirnya lupa juga karena kita semua manusia. Dengan numpahin semua, kepala kita jadi ada space extra untuk ngerjain task secara lebih efektif dan produktif.

2. Make a realistic to do list

To do list adalah senjata saat kita melakukannya dengan benar. Ada masanya dulu aku tulis semuanya termasuk task-task yang nggak terlalu penting hanya karena aku suka sekali rasanya scratch the list karena tasknya sudah accomplished. 

Break down secara besar kemudian dikecilkan. Mulai dari goal besar di bulan itu, kemudian di perkecil ke Ideal weekly plan. Nah ada rule of 3 yang juga bisa dijadikan sebagai acuan. Intinya sih daripada kewalahan dengan tugas yang terlalu banyak di checklist, kamu bisa memilih 3 hal yang paling penting yang ingin dicapai. Ini membuat kita memegang kendali lebih. Tapi 3 tasks ini harus non negotiable, sedang yang lain yang tidak tertulis bisa lebih negotiable. What is something you can let go of or save later?

3. Allocate time

Di dalem to-do list, alokasikan waktu secara spesifik. Seperti 1 jam, 2 jam dst. Kalau perlu, nyalain alarm untuk ini. Pernah sadar kalau biasanya kita wander around nggak? tiba-tiba buka social media, scrolling like there is no tomorrow. Tiba-tiba 5, 10, 15 menit ilang gitu aja.. We lose track on social media. Nah untuk mengurangi kemungkinan itu, coba alokasikan waktu di setiap aktivitas yang pengen dikerjakan di hari itu. Kalau kita alokasikan waktu dengan proper dan realistis, pasti a task will be done accordingly. 

Distraction itu manusiawi pasti terjadi pada siapapun. Don’t fight it, but accept and moderate it. Welcome procrastination and set time for it. Mungkin supaya nggak ganggu, handphone bisa diset airplane mode, atau block social media di komputer yang sering dibuka.. Kadang saking udah jadi habit, jadi unconcious saat melakukannya. Kalau udah gini mungkin waktunya social media detox 🙂

Ada juga Pomodoro techniqueThe Pomodoro Technique adalah filosofi manajemen waktu yang bertujuan untuk memberikan fokus maksimum dan balance dengan fresh mind, sehingga memungkinkan mereka untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dengan kelelahan mental yang lebih sedikit. Prosesnya sederhana banget, untuk setiap proyek sepanjang hari, anggarkan waktu untuk bekerja atau mengerjakan task, kemudian  beristirahatlah secara berkala. Jadi contohnya, setup 25 menit untuk kerja, kemudian 5 menit break. Check out for more detailed information in here

4. Dengan kata-kata verb atau actionable

Gunakan action words di to-do list biar otak jadi bisa memvisualisasi untuk encourage kita bergerak melakukannya. Contohnya saat harus belajar, tulis pagesnya, chapternya dan buat sespesifik mungkin.

5. Focus and don’t constantly switch to another tasks

6. Staple activities

Multitasking itu sebenernya kurang baik, tapi yang ini menjadi pengecualian. Kita juga pengen baca buku, tapi pengalamanku pribadi aku ngerasa bersalah karena membaca buku juga membutuhkan waktu sedangkan we are just still. Jadi kaya diem aja nggak ngapa-ngapain padahal baca. Supaya tetep bisa nambah ilmu, cari sesuatu aktifitas yang mindless atau nggak perlu mikir. Kemudian bisa denger podcast atau audible atau blinkist. Ketiganya adalah cerita yang berbentuk audio.

Podcast itu free, bisa ditemukan di aplikasi-aplikasi handphone kalian. Di podcast siapapun bisa bikin channel masing-masing kemudian dishare di apps dan siapapun juga yang punya aplikasi ini bisa mendengarkan. Karena siapapun bisa bikin, aku biasanya ke podcast saat aku sudah tau pasti jelas bahwa seseorang yang aku suka memang ada di podcast atau ada subjek tertentu yang kamu pengen denger. Most of the times I had a good experience with this. Tapi karena bentuknya podcast, jadi mirip-mirip youtube atau radio gitu, topik kontennya ada tapi tapi tidak terlalu terstruktur dan suka-suka yang bikin.

Audible ini punyanya amazon yang gratis di bulan pertama tapi berbayar 15 euro/ bulan di bulan-bulan selanjutnya. Menurut aku, it’s super worthwhile. Mengajak untuk selalu belajar akan sesuatu yang baru tiap bulannya. Karena as I said, baca buku biasanya ada aja excusenya, yang ngantuk lah, yang wasting time lah, etc. Dengan audible, kita bisa ngedengerin kapan aja kita pengen, saat lagi nyetir, di public transport, lagi masak dll. A little suggestion: use this apps to listen to something that is relatively easy to follow. Jangan buku-buku kaya sapiens, the theory of earth or things like that. Because the chances are, you have to sit and listen to it focusedly anyway and then you better read a book 🙂

Blinkist ini adalah apps yang merangkum key lessons dari  buku-buku non fiksi selama 15 menit atau kurang. Jadi dalam 15 menit, kita belajar sesuatu yang baru. Aku sendiri belum pernah nyoba apps yang ini, tapi reviewnya bagus banget. Again, ini preferensi yaaaa. Jadi kalau emang nggak tertarik, yaudah nggak usah. Sama seperti Audible, Blinkist ini juga menawarkan free first month trial.

Selain itu bisa juga save tontonan untuk ditonton saat kita lagi digym. Cari sesuatu yang bisa diincorporate dengan sesuatu yang mindless atau nggak perlu mikir. Niscaya, waktumu akan lebih efektif.

 

If we don’t schedule things, things will not happen. Take your time to sit down, relax and schedule your day, week, month, or year 😀