All Posts By

Maurilla Imron

Haji dari Belanda

Checklist perlengkapan haji

3rd November 2018 - 10 min read

Perlengkapan haji adalah hal dari haji yang paling bisa disiapkan dan diminimalisir kekurangannya dengan persiapan yang baik. Terutama karena Haji dari Belanda semua logistik dan supply harus disiapkan secara mandiri. Dari cerita-cerita pengalaman, banyak juga yang saking karena persiapan, paranoid, plus terlalu semangat, akhirnya over packed dan banyak barang-barang nggak perlu yang cuma membuat berat tapi tidak terpakai. Ada juga tim yang bawaannya super simple dan berniat belanja di tempat tujuan. Susahnya saat ada emergency jadi tidak tercover dengan baik jadi harus bergantung ke teman-teman sekitar. Walaupun teman-teman pasti ada yang mau menolong dan punya cadangan, tapi biar merasa lebih aman dan nyaman, baiknya bawa semua sendiri yang memang esensial.

Saya tim tengah-tengah aja yang cukup, nggak terlalu banyak dan sedikit. Kadang melebihi sesuatu karena dengan niatan ingin membantu atau memiliki extra untuk membantu teman-teman haji yang lain. Insya Allah sudah niatkan untuk selalu hands on dan siap membantu jamaah-jamaah lain disekitar terutama di satu grup.

Jadi, dipost ini pengen share barang-barang aja aja yang kami bawa yang bermanfaat, yang tidak bermanfaat dan yang tidak kami bawa dan akan menjadi manfaat. Saya akan membagi ke beberapa kategori

  1. Pakaian

Untuk pakaian ini saya membawa 6 gamis, 5 khamr / jilbab panjang hingga menutupi perut sehingga lebih aman dan 2 daster. Untuk gamis, baiknya yang berbahan mudah kering dan menyerap keringat. Salah satu miskonsepsi adalah gamis harus berwarna putih seperti normalnya jamaah-jamaah haji di Indonesia. Saya membawa 1 baju putih tapi akhirnya ribet sendiri karena harus dobel-dobel saking takut nerawang, begitupun dengan khamr atau jilbab. Untuk pakaian, saya cenderung suka yang gelap dan tidak terlalu mencolok. Kemarin dipinjami kakak saya yang sudah berhaji duluan dan ada beberapa yang warna, tapi nggak apa-apa karena sebenarnya bebas asal tidak membentuk badan, panjang dan bahannya menyerap keringat.

Karena disana hawanya panas dan cenderung gerah, pilih dalaman celana yang dingin. Kalau saya boleh saran, jangan legging hitam yang ngepas di kaki seperti biasa kita pakai sehari-hari, karena akan panas dan bisa jadi nggak nyaman. Lebih baik jangan mengambil resiko dan mencari yang memang bahannya dingin, berwarna terang atau malah celana gombrong seperti yang dipakai dirumah. Celana ini akan berfungsi baik di mina karena bisa tinggal lepas gamis dan tidur. Ohya, jangan lupa juga untuk membawa kaus kaki. 3 saja cukup kemudian dicuci-cuci.

Ada tips untuk akhwat, yang tidak ingin terlalu sering mencuci bisa menggunakan kaos daleman yang bisa menyerap keringat. Sehingga keringatnya tidak langsung ke gamis, dan gamis masi bisa dipakai lagi. Ringan, mudah kering dan bisa digunakan berkali-kali..

Untuk ikhwan, baiknya membawa 2 pakaian ihrom. Beli disana juga bisa, harganya kira-kira 120-150 riyal. Kemudian baju 5 potong (2 gamis, 3 atas bawah) juga yang mudah dicuci dan mudah kering.

     2. Alat Ibadah

Alat Ibadah ini adalah tasbih, mukena, alquran kecil terjemah dan sajadah kecil lipat. Tasbih yang saya maksud tidak harus tasbih pada umumnya, tapi ‘tawaf’ counter juga bisa digunakan untuk tasbih tinggal dipakai di jari seperti memakai jam tangan dan dibawa kemana-mana. Kemarin alhamdulillah dapat pinjaman dari temen yang sudah berangkat haji kemudian dapat lagi dari Turkish Airlines. Alhamdulillah semua kepakai karena bisa diberikan ke teman yang counternya hilang. Menurut saya dengan menggunakan ini, bahkan saat tidur pun, jadi mendorong secara otomatis untuk ingat berzikir. Ini salah satu tips dari temen sekamar saya dan memang bener setelah saya praktekkan. Mukena untuk saya, saya gunakan hanya di hotel, untuk diluar luar gamis panjang dan khamr sudah lebih dari cukup insya Allah. Mukena juga sangat mudah untuk tinggal dipakai kalau tiba-tiba ada ketukan pintu heheh. Sajadah kecil lipat kudu banget dibawa kemana-mana karena sangat terpakai. Bawa yang ukurannya sangat kecil but does the job!

      3. Sepatu, sandal jepit

Sepatu ini adalah senjata untuk berhaji dengan nyaman. Kenapa? Karena akan banyak sekali berjalan terutama dari Mina ke tempat lempar jumrah. Sepatu yang saya gunakan kemarin adalah skechers, salah satu brand yang juga direkomendasikan banyak orang. Sangat ringan, empuk, nggak licin dan tahan lama juga bisa dicuci. Sandal jepit pun super penting dan baik untuk dibawa, it will come in handy at some point for sure. Kemarin beruntung sekali bisa beli bekas murah dari temen yang sepatunya sudah nggak kepake tapi masih seperti baru.

     4. Tas

Alhamdulillah lagi saya dapat pinjaman dari teman, tas Kipling yang emang banyak banget direkomendasikan orang-orang yang sudah berhaji. Tas ini sangat durable, kuat, dan water repellent jadi nggak perlu panik saat nggak sengaja kena air dll yang kadang memang tidak bisa dihindari. Size medium ini cukup menampung kebutuhan esensial, bahkan sandal/sepatu pun masuk hehe. Tiap keluar barang-barang yang selalu saya bawa di dalam tas adalah botol minum, uang, sajadah pocket, masker, lipbalm, snack, buku doa, Alquran, hp, reusable bag untuk belanja, reusable bag untuk taro sandal atau sepatu.

Tips: Foto koper yang dibawa supaya semisal hilang bisa dengan mudah ditunjukkan. Baiknya tandai dengan sesuatu yang mudah dikenali. Hence, the black and yellow belts 🙂

     5. Buku

Kemarin saya membawa buku-buku doa, alat bantu pengingat yang bisa dicantolin di leher, buku sirah nabawwiyah yang bisa dibaca-baca saat menunggu atau di dalam pesawat, dan buku tulis untuk mencatat keseharian. Tips: tulis pengalaman sehari-harimu dibuku catatan itu, percaya deh saat nanti dibaca lagi, semua perasaan saat itu akan secara magis kembali lagi. Kadang kita juga seringnya lupa detil-detil dari sebuah perjalanan, buku catatan ini membantu banget untuk mengingat perjalanan ini.

     6. Makanan

Jauh-jauh hari sebelum berangkat, saya sudah janjian dengan teman-teman sekamar untuk berbagi tugas. Ada 1 yang membawa rice cooker, dan 1 yang membawa water cooker. Saya kebagian membawa beras dan beberapa lauk pauk. Bawa lauk pauk yang mudah dan kering. Kemarin kebetulan di rumah ada rendang bawaan mama mertua yang saya bawa, nikmat bangetttt.. Agak deg-degan bau tapi ternyata nggak! Tapi lebih baik langsung dimakan saja yaaa jangan disimpan terlalu lama. Lauk pauknya sekitaran abon, teri, kering kentang. Bawa juga sambal ABC dan Kecap manis dari Belanda karena memang kadang lidah kita cepat kangen dengan masakan khas kita. Nggak lupa indomie dan mie gelas. Selain makanan utama, snack pun jangan lupa bawa untuk selalu disimpan di dalam tas untuk menambah energi dan mengganjal saat kelaparan tapi belum ada makanan.

     7. Toiletries

Cari semua bahan yang tidak mengandung parfum (tidak berbau) supaya lebih aman saat berihrom. Untuk pasta gigi nggak masalah, walaupun ada berbagai macam pendapat. Namun ustadz kami berpendapat tidak apa-apa dan saya memutuskan untuk mengikutinya. Toiletries ini dari sabun, shampoo bermerk Neutral. Untuk body lotion dan sunblock saya membeli yang untuk anak-anak karena memang selalu tidak berparfum. Semuanya dibagi di botol kecil-kecil dengan suami. Satu botol saja cukup. Selain itu deodorant merk Salt of the Earth yang saya kebetulan punya, saya beli di etos sudah lama. Kalau tidak ada, bisa juga pakai baking soda. Jangan lupa lipbalm dan moisturizer muka karena udaranya yang sangat kering. Deterjen pun merek neutral, ini wajib sekali karena lebih baik disana mencuci dan seperti saya yang gampang gerah, dipastikan akan mencuci setiap hari 🙂 Pantyliners dan pembalut juga jangan lupa.

    8. Pengaman dari matahari

Masker, kacamata, sunblock, topi (atau payung) itu harus banget wajib dibawa. Masker nggak hanya untuk panas dan kering matahari tapi juga sebagai pengaman untuk menghindari virus yang menyebar dari banyaknya orang di satu tempat.

