All Posts By

Maurilla Imron

Dreams

Mid-Year Review 2019

19th September 2019 - 2 min read

Nggak kerasa udah bulan September aja.. Kalau liat ke belakang rasanya cepet aja tiba-tiba udah mau akhir tahun. Walaupun yang namanya mid year review seharusnya dilakukan di pertengahan tahun, tapi it’s better late than never kan.

Masih ada beberapa bulan untuk merealisasikan yang belum terwujud dan untuk kembali ke track yang kita inginkan di awal tahun. Itu sih sebetulnya kekurangan dari resolusi, goal or whatsoever. It’s all good, tapi nggak jadi bagus kalau kita nggak cek sesekali dan berefleksi.

Ohya, do take note bahwa, nggak ada masalah jika ada beberapa hal yang berubah seiring perjalanannya, kita boleh ambisius tapi tidak seambisius itu untuk menutup mata bahwa sesuatu tidak realistis terjadi dalam rentang waktu 3 bulan (Oktober, November, Desember). Yuk kita lihat kembali sejauh apa kita dengan goal dan resolusi kita dengan 3 pertanyaan ini

  1. Apakah tahun ini sudah sejalan dengan tema yang kita pilih di awal tahun? 
  2. Apa yang sudah aku capai yang paling aku banggakan?
  3. Yuk cek lagi goal yang kita tulis dan hapus goal-goal yang sudah nggak realistis untuk dicapai?
  4. Apa 3 prioritas yang ingin dicapai dalam waktu 3 bulan ke depan?

Sekarang rasanya jadi back on track lagi and that’s the whole point. It’s okay to go out of track as we are all human being, but make sure we are conscious what we are doing and go back on track.

Family Indonesia Travel

Lebaran 2019 – Danau Toba Pulau Samosir itinerary

27th August 2019 - 10 min read

Momen lebaran kemarin adalah momen pertama lebaran semenjak kita kembali ke Indonesia. Dari awal kami sudah alokasi budget untuk ke tempat orang tua ku juga Damar. Namun seperti pasangan pada umumnya, kami harus bisa membagi waktu, harus memutuskan akan merayakan lebaran di mana, apakah di keluarga Damar di Medan atau kah di keluarga-ku di Surabaya.

Mungkin setiap pasangan memiliki ‘metode pembagian’ masing-masing,  kami sepakat untuk ke keluarga Damar dulu karena dia yang lebih jarang berkumpul dengan keluarga-nya secara lengkap saat kami masih di Belanda. Plus, Surabaya lebih dekat dengan Bali, tempat tinggal kita sekarang, jadi umumnya aku akan lebih sering ketemu dengan keluarga-ku. Sebetulnya mau dibagi, lebaran hari pertama dengan keluarga Damar, lebaran hari kedua dengan keluarga-ku. Tapi sepertinya itu hanya angan-angan belaka yang tidak masuk akal apalagi Medan Surabaya bukan kota yang bisa dengan mudah ditempuh dengan jalur darat, pastinya tiket pesawat mahal-mahalnya di tanggal segitu.

Tahun ini adalah tahun ke 3 lebaran bersama Damar sebagai suami istri.. dan setiap tahunnya kami punya cerita sendiri-sendiri. Tahun 2016, kami ber-lebaran di Amsterdam untuk pertama kalinya pisah dengan kakakku yang merayakan di kota Delft, tapi besokannya kami berkumpul di rumah salah seorang teman untuk pesta opor. Tahun 2017, Bapak Mama memutuskan untuk berlebaran di Eropa dengan kami, kami membawa mereka ke KOLN, Germany karena disana sedang ada masjid yang baru dibangun sangat indah dan sedang mendapatkan spotlight. Kami ingin memiliki pengalaman itu bersama. Tahun 2018 sedikit berbeda karena  Damar sedang di Indonesia, dan aku di Belanda. Jadi kita tidak merayakan bersama-sama. Tapi yang membuat spesial adalah kakak saya dari Glasgow datang ke Belanda dan kami berkumpul disana bersama.

Lebaran dan ceritanyaa… Kali ini tahun 2019 berbeda lagi, tapi bisa jadi ini akan menjadi awal dari ritual ke depannya.

Kota Medan

Kami berangkat tanggal 31 May (H-5 Lebaran) dengan pesawat Lion Air. Pembelajaran banget nih, karena cari yang murah, ternyata jatuhnya sama dengan Garuda karena kami beli ekstra bagasi. Ekstra bagasi adalah sesuatu yang wajib karena pasti kedua orang tua kami membawakan berbagai macam makanan/masakan rumah yang pastinya tidak ada di Bali. Perjalanan lancar dan kami sampai sana malam hari, istirahat untuk memulai kegiatan esok paginya.

Foto di pesawat dengan perbekalan makanan 😀

Disana langsung disambut masakan-masakan mertua (lontong sayur, sambel goreng telor, dan teman-temannya). Setiap pagi pun selalu dimulai dengan nasi dan makanan berat lainnya haha dinikmati sajaaaa.. karena tidak merasakan itu setiap hari. Saat kami berdua berkunjung ke keluarga, mindset kami berdua pun sudah pasti fokus ke kegiatan kumpul keluarga. Di hari ke-2 kami di Medan ada acara bersama keluarga yang woahhh makanannyaaa mantap-mantap. Nah tapi ternyata di hari ke-3, kami bisa meluangkan waktu untuk berkunjung ke Danau Toba dan Pulau Samosir (pulau di tengan Danau Toba). Untuk aku yang super turis banget karena belum pernah muter-muter Medan, rasanya seneng kalau bisa sekalian jalan-jalan dan dapat pengalaman baru.

On the way ke unjung-unjung keluarga buka bersama bersama di rumah mbah Ti (nenek Damar)

 

Danau Toba

Perjalanan dari Medan ke Danau Toba ditempuh kurang lebih 3-4 jam. Kami melewati kota Pematang Siantar dan mampir ke Vihara Avalokitsvara – Statue of Dewi Kwan Im.