    9. Minuman

Nggak perlu pusing dan repot soal minuman dan nggak perlu bawa minuman aneh-aneh. Di sana nanti akan diberi jus-jusan kalau memang tidak termasuk di paket kotakan yang diberikan tidak perlu meminta, atau bisa ditolak karena bisa bikin gatel tenggorokan. Yang paling bagus adalah air zam zam atau minimal air mineral yang tidak dingin. Untuk minuman, yang perlu dibawa hanya BOTOL minum, kalau bisa yang double function juga sebagai spray untuk semprot muka atau kepala saat keadaan sangat panas.

    10. Obat-obatan dan vitamin

Obat-obatan yang saya bawa adalah obat-obatan standar seperti norit dan oralit untuk diare, isostar untuk pengganti ion dan hidrasi, paracetamol, panadol, tolak angin, minyak kayu putih, koyo cabe, minyak tawon, plester, dan juga plester khusus untuk blister kaki. Selain itu saya juga diberi primolut dari dokter karena saya request tapi akhirnya tidak saya pakai, tapi berguna untuk teman saya yang ternyata pil kontrasepsinya malah membuat mens-nya keluar. Dalam hal ini primolut memang lebih kuat.

     11. Alat-alat

Nah alat-alat yang saya sebutkan ini adalah alat-alat yang harus dibawa dan akan bermanfaat nggak hanya untuk kita tapi juga untuk orang lain

  • Spidol dan lakban untuk membawa air zam-zam
  • Kotak makan (+- 2 pcs) dan cuttlery – untuk membawa atau menyimpan makanan sisa, untuk emmbawa bekal dan untuk membagi makanan dengan jamaah lain
  • Sponge cuci piring
  • Gantungan kacamata hitam – supaya nggak perlu susah-susah untuk melepas dan takut kacamata hilang
  • Extension dan colokan
  • Botol minum dan spray
  • Charger dan portable charger
  • Gantungan baju (5 biji) – kepake banget untuk jemur baju di kamar mandi
  • Mat untuk di muzdalifah dan pashmina sebagai selimut
  • Gunting kecil, gunting kuku
  • Sarung bantal untuk di mina

Semoga cukup lengkap dan bisa bermanfaat untuk persiapan yaaaa..
Checklist lebih lengkap lagi bisa didownload disini.

 

So much love xxx

 

Hidup Minimalis

Digital Decluttering

7th October 2018 - 8 min read

Ternyata nggak cuma bersih-bersih rumah dan sekitar aja lhoo yang penting, di era digital ini, kita juga nggak boleh lupa untuk merapihkan handphone, komputer, hardisk yang kita selalu gunakan. Biasanya kita lupa akan hal ini, dan tanpa sadar membuat hidup kita lebih complicated.

Sekarang ini, kita sudah bertransformasi ke everything digital. It’s really a big part of our life. Menjaga device-device ini selalu rapih dan terorganisir bisa ngebantu kita untuk lebih efisien dalam bekerja (dan mencari sesuatu), bisa menggunakan space dengan baik dan juga bisa mengurangi stress level kita saat memakainya. (Iyah, pengalaman pribadi hihi).

Saya itu tipe orang yang saat bekerja nggak selalu rapi dan bahkan cenderung messy, nggak langsung mengorganisasikan secara otomatis. Mindsetnya adalah nanti aja bersihinnya. Contohnya, walaupun sudah mengorganize sesuatu, saya akan mencari cara easy fix saat saya sedang mengerjakannya. Nggak langsung taruh file di tempatnya misalnya.. Tapi at some point akan selalu merasa terganggu dengan keberantakan itu. Rasanya nggak enak, berat dan udah mulai bikin bingung. Nah disitu saya tahu saya harus berbenah.

Semakin kesini saya berusaha untuk nggak sampe ke perasaan keganggu, berusaha declutter plus maintain secara langsung, dan menjadikannya habit.

Ini tips-tips yang saya bisa share untuk berusaha minimalis dengan perangkat elektronikmu.

Turn off Notifications

Biasanya saya switch off suara dan kerasa banget bedanya setelah nggak ada notification. Jadi bisa lebih fokus dan less distracted. Saat denger suara dari handphone, biasanya tangan rasanya nggak kekontrol untuk nggak ngecek immediately (at least for me). Kalau untuk notification yang muncul di layar saya tetap nyalakan karena kadang lumayan handy untuk preview. Untuk scroll dan evaluate quickly mana yang penting. Tapi saat saya sedang harus mengerjakan sesuatu, seringnya saya balik sehingga bagian layar tidak terlihat oleh saya. Juga bisa membantu saya untuk lebih present ke apapun yang saya sedang kerjakan saat itu.

Kadang memang suara diperlukan, saat ada telpon contohnya. Tapi in general, dengan menggunakan device secara sadar, kita jadi bisa menghindari hilang fokus. Cara ini ngebantu saya banget untuk nggak constantly on my phone. That I feel like I have control over it..

Clean up Apps

Pasti ada aja aplikasi-aplikasi di handphone kita yang kita nggak pakai. Dengan milihin dan bersihin, akan ngebikin kita untuk punya assortment aplikasi yang memang berguna dan bener-bener kita pakai dalam keseharian. Jadi lebih gampang ditemukan deh.. Karena lagi-lagi tujuannya adalah simplify our life. Dulu saat saya punya lumayan banyak assortment, saya buat folder-folder berdasar kategori yang memang membantu tapi lama kelamaan saya terganggu dengan terlalu banyaknya kotak-kotak kecil di layar handphone saya. Dan kadang susah juga untuk mencari sesuatu yang jarang saya buka.  Akhirnya saya membersihkan dan hanya keep yang saya benar-benar pakai dalam keseharian. Untuk yang seasonal, saya hanya install saat saya membutuhkan untuk kemudian saya hapus kembali hehe Cara saya mengorganize adalah by color 😉

Regular Clean up

Tiap minggu atau tiap bulan bersih-bersih laptop, handphone dan folder-folder di dalamnya. Foto, file, dokumen.. Di whatsapp contohnya, ada banyak foto-foto yang dishare yang sebetulnya kita nggak perlu atau sama sekali nggak pengen simpan, tanpa kita sadari file itu menumpuk dan memenuhi memori device kita. Why do we keep things that are not even meaningful to us? Things pile up tanpa kita sadari. Kadang di laptop juga kita download-download sesuatu yang nggak berakhir digunakan atau sudah digunakan tapi nggak dibersihkan. Pasti juga banyak foto-foto yang ada disitu juga tanpa kita sadar dan bahkan kita nggak pengen foto itu ada di situ karena sudah sangat lama atau we simply don’t like. Go through it and you’ll sweep quite a lot. 

Jadwalkan beberapa menit untuk melakukan ini. Dan lakukan secara reguler sebelum semuanya pile-up dan bikin jadi males untuk ngeberesin.

Bikin folder

Categorize, label it accordingly… It’ll make your life so much easier.

Jangan taruh di desktop

Hapus dan bersihin desktop kita dan juga pilih-pilih yang mau ditaruh di dock (ini lho yang bagian bawah di mac). This is how my desktop looks like after clean up. Sebagian besar hal-hal lain, saya simpan di dalam hard disk dan itu pun juga dikategorikan tergantung gimana kita mengkategorikannya. Yang paling banyak sih pastinya apalagi kalau bukan foto hehe

Keep 1 or max 2 email accounts 

The fewer email accounts the better. Hindari punya terlalu banyak email account karena akan sulit untuk maintainnya.

Manage your inbox

Nah masalah inbox ini adalah masalah yang sampai saat ini masih menjadi pe-er untuk saya. Saya tipe orang yang nggak bisa liat inbox piling up, semuanya harus bersih. Jadi setiap hari saya selalu menghapus termasuk newsletter-newsletter dari website yang pernah saya subscribe. Sehari ada 50 hanya dari newsletter yang saya langsung otomatis hapus. Kebetulan itu yang paling banyak memenuhi email pribadi saya haha nah pe-ernya adalah: Unsubscribe!!! Caranya adalah, di setiap email bagian bawah adalah pilihan Unsubscribe. Secara legal memang itu harus tercantum disitu. Jadi nggak perlu lagi delete email that we dont even read, want or need. You will just not receive it. Perfect.

Storage

Save a lot of space from computer, bisa pakai cloud juga. Saya juga setiap beberapa bulan sekali memindah foto-foto yang ingin saya simpan dari handphone saya. Dan juga saat saya selesai menggunakan kamera, saya langsung memindah semua ke dalam storage dan menghapus  dari kamera. Kalau saya tunda-tunda akhirnya saya lupa sudah dipindah atau belum akhirnya mungkin saya duplicate yang sudah saya pernah pindah sebelumnya, dll. Sebenernya basic rule-nya adalah dont postpone, just do it right there.

Keep it clean regularly

Disinfecting and cleaning barang yang selalu kita pegang setiap hari. We’ll feel great after a good wipe. Kita akan ngerasa bersih dan soo organized. Penting juga untuk kesehatan kita karena selama ini kita menggunakan jari kita yang nggak tahu sudah pernah mampir kemana aja.