Disitu kami membunuh waktu karena kami ingin mampir untuk makan pagi (untuk saya yang sedang tidak puasa saat itu) di Roti Ganda yang baru buka jam 10 pagi. Yang khas disitu adalah krim isi meses dan srikaya. Kami pesan 2-2nya.. Tips dari adek Ipar: Beli yang mini saja karena lebih empuk rotinya dan emang betul saat roti ini dimakan di waktu maghrib, tetap empuk dan enak. Saat disana, saya beli oleh-oleh selai srikaya untuk mama mertua di rumah.

Source foto: Trip advisor

Source foto: Tokopedia

Selesai dari Roti Ganda, kami melanjutkan perjalanan ke Danau Toba. Kami tidak berhenti-berhenti lagi setelah dari Roti Ganda, perjalanan sekitar 2.5 jam dari Pematang Siantar. Begitu sampai di gunung daerah Danau Toba, kita semua disambut oleh monyet-monyet yang tersebar di seluruh penjuru. Mereka di pinggir jalan hidup biasa tanpa takut dengan mobil-mobil yang lewat. Sesaat agak sedih sih karena sebetulnya itu habitatnya mereka. Anyway, kita berhenti sebentar di salah satu entrance Danau Toba.

Setelah itu kami melanjutkan ke pelabuhan Ajibata untuk nyeberang ke Pulau Samosir. Kami membayar sebesar sekitar 15rb per orang dan sudah dapat life safe jacket. Lucunya saat kita sedang menunggu penumpang yang lain, banyak anak-anak kecil di air yang meminta-minta untuk dilemparin uang, ada yang lempar koin, ada yang lempar uang kertas. Mereka semangat banget untuk nyelem dan menjemput rejeki mereka yang dilempar orang itu. Perjalanan dari pelabuhan ke Pulau Samosir sekitar 30 menit, iyaa Danau Toba itu sebesar itu.

Pulau Samosir

Di dalam Samosir kita berjalan kaki ke tempat wisata yang paling dekat dengan pelabuhan, kami jalan melewati pasar sambil melihat-lihat kekhas-an produk-produk sekitar seperti ulos dan lain-lain.

Kemudian kami mampir ke Batak Museum yang di dalamnya ada banyak benda peninggalan jaman dulu yang digunakan oleh masyarakat batak. Agak ngeri-ngeri gimana gitu di dalem.

Bukit Simarjarunjung

Tempat ini termasuk wisata kekinian untuk selfie yang menyedot perhatian para turis-turis, yasud kita coba lha yaaaa.. yang menarik karena panorama danau toba-nya indah di situ. Masuknya gratis hanya parkir saja, tapiiiiii setiap pojokan tempat selfie-nya harus membayar sekitar 5 ribu per orang. Lokasinya asik dan asriiii bangett.. bisa menikmati keindahan alam. Bukit Simarjarunjung ini berlokasi di Jl. Simarjarunjung, Desa Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Perdamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Ini contoh beberapa spot yang kami pilih untuk untuk berfoto..

 

Selesai dari tempat ini kita langsung menuju ke penginapan Sibayak di Brastagi, tempatnya murah dan cukup nyaman. Untuk kita yang hanya semalam saja, sangat cukup sekali.. Dan aku baru tahu bahwa Berastagi itu dingin! Tapi disana sedia air hangat, jadi nggak masyalah. Paling kalau berbanyak orang, bawa ekstra selimut akan sangat membantu.

Brastagi

Di Brastagi kita buka dan sahur. Makanan cukup beragam, tempatnya ngingetin aku dengan Batu atau Puncak. Adem, tipikal kawasan pegunungan, dan orang-orangnya juga santai gitu. Sebetulnya banyak sekali yang bisa dilihat dan didatangi diBrastagi, tapi karena waktu kita limited, bener-bener cuma sepagian aja (kita harus pulang tengah hari kalau mau ngikutin takbiran hari itu). Tapi for info, bisa lihat-lihat disini apa yang bisa didatangi dan dilihat di Brastagi.

 

Pasar Buah Berastagi. Harus banget banget banget kesana! Untuk pecinta buah, kalian bisa kalap.

 

Taman Alam Lumbini Brastagi

Terakhir setelah kita main-main ke pasar, kita ke Taman Alam Lumbini Brastagi. Taman Alam Lumbini adalah candi Budha yang lokasinya di Desa Dolat Rayat, Berastagi di Sumatera Utara. Katanya, saat upacara pembukaan, dihadiri oleh lebih dari 1.300 biksu dan lebih dari 200 umat awam dari seluruh dunia. Tempatnya gedeeee banget.. dan modelnya memang taman gitu, banyak space di bagian depan jadi bisa untuk berfoto-foto.  Disana ada pilihan untuk foto dengan baju adat, yang mirip dengan baju adat hanbok korea. Aku kurang paham itu baju adat mana dan apa sejarahnya. Kita sih foto-foto tanpa modal aja.. Ohya terus kalau ke bagian bawah bisa ke arah hutan kecil dan air terjun kecil. Semuanya hijau dan alam banget.. small treasure yang nggak kelihatan kalau kalian nggak eksplor. Jadi memang ini bukan hanya candi Budha aja…

 

Nah setelah dari situ kita kembali ke kota Medan. Nginap di Medan 5 hari ekstra, selebrasi Idul Fitri di sana dengan keluarga suami. Kemudian lanjut deh ke Surabaya, kota kelahiran dan kota tercinta. Aku jadi punya perspektif berbeda setelah melihat beberapa kota di Indonesia. Keragaman budaya, kuliner dan alam Indonesia itu wow sekaliii!!!

Okelah, kira-kira seperti ini kemarin dengan waktu yang sempit di Medan. Kalau mau memanfaatkan 2 hari di Medan, semoga itinerary ini berguna yaaa…

 

Finance Hidup Minimalis

Pengalaman Investasi

22nd August 2019 - 6 min read

Setelah kemarin sempat membahas mengenai relevansi antara finansial dan hidup minimalis, next thing is what to do with the extra money saved. Untuk saya intinya adalah dialokasikan ke hal yang lebih prioritas. Prioritas bisa sangat berbeda-beda tiap orang, untuk aku sendiri bisa ke hal-hal seperti travel, sedekah, juga investasi.

Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering aku terima begitu membahas mengenai finansial. Investasi kah? Kalau iya, investasi kemana?

Tabungan itu adalah suatu hal yang tidak dapat diganggu gugat setiap bulannya. Kami menargetkan sekitar 10-30% tergantung kewajiban yang harus dijalani di bulan tersebut. Tapi kadang sisa dari pengeluaran di bulan itu, juga menjadi sumber dari uang yang kami masukan ke pos investasi.

Aku akan sharing berdasarkan pengalaman aku dan Damar, kemana-mana saja mengalokasikan tabungan kami untuk berinvestasi. Sebagai milenial di jaman sekarang dimana lifestlye bisa disalah artikan dan jadi prioritas utama, kita harus banget membuat target finansial dan rencana dimana kita akan berinvestasi, karena membiarkan di bank saja tidak cukup. By the way, berdagang juga bisa jadi moda investasi lho, dan disini saya pun melakukannya.

Sebelum mulai, ada 2 macam investasi, yaitu Physical Investment dan Financial Investment.

Physical Investment – Berwujud, contohnya rumah, emas batangan, lukisan, tanah, dan lain-lain
Financial Investment – Tidak berwujud, atau terkadang berbentuk surat atau kertas, contohnya Saham, Reksadana, Forex, peer to peer landing, Surat hutang dan lain-lain

Kebetulan keduanya kami lakukan. Untuk physical investment kami alhamdulillah ada rumah dan untuk financial investment kami mencoba beberapa hal berikut

  1. Deposito
  2. Surat hutang negara
  3. Reksadana
  4. Saham.

Kenapa kami nyoba beberapa hal? karena kami ingin mencoba-coba mana yang paling cocok dengan kebutuhan kami. Dan ke-4-nya memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Kira-kira pros dan cons-nya seperti ini.

PROS CONS
Deposito Pasti, Bisa dilakukan kapan aja, Dijamin oleh bank yang kemudian
ditanggung pemerintah, , Mudah, Bisa di roll over
Bisa diambil saat jatuh tempo (bisa milih kapan harus diambil, semakin lama,
semakin banyak return-nya),
Riba masih tidak jelas statusnya
Surat Utang Negara Pasti, Hanya bisa dilakukan di waktu tertentu, Dijamin oleh negara,
Bunga lebih tinggi dari deposito – bisa memilih pilihan syariah (SUKUK)
Uang di keep 2 tahun
Reksadana Diversifikasi risk lebih mudah, bisa dicairkan kapan saja,
return untuk jangka panjang
Harus memilih produk yang sesuai
Saham High risk – High Return Agak ribet untuk set up account
Rumah Property value cenderung akan selalu naik, bisa disewakan High investment, tidak dapat diprediksi, perlu cost untuk maintain,
absen-nya penyewa

Beberapa hal untuk dijadikan pertimbangan adalah latar belakang dari dimana kita menginvestasikan (perusahannya, banknya dll) apakah memiliki rating dan sejarah yang baik atau tidak. Disini aku tidak akan membahas mengenai perdebatan riba dan kaitan perusahaan-perusahaan yang kami pinjami uang dengan apakah mereka korupsi, apakah mereka do something good for the society yang berhubungan dengan gaya hidup yang aku anut, karena ini riset pribadi dan juga menggunakan feeling/instinct. Saat kalian tidak merasa benar atau tidak tenang, jangan dilakukan!

Di post kali ini aku ingin cerita salah satu instrumen yang relatif ramah, yaitu Reksadana. Uang bisa dicairkan kapan saja, return cukup okay dibanding deposito plus kamu juga tidak perlu untuk terus monitor.

Tapi pertama-tama, tujuan berinvestasi itu penting. Buat apa dan untuk jangka waktu berapa lama kita harus tahu. Kita harus bisa bedakan yang namanya main dan nabung saham. Reksadana itu lebih tepat disebut dengan menabung, tapi memang keuntungannya per bulan tidak seberapa. Kalau untuk short term dan high investment, main saham saja, tapi harus ada deep knowledge mengenai ini, harus ngerti banget dan banyak waktu untuk mantau juga banyak uang di awal. Kalau Reksadana, dipercayakan ke asset manager (manajer investasi) yang punya waktu dan pengetahuan.

Reksadana is not for everyone. Karena ini untuk orang-orang yang punya tujuan investasi memang untuk di masa depan. Harus sabar dan jangan gatel untuk dicairin. Uangnya memang bukan untuk sekarang, tapi untuk 5 tahun bahkan 10 tahun kedepan.

Dimana belinya Reksadana?

Bisa ke kantor manajer investasi (tapi cabangnya tidak banyak), ke bank atau online. Enaknya kalau online itu bisa diakses kapan aja dan mudah. Sekarang ada banyak banget platform diluaran sana yang menawarkan jasa penjualan reksadana, tapi saat dilihat-lihat banyak banget pilihan produknya jadi bingung sendiri. Terus kebanyakan perlu modal paling nggak 100rb, sampai akhirnya menemukan si Ajaib. Dia bentukannya aplikasi, sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK & Kemkominfo, bisa mulai investasi dengan minimum modal awal sebesar Rp 10.000 lewat proses pembukaan akun online hanya dalam 1 menit!

Bekerjasama dengan manajer investasi terbaik yang berpengalaman lebih dari 20 tahun, tanpa biaya pembukaan akun, tanpa biaya proses pembelian, penjualan dan pengalihan dan yang paling enak itu ada fitur live chat dengan ahli keuangan Ajaib.

Kalian bisa pakai referral code ku – muri912

Dengan kode referral ku kalian bisa mendapat 10rb ekstra, dan aku bisa main di ‘magic carpet’ dengan kemungkinan mendapatkan 10rb-1juta reksadana gratis.

Apa yang masih aku gunakan sekarang setelah mencoba?

Surat Utang Negara, Reksadana dan Rumah.