Know when to put it down

Nggak cuma masalah decluttering, tapi juga kita harus tau waktunya untuk put it down dan pay attention what’s around us. Be conscious and aware how much we use our devices. Aware when you need and be present.

Semoga bermanfaat ya tips-nya. Simplify your life!

 

Haji dari Belanda

Itinerary Haji 2018

30th September 2018 - 4 min read

Haiii semuanya, saya kembali lagi di seri Haji dari Belanda. Kali ini pengen cerita soal itinerary Haji tahun ini saat rombongan kami berangkat. Sebelum berangkat, kami lumayan bertanya-tanya karena walaupun dikasih jadwal dari Euro muslim, tapi masih tidak terbayang dan tidak detil akan aktivitasnya. Sepertinya diberi tahun berkali-kali pun masih nggak klik gitu rasanya, karena sama sekali belum ada bayangan. Tujuan dari sharing kali ini adalah supaya sebelum daftar pun atau saat persiapan sudah bisa sedikit-sedikit menyerapi dan membayangkan. Sepertinya juga karena pendokumentasian Euro muslim ini kurang organized, jadi tidak ada dokumen untuk dijadikan referensi pasti.

Sedikit update dari Pak Said, pembimbing haji kami di Euro muslim, sudah mulai ramai pendaftarnya untuk tahun depan (2019). Masya Allah semakin lama semakin banyak anggotanya dan semakin cepat pula ramainya.

Pastinya setiap travel berbeda-beda programnya, seperti saja di Indonesia yang ada banyak kloter. Dari kloter awal hingga kloter akhir. Disinipun seperti itu, walaupun perbedaan berangkatnya tidak selang terlalu jauh. Menurut saya program dari Euro Muslim/Diwan Travel ini cocok karena dimulai di Madinah sehingga tidak perlu miqat di pesawat dan cukup waktu menginap di Madinah pun Mekah. Bener-bener cukup, tidak terlalu lama tidak terlalu cepat.

Bagi yang akan menunaikan ibadah haji baiknya membandingkan terlebih dahulu itinerary program haji dari satu travel dan travel lainnya.  Perhatikan juga berapa lama waktu kita di Mekah, lama transit di apartemen sebelum ke Arafah dan Mina, lama di Madinah dan Jeddah. Karena akan berpengaruh terhadap harga.

Di travel haji kami bisa memilih 1 kamar 4 orang, atau 1 kamar 2 orang. Tentunya harganya pun juga berbeda. Kalau memang ingin satu kamar 2 orang, mungkin bisa cari tahu lebih dahulu apakah hotel akan dipisah dengan yang lainnya. Karena ada pengalaman hotelnya terpisah sehingga banyak ketinggalan berita (untuk Euro muslim yang semua komunikasinya melalui whatsapp) maupun juga tidak bertemu dengan teman-teman rombongan yang lain hingga akhirnya ke bandara.

Kira-kira itinerary-nya seperti berikut:

Perbedaan Nafar

NAFAR dalam istilah ibadah Haji bermaksud keluar dari Mina.

Nafar awwal: Melontar jumrah 3 hari, bukan 4 hari seperti Nafar Sani/Akhir. Disebut Awal karena jama’ah lebih awal meninggalkan Mina kembali ke Mekah. Total krikil yang dilontar jama’ah nafar awal adalah 49 butir.

Jama’ah haji Nafar Awal hanya 2 malam menginap di Mina dan meninggalkan Mina pada tanggal 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam.

Nafar Sani: Melontar Jumrah selama 4 (empat) hari pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Zulhijah sehingga jumlah batu yang dilontar sebanyak 70 butir. Disebut Nafar Sani/Akhir karena jema’ah haji bermalam di Mina 3(tiga)  malam dan meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah.

Pilihan untuk Nafar Awwal merupakan suatu kelonggaran yang diperuntukkan untuk memudahkan penyelesaian ibadah. Nafar Awwal adalah untuk Muslim yang kurang sehat, tidak dapat menahan larangan ihram atau harus meninggalkan Mina karena keperluan dan keselamatan. Wallahu alam.

Hidup di Belanda Zero Waste Journey

#WORLDCLEANUPDAY2018 AMSTERDAM

16th September 2018 - 8 min read

15 September kemarin adalah #worldcleanupday around the world. One day. One planet. One goal.

Berjuta-juta orang dari 150 negara di dunia bersatu untuk membersihkan dunia kita dari sampah-sampah yang dibuang sembarangan atau sampah-sampah yang somehow berakhir disitu dari tempat pembuangan akhir. Gila sih ternyata ada lebih dari 13 jt orang di seluruh dunia yang join (hasil akhir perhitungan participants belum keluar) dan ngerasa bangga (padahal kerjanya juga ga gitu-gitu amat) bisa menjadi bagian dari 13 juta itu. Dan itu hanya 5% dari populasi di seluruh dunia, tapi sebenernya signifikan banget message-nya.

Keindahannya ada di kolaborasi orang-orang ini. Bayangin komunitas yang berbeda, background yang berbeda, semua lapisan dari masyarkat dari warga biasa, pemerintah, pejabat, dan lain-lain. We all care with this our one and only planet. Remember, THERE’S NO PLANET B!

Menurut website mereka, gerakan ini lahir 10 tahun yang lalu di Estonia, ketika 4% dari populasi Estonian keluar untuk membersihkan seluruh negara sampah yang dibuang secara nggak bener, dalam hitungan jam. Ini mendapat banyak perhatian dari orang-orang di seluruh dunia, yang akhirnya terinspirasi untuk mengikutinya dengan misi ‘one world one day’.

Nah saya kebetulan berpartisipasi di salah satu tempat yang ada di Amsterdam. Saya nggak join melalui website official #worldcleanupday tapi melalui https://www.nudge.nl. Untuk yang tinggal di Belanda, Nudge ini meng-connect orang dan organisasi untuk mewujudkan inisiatif yang berkelanjutan. Nudge kali berkolaborasi dengan Plastic Soup Foundation (check out their work here). Jadi organisasi-organisasi atau bisnis di Belanda sign up untuk world clean up day melalui Nudge kemudian Nudge ini membuatkan program dan fasilitas di websitenya untuk memudahkan navigasi. Ada map (peta) untuk memilih acara-acara apa yang ada di sekitar kita. Sayangnya semuanya in dutch, jadi nggak gampang nemunya. Tapi kalau udah diwebsite, semua bisa ditranslate. Sooo it’s okay!

Leave No Trace

Kalau mau berpartisipasi pribadi gini caranya

Source: https://www.worldcleanupday.org/get-involved/

The Program

// 12:30 – Welcome
// 13:00 – Beach Clean-up (supported by WeRevolution)
// 15:00 – DJ’s, snacks & drinks
Acaranya di Beach Blijburg, sekitar 30-40 menit dari rumah saya dengan public transportation. Blijburg itu pantai kecil di tengah kota Amsterdam. Kecil banget. Please jangan bayangin pantai-pantai di Indonesia ya….. Di beach ini sering banyak festival-festival dan yang organise festivalnya itu ceritanya mau give back sama pantai ini. Karena setelah ini beach ini sudah nggak boleh lagi bikin acara karena satu dan lain hal. Asumsi saya sih sampah adalah salah satu masalahnya. Ini kaya jadi semacam say goodbye-nya gitu dan sekalian dibuat di hari bersih-bersih nasional.

Tim from WeRevolution (Event organizer) giving welcome speech

Kita dapet minum dan snacks gratis plus tiket untuk ke Amsterdam Dance Event yang saya sedekahkan (wkwkwk) ke temen saya hari itu hehe soalnya nggak akan ke acara itu juga sih. Lumayan kan, itu caranya mereka untuk attract the people, walaupun menurut saya tanpa mereka mencoba untuk attract pun, orang-orang yang ada disitu adalah orang-orang yang care.
Dari sekitar 30 orang yang datang, kami dibagi menjadi 2 group untuk lebih memudahkan koordinasi aja. Kemudian setiap orang dibagi tugas untuk fokus kepada 1 tipe sampah, sampahnya dibagi menjadi 5 tipe:
1. Plastik
2. Kaca
3. Kaleng
4. Kertas
5. Cigarette Butt (filter rokok) YES IT’S SEPARATE
Kami juga dibagikan perbekalan yaitu;
– Plastik sampah (yang sebenernya bisa diganti dengan goni atau yang lain)
– Glove (bisa juga bawa sendiri dari rumah)
– Picker (pencapit)
– Overall outfit
Sampah-sampah ini akan diolah kembali di pembuangan sampah akhir di Belanda yang untungnya sudah punya teknologi yang cukup baik. Jadi nggak cemas sama setelahnya.
Kebetulan saya kebagian ngambil puntung rokok, bah! banyak bangettt sampe sakit punggung karena harus terus nunduk arah jongkok. Dan yang saya temui adalah puntung rokok yang recent yang baru aja dibuang. Kalau digali lebih lagi, banyak puntung rokok yang sudah memutih dan menua. Imagine how many are still in there?
Setelah itu saya jadi belajar lagi soal bahaya puntung rokok. It is so dangerous apparently, could be more dangerous to the ocean than plastic. 
Each year, 5.6 trillion cigarettes are manufactured worldwide, about two thirds or more than 66 percent of those are improperly disposed of by the smokers. There are also certain chemical dangers from cigarette butts, especially for marine life. A lot of them get swallowed by sea turtles, fishes, dolphins, and whales. Also, no, these filters are not biodegradable, they are made of a different type of plastic which contains a lot of harmful chemicals.
The situation is a lot worse since there is no regulation for the proper disposal of cigarette filters, compared to the environmental policies put in place for plastics.