Hidup Minimalis

Minimalist Baby Essentials (Bahasa)

7th August 2019 - 8 min read

Tau kan kalau aku tipe orang yang suka tulis goal hehe. Suka membuat goal dan tujuan spesifik dalam hidup. Karena ada perasaan luar biasa saat suatu goal bisa tercapai. Dan karena kalau nggak, hidup yang akan mengatur kita, bukan sebaliknya. Ada yang bisa relate kah?

Begitu juga saat aku hamil. Kalau bicara soal kehamilan, memang banyak hal yang tidak bisa manusia kontrol. Tapi banyak juga yang bisa kita kontrol termasuk plan apa-apa saja yang mau dilakukan saat hamil dan saat bayi sudah lahir. Kemarin sudah sempat cerita goal-goal saat hamil. Saat bayi sudah lahir, salah satu yang menjadi goal-ku adalah menciptakan lingkungan yang cukup, namun berkualitas dan sehat untuk bayi kami.

Kata cukup pasti akan menjadi perdebatan karena definisi cukup setiap orang berbeda. Dalam hal ini, yang aku maksud cukup adalah lebih kepada barang-barang persiapan yang esensial untuk dimiliki. Walaupun ini anak pertama kami, dimana umumnya ibu ingin membeli semuanya, aku ingin lebih sadar dalam mengkonsumsi dan berusaha seminimal mungkin dan tidak berlebih. Sering sekali aku mendengar teman-teman yang saat anaknya lahir mengatakan kalau jangan beli a,b,c,d,e terlalu banyak karena tidak akan dipakai dan lain-lain.

Aku berusaha membaca pattern-nya dan merangkumnya disini. Bayi kami memang belum lahir, jadi nanti saat baby-nya sudah disini aku akan update soal what works and not. Karena setiap kebutuhan bayi berbeda, jadi memang harus dipraktikan dan dilihat. Intinya, aku tidak ingin menyiapkan sesuatu terlalu banyak yang belum tentu bayiku butuhkan. Jadi, esensial yang minimal adalah my go-to-direction. Pun dari segi warna, walaupun kami tahu gender anak kami, kami memutuskan untuk memilih warna yang unisex, grounded dan earthy. Simultaneously whisper for the baby to be one. Aamiiiiinn.  Unisex agar nanti bisa diturunkan ke adik-adiknya hehe because why label specific gender with one color. Selain itu karena aku juga suka yang sangat simpel, plus bisa mix and match dengan barang-barang yang lain. Karena selama ini aku lihat, memang banyak sekali motif anak-anak yang lucu-lucu, tapi kalau beli yang motif semua akhirnya jadi tabrakan satu sama lain. Dan mataku agak terganggu dengan itu *don’t mind my personal preference 🙂

By the way, sejarah manusia jaman dulu, orang tua berhasil membesarkan bayinya dengan barang yang sedikit/secukupnya. Banyak penemuan-penemuan yang sebetulnya tidak necessary untuk dikonsumsi. Dan aku berusaha untuk mempersiapkan dan riset sebanyak mungkin.

ps. aku nggak beli baru semuanya, beberapa ada yang hand down dari temen and I love it so much. It’s more sustainable that way. Dan kalau aku beli, aku berusaha sekali produk lokal dan dengan material yang sustainable. Nanti suatu saat kalau semua sudah lengkap akan aku share brand favoritku yaa..

Ohya, jangan malu untuk tanya teman atau orang disekitar yang sudah memiliki anak apakah ada barang yang sudah tidak digunakan lagi dan berkenan untuk dijual. Umumnya orang gengsi untuk bertanya, dan yang memiliki barang pun malu untuk menawarkan karena adanya stereotype diluar sana yang menganggap barang tidak seharusnya second hand. So shaaaddd. Sedangkan itu adalah salah satu cara untuk hidup sadar dan berkelanjutan, karena umur bayi itu sangat pendek dan umumnya barang-barangnya masih bagus. Pun biasanya, ibu-ibu itu bingung mau diapakan bajunya.

 

Okay, here we go!

 

Source: https://www.farmhouseonboone.com/farmhouse-on-boone/minimalist-baby-essentials-baby-checklist/

1. Muslin – Apakah Muslin ituuu? Muslin itu sebetulnya adalah kain katun serbaguna yang sangat amat bermanfaat untuk banyak hal. Contohnya, untuk swaddle (bedong), sebagai burp clothes (lap gumoh atau iler), penutup stroller, nursing cover (cover untuk menyusui), untuk menghangatkan bayi, tatakan makan dan lain-lain. 1 fabric for all. Please jangan beli kain sintetis ya.. Malah sebisa mungkin katun organik.

2. Clothes

  • SleepsuitSleepsuit ini digunakan untuk tidur di malam hari. Sebisa mungkin dibedakan dengan baju keseharian, agar bayi tahu perbedaan dan bisa memiliki ekspektasi bahwa saat dia mengenakan baju itu, adalah waktunya untuk tidur. Gitu katanya… Biasanya pula, sleepsuit ini yang tangan dan kakinya panjang agar bayi selalu hangat sepanjang malam
  • Rompers / onesie / baju monyet – Itu lho baju yang ada kancingnya di bagian paha. Ini baju wajib untuk sehari-hari. Untuk newborn baby, tips-nya adalah beli baju yang buka bagian depan (kancing, zipper, tali dll) untuk memudahkan mengganti popok. Atau kalau nggak, beli yang dibagian lengannya lekukan supaya bisa membuka ke bawah.
  • Hat, socks (kaos kaki) + mittens (sarung tangan) + bibs – ini wajib untuk bayi baru lahir untuk menjaga suhu tubuh, tapi nggak perlu banyak-banyak. Aku persiapin 2 biji sih untuk topi dan  pasang kaus kaki dan mittens.
  • Baju pergi – nah ini nggak perlu banyak-banyak apalagi untuk bayi baru lahir. Beberapa biji aja, karena bayi akan lebih banyak di rumah atau digendong dengan bedong.

3. Crib – Banyak sebetulnya alternatif dari crib ini, kemarin ngobrol-ngobrol dengan beberapa temen yang sudah punya bayi. Ada yang bayinya ditaruh di kasur dengan baby nest atau bantuan tudung bayi agar tetap aman, dan lain-lain. Aku sendiri memutuskan untuk pakai crib karena cita-citanya agar bayi bisa mandiri. Nah ini perlu dilihat nanti praktiknya bagaimana, tapi harapan masih besar untuk stick dengan itu.

4. Bantal+Guling+Perlak+Selimut – Aku beli 1 set yang isinya 1 bantal peyang, 2 guling kecil, 1 perlak. Kemudian secara terpisah aku beli 1 ekstra perlak dan juga 1 selimut.

5. Mainan empuk + Buku – Ini secondary dan nggak harus disiapin sebelum bayinya lahir sih. Karena newborn belum terlalu perlu. Tapi menurutku ini salah satu hal esensial yang harus dibudgetkan. Untuk setelah anaknya sudah bisa main-main, aku bercita-cita untuk hanya memberi mainan dari kayu. Paling tidak kayu lebih dominan, plastik sedikit-sedikit saja 🙂

6. Barang-barang hygiene 

  • Sabun shampoo
  • Ember Mandi + attachment yang untuk newborn
  • Handuk
  • Waslap
  • Minyak telon
  • Deterjen baby
  • Baby (clothes) wipe
  • Cloth diaper
  • Sisir + potongan kuku
  • Alkohol
  • Kapas bulet-bulet

7. Carrier (untuk gendong)

8. Car seat – kami ingin membiasakan anak kami duduk di seat khusus di dalam mobil

9. Opsional: Aksesoris, instant swaddle, manual breast pump

10. Laundry basket dan basket untuk yang kotor-kotor (cloth diaper, baby wipes)

Kira-kira itu dia perlengkapan yang esensial. Kami juga akan punya hanya 1 drawer yang akan berfungsi juga sebagai tempat ganti popok di atasnya. Jadi nggak perlu beli meja alas ganti popok khusus.

Ohya, kami memutuskan nggak beli stroller dulu karena pengen baby wearing at least di bulan-bulan pertama, kemudian observe lagi apakah nanti perlu atau nggak 🙂

Salah satu tips juga untuk menjadi minimalis adalah cari barang yang sebisa mungkin multifungsi. Karena dengan marketing jaman sekarang, kadang jadi bias dengan fungsi dari suatu benda.

Nanti insya Allah aku juga akan share tips-tips dan yang harus dipikirkan di mindset untuk menjadi minimalis saat punya bayi. Stay tuneee…

 

Update baby: 31 weeks hari ini, all good and healthy alhamdulillah. Posisinya masih breech, tapi memang dia masih punya banyak space untuk jumpalitan. Minta doanya agar posisi menjadi optimal yahh…

 

Love

Picture source: https://noblecarriage.com/collections/flower-baby?utm_medium=Social&utm_source=Pinterest

 

Milestone

2nd Trimester dan Must have/do – Pregnancy Update

16th July 2019 - 13 min read

Today, my baby is the size of a puppy

Alhamduilllahirrobilalamin, 2 hari yang lalu tepatnya hari Selasa tanggal 16 Juli 2019, kandunganku tepat menginjak 28 minggu/7 bulan. Bahagia tak terkira bisa sampai hingga hari ini mengandung. Nggak kerasa tiba-tiba sudah segede gini, dan waktu mengandung tinggal sedikit lagi, sekitar 2.5-3 bulan lagi.. I really just want to cherish this moment. I don’t want to take this magical moment for granted, because I’ll surely truly miss it. Although sometimes I forgot when I was too busy. Karena beberapa minggu ini lagi nggak fit, akhirnya aku memutuskan untuk cuti sejenak dari rutinitas organisasi dan bisnis Zero Waste Indonesia, walau nggak bisa 100% tapi perasaan overwhelm itu bisa lebih termanage dengan baik. Bersyukur punya partner yang sangat suportif dan mengerti, juga partner di rumah (baca: Damar) yang juga mengerti sekali kondisiku. I am so blessed and forever grateful! Allah memberi amanah dengan segala pertimbangan, masya Allah. RencanaNya emang yang paling baik.

Anyway, sampai hari ini aku masih batuk, walau sudah jauuuuuhhh sekali mendingan. Sama dokter sampai diberi obat dan antibiotik karena terlalu lama dan sudah mengganggu, you don’t know how sad I was pas dikasih resep. Tapi semoga semuanya baik-baik saja, bayiku tidak apa-apa. Aku berusaha untuk minum air yang sebanyak-banyaknya untuk rinse out residu racun-nya. Semoga ini menjadi bentuk proses dan perjalanan ku dan bayi untuk memiliki tubuh yang semakin kuat.

So, my due is October 9th… Jadi kalau dihitung, hari ini tepat 83 hari menjelang persalinan.. Semakin deket rasanya semakin nggak sabar untuk ketemu.

Di trimester kedua ini beda dengan trimester pertama, dimana waktu itu yang diingat hanyalah kemualan dan kemasuk anginan yang menyerang setiap hari. Aku inget banget, tanggal 22 Maret 2019 (kira-kira usia 12 minggu) saat aku diajak kolega-kolega untuk makan dimsum sebagai bentuk perpisahanku, I could feel that my appetite was slowly back! I could eat quite a lot of food dan semangat banget pas makan di hari itu. Sesuatu yang agak hilang beberapa bulan belakangan. Lemes pusingnya masih ada, tapi paling nggak mualnya sedikit demi sedikit hilang. Dari hari itu, aku berangsur-angsur bisa menatap cerah masa depan kembali heheh.

Masuk ke trimester 2, rasanya lebih seger dan berenergi. Orang bilang trimester kedua adalah yang paling mudah. That’s right, in my experience. Mudah dalam artian untuk aku, sudah nggak mual-mual, tapi perut masih belum terlalu beser untuk gampang capek.