Key Takeouts

  • Banyak banget sampah di dunia ini dan itu hanya yang terlihat, dig more and you’ll find more! More things yang kita nggak tau udah berapa lama disitu. Bayangkan kalau kita nggak mengubah gaya hidup kita. Thats how your trash will end up. Stay for years. And it accumulates because it’ll stay for hundreds years. And it contaminates your surroundings and eventually you.
  • Ini bukan (hanya) soal membuang sampah sembarangan tapi soal produk yang kita konsumsi dan bagaimana penggunaan plastik dalam hidup kita.
  • Juga waktu yg tepat utk map out the brands that use plastic as the packaging juga mengetahui asal dari limbah tersebut and shout to them. Asal limbah dapat membantu kita lebih dekat dengan pertanyaan siapa yang bertanggung jawab untuk pengelolaan bahan yang tepat. Contoh, banyak tempat pembuangan sampah dengan limbah rumah tangga berarti bahwa kotamadya belum melakukan pekerjaan mereka dengan baik, limbah non-rumah tangga berarti itu adalah tanggung jawab produser dan kita dapat menargetkan area komersial atau industri terdekat. Juga kita menargetkan ke diri kita sendiri, sudahkah kita memilih produk-produk kita dengan selektif.
  • Di tengah2 cari sampah, diumumkan bahwa sampai detik itu sudah ada over 13,5 million people joining the movement.
  • What you do, each one of you create difference in this world! Jangan pernah understimate effort yang kamu lakukan!

After all, what we do, whatever it is, do make difference. Be kind and keep on improving!

Haji dari Belanda Hidup di Belanda

Perbedaan Haji dari Indonesia dan Belanda

9th September 2018 - 8 min read

Salah satu yang menjadi hal yang menarik untuk dibahas di seri Haji di Belanda adalah mengenai perbedaan haji dari Indonesia dan Belanda dari sisi teknis, logistik dan practicality. Mudah-mudahan bisa menjadi bahan pertimbangan bahkan lebih baik kalau bisa menyiapkan haji dengan lebih matang lagi. Ohiya, kami berangkat bersama Diwan Travel sebuah travel dari Tilburg yang dimiliki oleh orang Maroko. Kuota kami orang Indonesia ikut ke kuota mereka. Mereka ini sudah berpengalaman dalam bidang travel, khususnya umrah dan haji.

Berikut adalah beberapa perbedaan Haji dari Indonesia dan dari Belanda. Semoga ada manfaatnya:

1. Waktu menunggu

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di post sebelumnya , umumnya di Belanda hampir tidak ada waktu menunggu. Setiap negara memang mendapat kuota dari pemerintah Arab Saudi. Saya nggak tahu pastinya berapa, tapi yang jelas di Belanda supply lebih banyak dari demand dikarenakan penduduk Belanda yang mayoritas bukan muslim. Di tahun-tahun lalu termasuk tahun saya 2018, mendaftar 3-5 bulan sebelum keberangkatan pun masih mungkin.

Hanya saja, itu jangan dijadikan alasan untuk menunda-nunda karena semakin tahun semakin banyak peminatnya. Tahun 2016 peminat Indonesia di Travel tempat kami mendaftar ada 35 orang, tahun 2017 ada 50-60an orang, tahun 2018 ini ada 80-an orang. Semakin tahun banyak teman-teman dari LPDP yang datang ke Belanda dan kesempatan untuk berhaji mumpung tidak harus menunggu. Juga semakin banyak orang-orang Indonesia yang tinggal di Belanda yang ingin berhaji. Jadi kalau sudah matang, pilih-pilih travel, kemudian daftarlah..

2. Manasik

Di Belanda, manasik terjadi 2-3 bulan sebelum keberangkatan dengan pertemuan satu kali tiap minggunya. Di dalam manasik akan dijelaskan teori-teori juga dibagikan materi-materi, plus dengan sesi tanya jawab. Durasi sekali pertemuan sekitar 2 atau 2.5 jam. Dari cerita yang saya dengar, manasik di Indonesia sangat intens dan mendetail, lengkap dengan latihan praktek dan terjadi 6 bulan sebelum keberangkatan. Di Belanda, manasiknya cukup simpel, malah cenderung mandiri. Materi dibagikan melalui PDF, terserah kita mau diprint atau tidak. Ada 2 buku doa yang dibagikan, tapi itu saja. Lainnya adalah pilihan kita mau diapakan materinya. Ada yang dengan kreatif dipotong-potong bagian ritual dan doanya dan dilaminating kemudian bisa dikalungkan. Ada yang dijilid.. Macam-macam. Tergantung inisiatif dari kita sendiri..

Manasik di Belanda dipimpin oleh 1-2 Ustadz yang nantinya akan menemani ke tanah suci. Ustadz itulah yang bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan itinerary, informasi dan memimpin ibadah. Semua komunikasi dilakukan melalui whatsapp.

3. Perlengkapan

Bisa dibilang di Indonesia hampir semuanya seragam, from head to toe. Dari mulai jilbab, mukena, baju, celana, baju ihrom, spray muka, botol minum sampai juga koper. Perlengkapan-perlengkapan itu sudah termasuk dari harga yang dibayar. Dipikir-pikir memang untuk di Indonesia sebaiknya begitu karena kalau tidak perbedaannya akan terlalu mencolok. Juga saya benar-benar nggak kebayang kalau contohnya bapak-bapak ibu-ibu tua itu harus riset mencari tahu sepatu apa yang nyaman dipakai atau harus mencari barang satu-satu seperti kita yang muda-muda ini. Menurut kami saja itu sudah lumayan ribet 🙂 ribet-ribet excited asik gitu rasanya.

Melalui Diwan Travel, yang kami dapatkan adalah sebagai berikut, yang tidak dicantumkan harus dibeli sendiri

  • Name tag
  • Luggage tag
  • Buku doa dan tauhid
  • Drawstring bag

Tapi bagusnya kalau naik Turkish Airlines, semuanya akan mendapatkan ‘Hajj Package‘ berupa tas kecil yang juga bisa menjadi sling bag selama disana. Sangat membantu! Berikut yang didapat:

  • Sling bag
  • Kantong untuk batu jumrah
  • Sajadah tipis lipat
  • Kaos kaki dengan grip di bawah
  • Counter
  • Drawstring bag
  • Fenny pack
  • Non perfume soap travel size

4. Biaya dan fasilitas

Biaya pada tahun 2018 adalah 4900 euro atau sekitar 85 juta dengan fasilitas yang menyerupai ONH Plus di Indonesia tapi seperti yang sudah dibilang diatas tidak termasuk perlengkapan lain-lain.
Dari biaya tersebut berikut yang termasuk:

  1. Tiket pesawat PP dengan Turkish Airlines
  2. Hotel di Madinah (Sajja Hotel, incl breakfast+dinner buffet)
  3. Tur Museum Quran di Nabawwi, Jabal Uhud dan Masjid Quba
  4. Transportasi bus Madinah – Mekkah
  5. Apartemen di Aziziya (no food. Saat disana kita disedekahi makanan dari orang kaya di Arab tapi nggak setiap hari. Lebih baik plan untuk bawa makanan sendiri)
  6. Tenda di Mina dengan AC dan sofabed (incl breakfast+lunch+dinner paketan)
  7. Bus dari Mina ke Arafah
  8. Tenda di Arafah dengan AC dan sleeping bag yang bisa dibawa ke Muzdalifah
  9. Bus dari Arafah – Muzdalifah
  10. Bus dari Apartemen Aziziya – Hotel Swiss Al-Maqam Mekah
  11. Hotel di Mekah (Swiss Al-Maqam, di salah satu gedung zam-zam tower dekat Masjidil Haram)
  12. Bus dari Mekah – Jeddah Airport
  13. Air zam-zam 5 liter per orang

5. Wisata

Setau saya kalau di Indonesia banyak ziarah-ziarah dan wisata yang dikoordinir. Untuk Haji dari Belanda hampir tidak ada, hanya yang sudah disebutkan di atas, Museum Quran, Jabal Uhud dan Masjid Quba. Selain itu harus mengkoordinasi sendiri dengan naik Taxi. Mungkin bisa minta salah satu ustadz di group yang menemani.

6. Pusat Kesehatan

Untuk Jamaah dari Eropa, pusat kesehatannya jadi satu dengan yang pemerintah Saudi tetapkan. Untuk Indonesia, kesehatan adalah salah satu hal yang paling diperhatikan. Ada TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia) yaitu tim kesehatan yang dibawa langsung dari Indonesia untuk menggiring jamaah haji. TKHI ini ada 4-5 per kloternya yang terdiri dari Perawat dan Dokter. Keadaan ini sangat dimaklumi karena banyaknya jamaah haji dari Indonesia yang berangkat dengan kondisi dan juga diumur-umur yang sudah tua. Kemudian ada titik-titik dimana klinik kecil dibuat khusus untuk jamaah-jamaah haji Indonesia. Untuk Belanda kalau sakit ya ke klinik yang ada yang disiapkan pemerintah. Tapi ada kok, jangan cemas 🙂

7. Rangkaian Ibadah

Kurang lebihnya sama. Mungkin ada perbedaan-perbedaan sedikit yang tidak mendasar sebagai berikut. Tapi bisa jadi setiap travel punya kebijakannya masing-masing ya.