Dan di trimester 2 juga, aku harus pindah ke Indonesia, keputusan yang sudah lama kami buat. Harus pindahan, settle di tempat baru, nggak kenal siapa-siapa, berkewajiban untuk jalankan organisasi/bisnis, kalau dipikir-pikir kembali bukan hal yang mudah juga yaaa… Tapi alhamdulillah semua dimudahkan, bayinya kuat sekali dan Damar is everythingNever for once he complained, walaupun aku kadang juga demanding dan ngerepotin. He did almost everything untuk persiapan pindahan, packing-packing *di pojokan nangis* Apalagi di trimester 2, aku makin clingy sama Damar. Nggak mau jauh-jauh.. heheh nempel muluk. Salah satu love language-ku yang dominan adalah physical touch. Dan semakin menjadi saat hamil hehe

How am I feeling? 

I am feeling great, except the cough that still happens yang kadang bisa bikin sampe muntah kalau batuknya pas habis makan. Kalau udah kaya gitu biasanya lemes… During the day, capek dan kepengen rebahan walau nggak harus tidur. Walaupun it’s the easiest trimester, tapi going towards 3rd trimester, another day can be a surprise gitu. Jadi one day I feel sooo nourished and energetic, one day feel tired. Bisa gitu yakkk..

Aku ngerasa lebih bisa bonding dan ngobrol dengan si bayi juga karena gerakan dan tendangannya yang sudah sangat aktif semenjak di bulan ke5. It just seems more real!!!!! Oya, we also found out the gender! Insya Allah it’s going to be a baby girl! That little girl is strong and loves kicking. And I think we found a name 😉 

Sekarang aku ngerasa semakin ngejar-ngejar target, karena aku punya beberapa target untuk diriku sendiri yaitu Khatam Alquran, nyelesein semua buku kehamilan dan bayi yang aku punya, beli perlengkapan bayi (dengan riset terlebih dahulu), buat birth plan dan nyari tempat untuk melahirkan karena bercita-cita ingin homebirth jadi harus mendekatkan ke rumah sakit dokterku, dan hal-hal lain. The clock is ticking. But in the mean time, I also have to enjoy every moment and be present. 

Yang jelas, I feel grateful everyday for her growth and everything else. 

 

Aktivitas apa saja yang sekarang ditambah?

  • Yoga – usaha setiap hari. Dan setelah yoga, badan dan pikiran jadi lebih enak memang rasanya. Bisa ngebantu banget untuk badan dan back pain.
  • Kegel – usaha setiap hari. Katanya ini akan berguna untuk melenturkan perineum (mulut vagina). Doa dan afirmasiku setiap hari adalah perineum utuh. Aamiiin!
  • Swimming (tapi nggak rutin)
  • Sujud-sujud, karena saat dicek di 24 minggu, kepalanya masih di atas. Jadi sujud-sujud deh, alhamdulillah sekarang sudah di bawah, tapi untuk mempertahankan dan lebih optimal posisinya, harus sujud/downward dog. Tipsnya: sujud saat baby-nya lagi gerak, kalau nggak percuma kata bidan.
  • Baca buku lebih rajin – usahain setiap hari
  • Nonton video pelajaran untuk ibu bayi melahirkan menyusui dll di youtube aja sih.. favoritku adalah Andien, Alodokter, parentalk, Sarah Therese, dan some random western videos. 
  • Berjemur antara jam 9-11 pagi selama 20 menit
  • Minum suplemen Hemoglobin dan Kalsium, sebagai tambahan dari asam folat dan omega 3
  • Jalan-jalan online untuk cari perlengkapan baby yang kurang
  • Mulai mikir soal birth plan
  • Ngajak ngomong baby lebih rutin – she understands more and more
  • Cari rumah untuk homebirth nanti
  • Massage – yang ini nggak rutin sih. Tapi I feel like I needed it more than ever heheh.
  • Ohya dan baby udah bisa lebih lagi ngerasain makanan yang masuk lewat plasenta dia, in which makanan yang aku makan. Super magical how things work. Kebesaran Allah yang luar biasa.
  • We start calling her by name 🙂 

What really helps?

  • Maternity pillow – aku pakai punyanya Omiland, merk lokal. Harganya 200 ribu saja! Di pertengahan trimester 2 mulai ngerasa ngebantu dan nambah rasa nyaman terutama dengan perut yang semakin besar. Kekurangannya adalah jadi agak jauh sama Damar pas bobo karena di bagian belakang ada penyangga-nya. Jadi ada pemisah di antara kita hehe Tapi bantal ini ngebantu untuk back pain sih karena ada penyangga untuk punggungnya untuk meningkatkan kenyamanan. I recommend it!

Image result for omiland maternity pillow

  • Talk and share with friends – kebetulan di sekitarku ada beberapa orang yang lagi hamil, jadi bisa sharing dengan mereka. Nggak hanya itu, tapi juga banyak sharing dan nanya-nanya ke orang terdekat yang memang sudah berpengalaman seperti kakak perempuan dan kakak ipar. Lebih kepada printilan esensial sih yang aku tanya. Juga mungkin pertanyaan yang berhubungan dengan tips-tips.
  • Tidur dengan bantal agak tinggi – karena di trimester 2 ini lebih mudah untuk heartburn, perasaan panas di dada kaya habis makan pedes. Sekarang tahu rasanya heartburn, karena seumur-umur belum pernah. Menggunakan bantal yang agak lebih tinggi dari biasanya bisa sangat mengurangi. Kenapa heartburn? dengan perut yang semakin besar, jadi mendorong lambung dan ususnya ke atas.
  • Pakai reusable mini menspad kalau pergi – karena gampang pipis, sesuatu yang hanya terjadi saat hamil(!). Bisa banget pas lagi batuk atau bersin itu nggak sengaja keluar pipis walaupun kita nggak mau. Nah menspad ini ngebantu bangetttttt.. Aku cuci kering pakai setiap hari. Punya 2 aja cukup kok.
  • Pakai oil untuk stretchmark – aku pakai Bio Oil kaya dibawah ini. Dulu belinya di Belanda sekitar 15 euro, kalau dirupiahkan sekitar 250rb. Tapi di apotik dan marketplace juga ada kok di Indonesia. Aku direkomendasi beberapa orang waktu di Belanda dulu, katanya one of the best dan ini juga ternyata untuk menghilangkan bekas luka hmm. So, let’s see how it works out. Sekarang alhamdulillah masih belum muncul stretchmark-nya, masih aman..Image result for bio oil
  • Air hangat jeruk untuk tenggorokan dan eo/ vicks untuk leher di malam hari – Untuk aku yang lagi batuk-batuk dan nggak enak badan, enak banget dan ngebantu untuk minum air hangat lemon dan juga dikasih eo atau vicks di malam hari.
  • Prenatal gear atau big clothes – Masuk ke sekitar 18-20 weeks, badan udah kelihatan banget perubahannya. No people can say they don’t know we’re pregnant heheh Nah disini, aku masih bisa mix dengan baju-baju keseharianku karena bajuku cenderung besar-besar. Tapi kalau celana, sudah nggak bisa. Harus pakai celana hamil. Ohya alhamdulillah aku dapat lungsuran beberapa baju dari sahabat-sahabat. So here is my prenatal gear:

1. 2x workout legging (dikasih)

2. 1x maternity jeans (beli di H&M)

3. 1x maternity sweater (dikasih)

4. 2x maternity dress (dikasih)

5. 4x kaos hamil (dikasih)

6. 3x Bra extender  (beli dulu di Belanda, tapi bisa cari di marketplace – ini ngebantu banget sih karena sebetulnya yang diperlukan hanyalah bra yang sedikit lebih lebar jadi nggak perlu beli bra baru)

Image result for bra extension

7. 2x bra menyusui (beli di H&M, dan aku belum pakai karena belum perlu)

  • Surround with positivity, with people who give positivity only! it’s okay to be selfish. Lots of inhale and exhale.
  • Tell expectation to partner – Please, jangan berharap suami kita bisa mengerti sendiri. Tell him what to do! Karena sebetulnya dia ingin sekali bantu, tapi karena nggak ngerti secara otomatis yang kita rasakan, dia juga nggak bisa nebak apa yang kita butuhkan. I try my best to include him in every moment, karena apa, karena kita hamil bertiga. He has a lot of keys and roles in here. Tiap ingat sama yang Damar lakukan di beberapa bulan belakangan ini, aku selalu terharu dan senyum, sadar, how he love us both. He’s done so many things, although he does not understand the feeling, but he’s always there for me.
  • Ritual – bikin ritual dengan suami dan dengan baby. Seorang teman bilang bahwa ritual yang dilakukan akan diingat oleh baby nantinya. Entah itu conversation, sentuhan, baca buku atau nyanyian. Nanti saat dia lahir, dia akan nyaman saat orang tuanya melakukan hal itu. Aku suruh Damar nyanyi, tapi dia nggak mau haha jadi ajakan bicara/afirmasi positif dan sentuhan dengan bio oil di malam hari saja sebelum tidur.

Intinya, orang hamil bukan orang sakit. Tapi, karena ibu hanya sebagai vehicle, maka Ibu harus jeli mendengarkan apa yang tubuh butuhkan. 

Semoga kalian yang diluar sana yang sedang hamil selalu dimudahkan, dilancarkan dan selalu sehat yaaaa.. Yang masih menunggu semangat selalu, ini waktunya untuk membaca dan mengumpulkan ilmu Insya Allah dia akan datang di waktu yang tepat aamiin.

 

Love,

Finance Hidup Minimalis

Mengatur Finansial dengan Gaya Hidup Minimalis (Free template)

10th July 2019 - 7 min read

Caution: Aku bukan konsultan finansial professional or whatsoever and I am not that filthy rich. Hanya berdasarkan pengalamanku, minimalisme dan finansial memiliki banyak keterkaitan.  Menurut aku, konsep itu sangat mengajarkan bagaimana kita berkesedaran dengan konsumsi kita, less on the materialistic thing that adds joy and we are passionate about. And I want to share with you about it..

 

Semenjak mengubah diri menjadi lebih berkesadaran dalam hal konsumsi, mau tidak mau hal itu memberi efek kepada bagaimana caraku mengeluarkan uang. Karena menurutku things don’t spark joy just by it is (just like love at the first sight), tapi juga dari history, story and price tag.

Cara aku mengeluarkan uang dan menimbang-nimbang pun berbeda. Aku memastikan semua hal yang wajib/kebutuhan (rent, utilities, mortgage, zakat, tabungan, dll) sudah terbayarkan. Bukan berarti aku sama sekali nggak boleh beli yang aku pengen, tapi aku selalu make sure bahwa yang aku pengen itu memberi nilai lebih di kehidupan aku dan Damar.

Oke, aku cukup banyak berbicara soal memberi value/nilai. Tapi apa sih sebenernya nilai dalam kehidupan kita itu? Tentunya setiap orang akan berbeda dalam mendefinisikan ini, tapi kalau aku boleh sedikit menjelaskan menurut aku. Values atau nilai pada dasarnya adalah hal-hal yang kita percayai penting dan bisa mempermudah kehidupan plus membuat kita bahagia jangka panjang. Contoh: Membeli sebuah baju, beli karena memang baju tersebut belum kita miliki, kita butuhkan, bisa digunakan dalam jangka panjang. Atau mobil misalnya, tapi mobil yang dipilih memang yang betul bisa kita afford (jadi nilai-nya dilihat dari manfaat) bukan terus ambil lease atau cicilan BMW seri terbaru. Kalau carinya yang mobil high class tapi kita sendiri masih kesulitan finansial, itu bukan needs tapi wants. Dan apakah itu menambah value di kehidupan kita?

Ketika hal-hal yang kita lakukan (termasuk yang kita konsumsi) sudah sesuai dengan nilai-nilai yang kita anggap penting, hidup biasanya jadi lebih happy, karena juga akan berefleksi ke tabungan hehe Ini kalau ngomongin nilai-nilai yang berhubungan dengan finansial ya, saat kita bicara soal nilai-nilai personal pun sama, kalau kita tidak menjalankan hidup berdasarkan nilai-nilai tersebut, kita nggak akan happy. Bener nggak?