  • Mabit di Muzdalifah:  Kebanyakan jamaah Indonesia sudah mulai bergerak dari dini hari. Kami bergerak setelah matahari tergelincir untuk ke mina.
  • Nafar Awwal (meninggalkan mina pada 12 dzulhijah) dan Nafar Tsani (meninggalkan mina pada 13 dzulhijah): Sudah menjadi lumrah saat jamaah indonesia by default mengambil nafar awwal. Nafar Tsani adalah sunnah jadi tidak wajib memang untuk dilakukan. Diwan travel memberi kebebesan karena pasti ada dari jamaah yang sakit, tua, membawa anak, dll
  • Hari Tarwiyah (8 Dzulhijah): Sunnahnya mabit di Mina tapi kebanyakan kloter Indonesia (reguler) tidak melakukannya.

8. Koordinasi di Lapangan

Ada beberapa ustadz lokal (orang Indonesia) yang membantu pada saat beribadah. Tapi hanya sekedar membimbing dan memberi tahu, tapi tidak didikte doa. Jadi bisa dibilang harus mandiri.. Doa-doa harus dipersiapkan sendiri.

9. Agen travel

Di Indonesia ada reguler dan private travel agency. Di Belanda semuanya private travel agency. Pemerintah di Belanda tidak terlalu involve dibandingkan pemerintah Indonesia di persoalan Haji. Karena jumlah jamaahnya yang tidak terlalu banyak. But all in all, everything is fine!

Haji dari Belanda Hidup di Belanda

A very humble experience

4th September 2018 - 6 min read

Sesuatu yang ditunggu-ditunggu dari beberapa tahun lalu akhirnya datang dan terealisasi. Setelah kurang lebih 3 minggu, akhirnya kami kembali ke kehidupan dunia.. Kali ini saya nggak menyebut kembali ‘reality‘ seperti yang saya biasa bilang saat kembali dari berlibur.  Karena 3 minggu kali ini super spesial. Bukan berlibur, tapi beribadah (dan sedikit-sedikit ziarah plus visit-visit pasar di sekeliling – of course :P). Mohon doanya semoga semua amalan kami diterima dan dosa-dosa kami dihapuskan Aamiiin.

Dan buat saya ‘reality’ adalah saat berada disana beribadah dan menghadap, terutama simulasi kiamat di Padang Arafah juga Mina dan Muzdalifah. Bukan saat saya disini mengetik laptop dan memikirkan kerjaan, terutama bukan saat sedang berlibur.

Because reality happens after life and because reality equals to immortality in which we are all heading to. That is what I felt when I was there… A sense of worship, surrendering, ego-less and my concern to after life of mine and people I love..

Saat kemarin di sana, saya (juga berkat motivasi Damar) bercita-cita setelah balik untuk share dengan sebelumnya meluruskan niat bahwa motifnya nggak lebih dari sharing melalui tulisan blog. Saya ngerasa teramat beruntung karena kakak kandung saya yang tinggal di Belanda dan beberapa teman dekat sudah melaksanakan ibadah ini beberapa tahun lalu. Banyak info (juga barang-barang) yang bisa saya dapatkan dari mereka, tapi bahkan itu pun tidak mendetil seperti apa yang saya alami sendiri di sana. Ada beberapa hal yang I wish I have known before. Dari soal itinerary, ekspektasi kegiatan-kegiatan disana, gimana makanan di sana, apa yang harus dipersiapkan dll. Semoga ini menjadi amal jariyah, bukan malah sebaliknya. It’s also for what I want to look back in the future.. Just like my other posts 🙂 

Dengan motivasi itu, saya pengen bikin seri mengenai Haji dari Belanda. Jadikan ini hanya sekedar acuan, bukan standard. Karena pasti setiap tahun berbeda, entah menurun ataupun meningkat. Baiknya tetap pergi tanpa ekspektasi tapi bukan berarti tidak bersiap sebaik mungkin. Saya juga pengen menyemangati kalian-kalian yang masih muda untuk bermimpi dan berniat beribadah sedini mungkin. Untuk yang di Indonesia yang sudah bisa DP, segera lakukan.. Percayalah bahwa jalan itu pasti akan ada. Untuk yang bermimpi untuk kuliah di luar negeri, jika mungkin, masukan ini sebagai salah satu hal untuk dilakukan sebelum kembali ke tanah air

Kenapa berhaji di usia muda?

Kalau ditanya hingga waktunya berangkat pun, saya masih mentally nggak siap. Meski persiapan logistik sudah sedetil mungkin, namun urusan mental menurut saya adalah sesuatu yang paling sulit untuk disiapkan secara matang. Di awal-awal ada keinginan untuk berhaji, rasanya malu sekali datang ke tanah suci dengan dosa yang amat banyak, masih belum berhijab, dll. Takut dan super deg-degan rasanya.. Tapi saya yakin, sampai kapanpun kita nggak akan pernah siap….

Kesiapan yang membantu untuk menyiapkan mental adalah banyak berdoa, bertobat dan minta diberi keyakinan juga mendengarkan kajian-kajian mengenai haji.

Dulu sempat berpikir saat berhaji dari luar negeri, kita bisa keblinger, asal punya uang kita bisa berangkat. Tapi sebenernya nggak, ada satu komentar dari salah seorang petugas Haji asli Indonesia yang berdomisili di arab yang hingga hari ini masih terngiang di telinga saya. “Orang yang bisa naik haji itu adalah orang yang terpilih, kadang orang yang punya uang tapi tidak ada waktu, kesehatan atau energi untuk pergi, kadang punya uang dan tenaga tapi tidak ada waktu, ada orang punya uang tenaga kesehatan waktu tapi belum ada panggilan, ada orang yang ingin sekali pergi punya kesehatan namun tidak bisa pergi.” Banyak sekali variabelnya..

Jadi saat variabel itu utuh, ada.. semua positif. Carilah panggilan itu walaupun belum ada.. Cari.. Karena berarti haji sudah menjadi sebuah kewajiban. Umur nggak ada yang tahu, dan saya nggak tahu mau jawab apa nanti saat ditanya malaikat mengapa nggak berhaji. Naudzubillah himindzalik. Saya nggak henti-henti bersyukur bisa punya kesempatan ini. Alhamdulillah..

Ada apa dengan Haji dari Belanda atau generally dari luar Indonesia?

Waktu menunggu

Umumnya di Belanda hampir tidak ada waktu menunggu. Jadi setiap negara mendapat kuota dari pemerintah Arab Saudi. Saya nggak tahu pastinya berapa tapi yang jelas di Belanda supply lebih banyak dari demand. Walaupun itu sudah taken into account penduduk-penduduk Belanda dari Maroko dan Turki yang rata-rata muslim. Jadi walaupun kita tiba-tiba dapat rejeki dan daftar 5 bulan sebelum berangkat, pun masih mungkin. Hanya saja, itu jangan dijadikan alasan untuk menunda-nunda karena saya bisa bilang semakin tahun semakin banyak peminatnya juga karena semakin banyak juga mahasiswa dari beasiswa seperti LPDP dll yang datang yang menggunakan kesempatan untuk berhaji mumpung tidak harus menunggu. Kalau sudah matang, pilih-pilih travel, kemudian daftarlah..

Harga vs Fasilitas

Hanya ada 1 macam fasilitas berhaji dari luar negeri yang bisa dibilang dengan fasilitas seperti ONH Plus. Dengan harga yang jauh lebih murah dari ONH Plus. Pastinya dengan plus minus yang mungkin didapat di ONH Plus seperti persiapan manasik yang thorough dan dikordinir, barang-barang logistik yang disiapkan dll. Haji dari luar Indonesia (khususnya Belanda – dan yang saya alami sendiri) lebih banyak kemandirian dibanding koordinir.

Perbedaan yang lebih detil akan saya share di blog berikutnya. Stay tuned.. 🙂

Beranilah bermimpi dan imani mimpimu itu, percayalah akan ada jalan – MSI

Dreams Hidup Minimalis Life Self growth

Time Management

5th August 2018 - 9 min read

Semakin kesini semakin nyadar bahwa waktu berjalan dengan cepat dan rasanya tuh selalu ngerasa nggak cukup. Ngerasa juga nggak sih kalian? And then you look back and then you question where does time fly, plus checked in on what you have done and you can’t really name what’s worth mentioning? Untuk orang-orang yang banyak kegiatan, biasanya seperti kehabisan waktu dan waktu 24 jam nggak cukup. Yang sudah plan aja masih ngerasa nggak cukup apalagi saat nggak diplan sama sekali. Memang sih sebaik-baiknya ngeplan waktu juga pasti ada aja kan yang tiba-tiba terjadi, tapi seenggaknya dengan sadar akan konsep waktu dan kegunaannya kita jadi bisa less procrastinate.

Pertanyaannya apakah kita sudah nge-plan dengan proper atau bahkan sudahkah nge-plan at all? Let’s reflect dan check out what we have done so far. 16 jam (24 jam-minus jam tidur) itu banyak lho sebenernya. Dan kita bisa fit ini semua yang kita mau lakukan, asal dimanage dengan baik.

Kalau dipikir-pikir step ini juga sangat berelasi dengan konsep hidup minimalis. Step ini akan mengharuskan kita untuk ngelist apa aja yang sebenernya harus difokuskan, instead of  letting the time flows dan hanya ngelakuin tergantung kemana waktu dan challenge membawa. Jadi garis besarnya adalah it’s all about simplifying your life, membuat space untuk hal-hal yang substantial yang harus dilakukan. Untuk fokus ke hal-hal penting di dalam kehidupan kita.

First thing first, untuk kita membuat waktu lebih di dalam keseharian kita, pertama-tama kita harus melihat kemana waktu kita pergi. Kemudian kita bisa kontrol dan meluangkan waktu untuk make things happen. Kuncinya adalah take time to manage your time. Duduk dan organize all in paper or in your digital note (Free Ideal weekly plan yang bisa didownload 🙂)

Caution: Poin-poin dibawah ini hanya sekedar guideline dan beberapa cara yang mungkin nggak sempurna. At the end of the day, semua terserah kalian dan see what works for you! Semoga bermanfaat!

Aku pengen share tips dan tricks yang bisa bikin aku gunain waktu dengan lebih baik. Bukan berarti aku nggak pernah procrastinate, pernah juga, sering bahkan apalagi pas pulang kantor abis makan malem pengennya ngebo aja nontonin youtube sampe ketiduran. But yeah, I do realize, managing time well will clear up more space for side hustle, people, hobbies, study interest and rests, no time for ‘ngebo’.. You’ll fit in more things. 

1. Words vomit

Biasanya aku ngelakuin ini pagi-pagi bangun tidur setelah exercise/yoga dan juga sepanjang hari jika perlu. Kira-kira alokasi waktu 5-10 menit di pagi hari. Words vomit itu menumpahkan semua yang ada di kepala, soal apapun. Apa yang kamu pikirkan saat itu, to do list, gratitude, literally everything. Dengan mengeluarkan apa yang ada di kepala, kita jadi bisa lebih fokus dan efisien dalam mengerjakan sesuatu karena kita nggak perlu takut lupa atau terus mengingat-ngingat sesuatu. Udah diinget-inget bikin nggak fokus, akhirnya lupa juga karena kita semua manusia. Dengan numpahin semua, kepala kita jadi ada space extra untuk ngerjain task secara lebih efektif dan produktif.

2. Make a realistic to do list

To do list adalah senjata saat kita melakukannya dengan benar. Ada masanya dulu aku tulis semuanya termasuk task-task yang nggak terlalu penting hanya karena aku suka sekali rasanya scratch the list karena tasknya sudah accomplished. 

Break down secara besar kemudian dikecilkan. Mulai dari goal besar di bulan itu, kemudian di perkecil ke Ideal weekly plan. Nah ada rule of 3 yang juga bisa dijadikan sebagai acuan. Intinya sih daripada kewalahan dengan tugas yang terlalu banyak di checklist, kamu bisa memilih 3 hal yang paling penting yang ingin dicapai. Ini membuat kita memegang kendali lebih. Tapi 3 tasks ini harus non negotiable, sedang yang lain yang tidak tertulis bisa lebih negotiable. What is something you can let go of or save later?

3. Allocate time

Di dalem to-do list, alokasikan waktu secara spesifik. Seperti 1 jam, 2 jam dst. Kalau perlu, nyalain alarm untuk ini. Pernah sadar kalau biasanya kita wander around nggak? tiba-tiba buka social media, scrolling like there is no tomorrow. Tiba-tiba 5, 10, 15 menit ilang gitu aja.. We lose track on social media. Nah untuk mengurangi kemungkinan itu, coba alokasikan waktu di setiap aktivitas yang pengen dikerjakan di hari itu. Kalau kita alokasikan waktu dengan proper dan realistis, pasti a task will be done accordingly. 

Distraction itu manusiawi pasti terjadi pada siapapun. Don’t fight it, but accept and moderate it. Welcome procrastination and set time for it. Mungkin supaya nggak ganggu, handphone bisa diset airplane mode, atau block social media di komputer yang sering dibuka.. Kadang saking udah jadi habit, jadi unconcious saat melakukannya. Kalau udah gini mungkin waktunya social media detox 🙂

Ada juga Pomodoro techniqueThe Pomodoro Technique adalah filosofi manajemen waktu yang bertujuan untuk memberikan fokus maksimum dan balance dengan fresh mind, sehingga memungkinkan mereka untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dengan kelelahan mental yang lebih sedikit. Prosesnya sederhana banget, untuk setiap proyek sepanjang hari, anggarkan waktu untuk bekerja atau mengerjakan task, kemudian  beristirahatlah secara berkala. Jadi contohnya, setup 25 menit untuk kerja, kemudian 5 menit break. Check out for more detailed information in here

4. Dengan kata-kata verb atau actionable

Gunakan action words di to-do list biar otak jadi bisa memvisualisasi untuk encourage kita bergerak melakukannya. Contohnya saat harus belajar, tulis pagesnya, chapternya dan buat sespesifik mungkin.

5. Focus and don’t constantly switch to another tasks

6. Staple activities

Multitasking itu sebenernya kurang baik, tapi yang ini menjadi pengecualian. Kita juga pengen baca buku, tapi pengalamanku pribadi aku ngerasa bersalah karena membaca buku juga membutuhkan waktu sedangkan we are just still. Jadi kaya diem aja nggak ngapa-ngapain padahal baca. Supaya tetep bisa nambah ilmu, cari sesuatu aktifitas yang mindless atau nggak perlu mikir. Kemudian bisa denger podcast atau audible atau blinkist. Ketiganya adalah cerita yang berbentuk audio.

Podcast itu free, bisa ditemukan di aplikasi-aplikasi handphone kalian. Di podcast siapapun bisa bikin channel masing-masing kemudian dishare di apps dan siapapun juga yang punya aplikasi ini bisa mendengarkan. Karena siapapun bisa bikin, aku biasanya ke podcast saat aku sudah tau pasti jelas bahwa seseorang yang aku suka memang ada di podcast atau ada subjek tertentu yang kamu pengen denger. Most of the times I had a good experience with this. Tapi karena bentuknya podcast, jadi mirip-mirip youtube atau radio gitu, topik kontennya ada tapi tapi tidak terlalu terstruktur dan suka-suka yang bikin.

Audible ini punyanya amazon yang gratis di bulan pertama tapi berbayar 15 euro/ bulan di bulan-bulan selanjutnya. Menurut aku, it’s super worthwhile. Mengajak untuk selalu belajar akan sesuatu yang baru tiap bulannya. Karena as I said, baca buku biasanya ada aja excusenya, yang ngantuk lah, yang wasting time lah, etc. Dengan audible, kita bisa ngedengerin kapan aja kita pengen, saat lagi nyetir, di public transport, lagi masak dll. A little suggestion: use this apps to listen to something that is relatively easy to follow. Jangan buku-buku kaya sapiens, the theory of earth or things like that. Because the chances are, you have to sit and listen to it focusedly anyway and then you better read a book 🙂

Blinkist ini adalah apps yang merangkum key lessons dari  buku-buku non fiksi selama 15 menit atau kurang. Jadi dalam 15 menit, kita belajar sesuatu yang baru. Aku sendiri belum pernah nyoba apps yang ini, tapi reviewnya bagus banget. Again, ini preferensi yaaaa. Jadi kalau emang nggak tertarik, yaudah nggak usah. Sama seperti Audible, Blinkist ini juga menawarkan free first month trial.

Selain itu bisa juga save tontonan untuk ditonton saat kita lagi digym. Cari sesuatu yang bisa diincorporate dengan sesuatu yang mindless atau nggak perlu mikir. Niscaya, waktumu akan lebih efektif.

 

If we don’t schedule things, things will not happen. Take your time to sit down, relax and schedule your day, week, month, or year 😀

Hidup di Belanda

Surviving heatwave di Eropa

29th July 2018 - 8 min read

Sejak Kamis lalu (hari ini hari Minggu), Eropa dilanda heatwave yang menyebabkan suhu di daerah-daerah Eropa meningkat hingga diatas 30 derajat celcius. Menurut banyak artikel yang saya liat, di Belanda sudah 10 tahun belakangan ini heatwave nggak pernah terjadi dan tapi katanya dengan perubahan iklim global, hal ini akan menjadi peristiwa 5 tahunan yang akan kembali. Hari Kamis kemarin temperatur mencapai 36 derajat. Orang-orang di Belanda udah nggak kuat, hingga ke taman dan bersepeda pun berbikini hehe

Untungnya di kantor ada AC, menurut cerita beberapa teman yang kebetulan bekerja di gedung yang sangat tua sehingga cenderung lebih sulit untuk menginstall AC, lumayan banget kalau suhu diluar berbanding lurus dengan suhu di dalam. Kerja jadi nggak nyaman dan ngga bisa mikir. Untung alhamdulillah-nya lagi rumah kami mempunyai sistem isolasi yang cukup baik, sehingga temperatur di luar tidak memberi efek ke suhu di dalam. Jadi di dalem rumah rasanya lebih cool daripada di luar. Jadilah di hari-hari ini saya lebih suka stay di rumah. (biasanya padahal juga selalu di rumah :P). Ini merupakan masalah yang cukup pelik karena di Belanda jarang sekali cuaca panas seperti ini, biasanya household nggak ada persiapan. Nggak cuma household sih, tapi juga pemerintah 🙂 Jadi orang-orang umumnya bisa sangat struggling dan juga susah tidur.

Nah penyebab dari heatwave ini apalagi kalau bukan global warming. Ok to be fair, sebenernya kombinasi karena temperatur di North Atlantic Ocean, perubahan iklim dan juga cuaca.

Yang bikin sedih adalah, hutan-hutan di Eropa jadi terbakar karena saking panasnya. Tapi lucu dan ironisnya adalah jembatan-jembatan di Belanda yang biasanya bisa dibuka untuk akses kapal, sekarang tidak boleh dibuka karena takut memuai dan eror di tengah jalan. Panas bisa memberi efek ke keputusan pemerintah hehe Salah satu contoh tidak siapnya pemerintah dalam menghadapi summer. Bener aja, kemarin ada salah satu jembatan yang diputuskan untuk beroperasi secara normal, namun nyangkut terbuka nggak bisa ditutup karena terlalu panas. Selain itu, juga ada a hippo di Roma yang diberi makan semangka beku untuk meng-cool off tubuhnya. Macam-macam ya ceritanya..

Michael Mann, a US climate scientist, tweeted: “What we call an ‘extreme heatwave’ today we will simply call ‘summer’ in a matter of decades if we do not sharply reduce carbon emissions.” Yang maksudnya, apa yang disebut heatwave ekstrim sekarang ini akan menjadi cuaca summer normal di masa mendatang kalau manusia tidak mengubah perilaku dan mengurangi emisi karbon. Buanyak banget yang bisa dilakukan kita manusia untuk mengurangi emisi karbon termasuk mengurangi konsumsi daging sapi, lebih concious dalam mengkonsumsi dan juga zerowaste living. Here are some more tips. And here for zerowaste living.

Anyway, tepat di hari heatwave itu Damar dijadwalkan pulang ke Belanda. Dengan tiketnya yang sampai pukul setengah 3 sore.. Heatwave ini sudah diforecast memang dari seminggu sebelumnya. Jadi di kepala saya adalah Damar akan sampai di hari yang paling panas sepanjang tahun. Sudah mengambil setengah hari libur karena mau jemput di bandara. Dan maksud hati membuat itu jadi surprise karena saya bilang Damar bahwa saya nggak bsia jemput karena ada keperluan kantor.

Di hari Rabu itu tanpa saya sadari, seharian penuh nggak kontak sama sekali. Saya ngechat tapi centangnya cuma satu. Agak heran juga tapi saya pikir mungkin handphone-nya mati. Maklum handphone dia sudah uzur dan memang suka mati-mati. Damar juga pesen sehari sebelumnya bahwa dia akan sibuk seharian karena ada presentasi dan meeting dengan klien-klien baru. Oke dehhh! dan saya pun menyambut hari itu dengan biasa aja dan kerja seperti biasa. Kerjaan di kantor memang lumayan menyita waktu, seharian full saya nggak terlalu perhatian ke handphone saya. Jadi yaudah…..

Di hari Rabu itu saya pulang dari kantor berencana ke rumah temen untuk ambil barang, terus Damar telpon seperti biasa. Pas banget kan.. Setiap pulang kantor kita memang selalu telpon-telponan dan catch up soal hari itu. Dia bilang dia sudah di bandara mau berangkat ke Belanda. <Boong bangetttttttttt>… pas dia tahu saya mau ke rumah temen, dia bilang ‘nggak usalah, nanti aja sama aku, sekalian karena udah lama nggak ketemu sama mereka’. Tanpa curiga saya pun, okelahh.. panas juga, bikin males ngapa-ngapain di luar.

Sampai rumah saya ganti baju, cuci piring, masak sampai saya denger ada orang yang coba untuk buka pintu saya. Deg-degan dong, pikirannya cuma 1, maling! Ngeri parah karena saya tinggal di lantai bawah sendirian, semua tetangga-tetangga ada di lantai atas. Jadi gimana minta tolongnyaaaaaa!! Okelah begitu denger ada yang mau masuk, saya sambil nervous jalan ke arah pintu, dan saya denger orang ini masukin kunci ke lubang kunci. Hmmm, terus ngebel.. hmm haaa?? saya buka pintu, ternyata Damar!!! Keselllll… tapi senenggggg.. bangettt… udah 3 bulan nggak ketemu soalnya hehehe hehehe jadi menghitung hari banget untuk ketemu! I was soo overwhelmed with happiness. Setelah diceritain sama dia kronologisnya, things start to make sense. Masih nggak percaya liat bentukan dia di depan saya saat itu. Hehehe that was really sweet. 

Hari itu kita di rumah aja, dinner, ngobrol dan tidur cepet. Besokannya kami berdua kerja dari rumah and that’s when the heat strucked Amsterdam the most. Kami ke taman agak sore sekitar jam 4, panasnya sudah mulai berkurang dan tinggal sedikit angin sepoi-sepoi. Kali ini ke Flevopark dan piknik disana… And we talked about future plan and dreams, as always 🙂

Ini beberapa foto yang mengabadikan 🙂

Speaking of surviving heatwave, berikut beberapa tips untuk bertahan di heat wave tanpa AC.. Sebenernya di Indonesia juga sepanas ini yah, tapi pastinya nggak sekering di Eropa..

  • Stay hydrated, anak temen kantor sakit dan dehydrated karena kurang minum. Kalau nggak concious bisa kering rasanya bahkan mimisan. Kalau saya sih selalu ngerasa haus, jadi tubuh minta minum otomatis gitu.. Bisa kira-kira ditakar minumnya dengan jumlah botol atau kalau perlu minum ekstra isotonik sebagai pengganti keringat yang keluar
  • Masukin buah ke freezer, terus dibikin jus
  • Masukin buah ke kulkas, terus dimakan
  • Masukin botol air minum ke kulkas
  • Kalau udah nggak kuat banget, bisa ke public space yang ber-AC kaya perpustakaan, kafe, dll
  • Ke lantai bawah, karena hot air rises up
  • Mandi air dingin
  • Eliminate extra sources of heat, kaya lampu-lampu dan alat elektronik
  • Pilih cotton untuk sprei dan selimut (bagi orang-orang kaya saya yang tidurnya harus dengan selimut)
  • Stay happy and surround by people whom make you happy

Loveeeeeeee,

 

 

 

Hidup Minimalis

Tips untuk nabung!! 50 juta dalam setahun

22nd July 2018 - 6 min read

Uang itu gampang banget untuk dikeluarkan tapi susah untuk disimpen. Walaupun begitu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk bisa simpen uang lebih banyak lagi. Di post kali ini saya pengen share beberapa money saving tips yang yang saya lakukan sendiri beberapa tahun belakangan. Dan saya bisa menyimpan 200-500  euro dalam sebulan yang berarti kalau dirupiahin sekitar 2jt-5 jt dan kalau dikali dalam setahun bisa jadi 30-60 juta hanya dari melakukan hal-hal ini. It’s based on my experience and things that I cut down on, might not work for everyone though 🙂 Hope you can pick away something that can resonate with you.

Hampir semua hal disini saya bisa lakukan karena saya mengubah lifestyle saya. Waktu saya masih sekolah/kuliah dulu, I had so many temptations especially karena lingkungan yang membuat saya merasa peer-pressured. Sekarang saya sudah nggak berada di lingkungan itu dan bisa menjadi diri sendiri. Apa yang kita keluarkan setiap hari walaupun sedikit, it will adds up.

Sebenernya, uang itu pasti akan terpakai juga akhirnya, but on something more essential, important dan priority. We can help more people, we can travel etc.
Okayy let’s start, 
ini adalah beberapa hal yang udah saya cut down beberapa waktu belakangan inii 🙂

  1. No TV – no cable TV(500rb-1jt/month): Buat Damar dan saya hiburan nggak datang dari nonton TV, kalaupun misalnya ingin nonton sesuatu there’s youtube, there’s netflix, there’s streaming. Jadi kita nggak terlalu butuh. Malah saya propose pengennya jual aja TV yang udah ada. Karena makenya bisa banget dihitung, hanya kalau ada tamu yang berkunjung atau menginap di rumah.
  2. I do not eat dinner out as often (1 jt/month): At least 2 times sebulan lah and when we do go we don’t go crazy.. 🙂 Get the main course and be content with that. Kita lebih sering bereksperimen di rumah, masak makanan yang kita belum pernah bikin dan having quality time together. It’s the best. Abis itu, if we feel like it, we take a walk outside and just talk and be grateful for the day. I do however, masih beberapa kali sebulan 2x paling nggak sosialisasi dengan teman dekat/kolega, karena bahwasanya hidup harus seimbang dan networking itu perlu 🙂
  3. No buying water – bringing bottle everywhere (100rb/month) Minuman yang paling sehat ya air putih. Tiap ke restoran, saya seringnya minta air putih, plus di Belanda air gratis karena bisa ambil dari kran. Saat bepergian, beberapa kali saya ngegampangin karena bisa beli, dan selalu nyesel saat nggak bawa botol minum sendiri.
  4. Ngurangin red meat,(200rb/month) : Karena alasan lingkungan dan kesehatan, kami memang sudah sangat mengurangi red meat. Dan memang lumayan kan bisa nyimpennya kalau nggak dipake untuk beli red meat. Kita gantinya dengan tahu tempe ayam atau ikan.
  5. I do not drink out – coffee – tea, no cafe (150rb/ month) : Kita biasanya minum santai di rumah, bisa pilih minuman dan bikin sendiri. Juga dengan suasana lebih homey. Saya nggak ragu untuk mengundang temen ke rumah daripada keluar. Saya juga sudah nggak pernah take away minum lagi.. dont have that as a satisfaction anymore.
  6. Weekly groceries / Meal planning(200rb/month): Kalau yang ini banyak sih manfaatnya selain bisa nyimpen uang juga bisa avoid food waste. Belanja jadi lebih efektif dan efisien.
  7. No longer spend to shoes, etc see if I want to buy no impulse purchases (200rb/month): Sekarang sangat concious untuk belanja, kalau nggak beli baru tapi bener-bener research kainnya, kalau nggak linen ya organic cotton. Atau beli 2nd hand 🙂 Masih berusaha yaaa, not 100% there yet yang jelas sudah sangat sangat kurang dari nafsu belanja jaman dulu.
  8. No movie theater (100rb/month): Ini juga hal yang kita sama sekali nggak pernah lakukan selama ini hahaha somehow kita lebih ngerasa content when we travel or do something new. We do read and learn though, tapi nggak dari movies. Saya kadang masih longing saat ada film yang bener-bener saya pengen nonton model-model yang based on true story gitu, tapi biasanya akhirnya nunggu streaming (sorryyy..)
  9. No longer buy extended cleaning products, no disposable stuff (50rb/month): Masih ada kok sisa-sisa cleaning yang jaman dulu dan masih dipakai. Tapi ke depannya, cleaning product akan hanya disekitaran vinegar, lemon, baking soda dan essential oil. Amaaaaan sehat dan hemat
  10. No conventional face pad and menstrual pad (100rb/month): Sekarang pakai selang seling antara menstrual cup atau cloth pad. Face pad sama sekali nggak pernah pakai karena saya mengubah cleaning routine ke oil yang setelahnya diusap dengan handuk hangat dan soap. Jadi nggak perlu pad lagi 🙂
  11. Cut my own hair (30rb/month average): Yes yes sudah 2-3 tahun belakangan rambut saya selalu dipotong sendiri dirumah, biasanya minta bantuan Damar sih. So we cut each other’s hair. I am happy with it so far 🙂 Karena somehow aku nggak terlalu ngerasa worth it tiap potong rambut di salon.
  12. I don’t use drier untuk nyuci. Clothes last longer (100rb/month): Lebih murah untuk listrik dan untuk nambah umur jangka panjang pakaian. Juga it’s better for the environment.
  13. I don’t buy snacks (100rb/month): Nggak ngerasa pengen atau butuh biasanya.. jaraaaaaangggg super jaraaaang banget hampir nggak pernah. And I dont long for that 🙂
  14. I dont go for gym or yoga classes anymore (500rb-1jt/month): I work out at home. Lebih flexible, pakai youtube aja.. All you need is mat and tablet/laptop for opening youtube.

Hidup di Belanda

Hiburan murah di Belanda – Park!

16th July 2018 - 6 min read

Hari ini tadi karena cuaca bagus, saya memaksakan diri saya untuk keluar rumah menikmati matahari. Saya beruntung banget di deket rumah saya di daerah East ada 2 taman besar yang bisa saya pilih, Flevopark dan Oosterpark. Flevopark bisa ditempuh dengan jalan kaki tapi Oosterpark lebih nyaman dengan bersepeda karena letaknya yang sedikit lebih jauh.  Saya pilih Oosterpark karena lebih besar, jadi bisa pilih lebih banyak tempat dan lebih leluasa untuk piknik. Karena yakin banget pasti bakal rame, begitu sampai sekitar pukul 4 sore di tempat favorit saya ternyata nggak serame itu loh. Saya pun akhirnya menggelar kain piknik dan mulai mencari posisi. Ternyata baru nyadar lama-lama panasnya nyenget juga, that’s why orang-orang bule ini gak nempatin bagian situ, makanya sepi. Kalau nggak, kebakar perlahan mereka pasti lama-lama. Karena taukah kalian bahwa kulit putih bule yang pigmennya semakins edikit itu, semakin mudah untuk terbakar.

Tujuan ke taman selain menikmati cuaca yang jarang datang ini adalah untuk membaca buku. Iya membaca buku, keseringan saya gampang sekali terdistraksi saat saya membaca di rumah. Entah ketiduran atau pengennya main hal yang lebih nggak effort seperti sosial media contohnya. Susah sekali ngedapetin mood baca saya for some reasons. Nah niatnya dengan ke taman akan bisa lebih serene, fokus dan enak bacanya.  Spot favorit saya yang bisa menghadap ke air dan air terjun, karena ada white noisenya. THAT IS INDEED WHAT HAPPENED! Enak banget ke taman sendirian. Bukan berarti nggak kangen Damar lho, tapi kalau sendirian itu nggak harus ngerasa obligated untuk do something together. Kalau ada orang di sebelah walaupun diem, biasanya saya tetep ke-distract.

One of the perks of living abroad is you dont have to care what others say when you do things by yourself. Dulu waktu pertama kali pindah ke Belanda rasanya macem orang yang kesepian kalau sendirian. Di benak saya masih ada pikiran, mau dikata apa sama orang-orang yang liat saya jalan sendirian. I was that traditional and shallow! Tapi turns out, it was amazing! and no one cares really.

Untuk soal pertamanan, di Belanda ini sangat mudah menemukan taman dimana-mana, entah taman kecil atau taman besar yang biasa dipakai orang juga untuk olahraga, sepeda, dll. Bersyukur sekali punya taman.. yah walaupun di Belanda cuma bisa ke taman saat musim panas seperti sekarang ini. Itupun nggak selalu panas. Memang, kesempurnaan hanya milik Allah semata… Tapi yang pasti taman adalah merupakan hiburan gratis!

Setelah baca-baca, ternyata ada lebih dari 30 taman di Amsterdam, dan itu yang besar-besar ya.. Taman-taman kecil di neighborhood nggak kehitung.

Banyak yang bisa dilakukan di taman selain baca buku, relax/nap, dan people-watching kayak saya seperti,

  1. BBQ

Setau saya di Amsterdam tempatnya harus designated, nggak boleh sembarangan. Tapi di Oosterpark dan Rembrandtpark udah pasti bisa. Tapi contohnya di Vondelpark gitu nggak bisa. Lihat disini taman-taman yang bisa digunakan untuk BBQ. Jadi saat masuk taman, liat dan cari dulu di sekitar dimana bisa bikin BBQ. Tentunya dengan alat sendiri, walaupun begitu ada beberapa taman yang menyediakan grill untuk digunakan. Di Eropa, wherever you go pasti ada rulesnya jadi supaya yakin, mendingan cari info dulu.

2. Open Garden Days

Di satu akhir pekan setiap tahun, ada banyak rumah-rumah di sisi kanal dan museum membuka pintu mereka untuk umum dan memperlihatkan taman-taman indah yang tersembunyi di balik tembok-tembok bata itu. Detailnya bisa dilihat disini.

3. Piknik rame-rame ataupun sendiri

Rame-rame ataupun sendiri, piknik emang selalu seru sih. Dengan agenda ataupun tanpa agenda, selalu seneng berada di luar dan bisa ngeliat langit secara langsung.

Ini nih yang harus dibawa kalau piknik:

  • Sunglasses, topi, sunblock
  • Alas piknik
  • Speaker untuk musik atau earphone
  • Buku bacaan
  • Buku tulis dan bolpoin untuk menggambar, atau menulis ide yang ada di kepala
  • Botol minum dan minumnya, kalau habis bisa banget diisi karena di park pasti ada tempat kran untuk minum
  • Kotak makan dengan isi makanannya, biasanya sih yang seger-seger, buah, es atau puding
  • Uang receh semisal ada tukang eksrim yang lewat. Jarang banget dan dont count on it, but it sometimes does happen
  • Games (kalau mau) atau bola atau freesbie
  • Peralatan BBQ

4. Meditasi

Ah ini enak banget sih untuk meditasi.. Dan saya emang suka banget meditasi diluar terutama dengan suara-suara lama seperti burung, air dsb. Bisa meditasi diem dan nafas aja,t api bisa dengan earphone dan handphone melalui guided meditation. You’ll feel zen after. Trust me!

 

Earthing – check out here for what is earthing and its benefit

My reading view

My current reading

Happy Park-ing!
Enjoy some times alone 🙂 Love yourself