 

Oke kembali lagi ke finansial.

Satu kunci yang harus kita pegang

 

Spend less money than you make.

 

Karena kita tahu sendiri, aku juga punya pengalaman, berapapun yang kita hasilkan, kalu kita nggak sadar, akun bank kita rasanya selalu punya agenda yang berbeda. Tiba-tiba uang habis aja, no matter how much we get raise. Yang seringnya terjadi adalah saat kita dapat uang, projek sukses, hal yang ingin kita lakukan adalah upgrading (rumah, car, menaikkan lifestyle). Think this way: Kalau kita lebih mindful, hati-hati dalam memilih lifestyle, maka 5-10 tahun ke depan sebetulnya kita akan punya security dan hidup yang lebih baik.

 

Do you notice? Marketing is driven to make us feel we deserve the indulgence. Kita selalu bisa aja menemukan justifikasi untuk membeli sesuatu, karena kita sudah kerja keras dan lain-lain. Tapi kalau kita lihat dari sisi yang lain, dengan kerja keras kita apakah kita deserve to live just paycheck by paycheck? I don’t think so. Kita deserve hidup yang lebih baik dan security di masa mendatang. Kalau kita gak mindful mengkurasi feed sosial media kita, kita akan ngerasa kita harus keep up dan ada ketakutan tersendiri (fear of missing out).

Rich people are rich because they make smart decision. They don’t go out and lease BMW. They don’t rent apartment they cannot afford.

Ada satu hal yang aku ngerasa banget terjadi di society kita, plus aku sering banget denger hal ini. The thing ‘I do not have’. Alasan yang bikin kita pengen beli sesuatu. It’s okay if it’s really needed. But, what often happens is it’s an excuse not to do things. I can’t do this because I don’t have this. Believe it or not, it procrastinates us from our dream. Karena, faktanya adalah membeli sesuatu nggak akan selalu menyelesaikan masalah. Aku punya temen yang ingin membuat video youtube, di awal membeli all the expensive equipments possible, in the end, it leads nowhere, karena ternyata dia nggak seenjoy itu melakukannya dan membuat dia jadi malas membuat video. You see where I am going? Atau kebalikannya, ada orang yang sukses banget jadi youtuber, walaupun di awal hanya menggunakan handphone dan apa aja yang di punya di rumah.

Anyhow, coming more to practice, kesimpulannya begini kira-kira tips dari aku:

 

  1. Be mindful in how we consume and spend. Less on the materialistic things. Put money in what brings you joy
  2. Tentukan dan tulis kebutuhan keluarga juga gaya hidup (arisan, mall, make up dll). Aku pribadi lebih suka menuliskan pemasukan dan pengeluaran satu per satu. Kenapa? Karena dengan menulis, kita jadi sekalian berefleksi mengenai konsumsi kita. Contohnya ‘ya ampun, ternyata aku bayar kopi semahal itu’ atau ‘ternyata dalam sebulan segini total aku jajan diluar’ untuk bulan depan diperbaiki. Saat ini aku menggunakan Template Keuangan Bulanan yang aku buat (downloadable) untuk mencatat cash flow setiap bulannya.

 

3. Jangan terlalu cepat senang-senang. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Karena belanja belanja sesaat, abis itu bingung uangnya kemana?

     4. Give to people who needs, jadi jangan disimpan semua tabungan kalian. Ini hal wajib yang harus dikeluarkan, it’s a need. Dan aku percaya,  berkah dari kebaikan itu akan kembali lagi ke kita Insya Allah

5. Kurasi lah dengan bijak feed instagram dan sosial media kamu

      6. Make more money! Dengan jadi freelancer atau hal yang lain, aku akan bikin blog mengenai ini juga yaaa..

 

Prinsipnya selama cashflow baik, kita juga bisa membuktikan bahwa kita bertanggung jawab dalam mengontrol keuangan dan pada kehidupan kita. Jangan termakan gaya atau trend. Punya sesuatu jangan memaksakan diri. Belum mampu beli yang 1 juta ya beli yang 100 Ribu juga cukup. Belum bisa bayar yang 50 Juta, sanggupnya 5 Juta yauda disitu ajah daripada sulit membayar untuk sesuatu yang sekunder.

Semoga bermanfaat yaaaaa

Hidup Minimalis Zero Waste Journey

Minimalis Zero Waste dan relasi dengan kelola uang

9th July 2019 - 6 min read

Jadi memang dulu aku awalnya hanya nggak pengen ribet dan ngerasa beban karena punya barang banyak, dimana akhirnya mempertemukan aku dengan konsep hidup minimalis/esensialis. Untuk Zero Waste, malah datang tanpa sama sekali berpikir relevansinya dengan gaya hidup yang aku sudah jalankan. Namun lama kelamaan saat melakukan keduanya, aku mengambil kesimpulan bahwa konsep-konsep itu saling berkaitan. Intinya adalah hidup secara berkesadaran. Hanya attract yang menurut kita menambah nilai (value) ke dalam hidup kita. Seperti halnya dalam Zero Waste, berkesadaran dalam mengkonsumsi dengan menimbang terlebih dahulu darimana dan akan kemana perginya sebuah barang tersebut, in which to me, that adds value in my life.

Kalau dihubungkan dengan konsep gaya hidup Zero Waste ada yang dinamakan 5R(+1S).
1. Refuse (menolak)
2. Reuse (menggunakan kembali)
3. Reduce (mengurangi)
4. Recycle (daur ulang)
5. Rot (kompos)
6. Sort (memilah)

Yang ketiga terakhir adalah post consumption, yang ketiga pertama adalah thinking process sebelum kita benar-benar mengkonsumsi. Dalam relasinya dengan kelola uang, kita akan membahas 3R yang pertama tersebut.

Kita hidup di dunia yang nyaman dan selalu sibuk. Tanpa kita sadari, ini sering menyebabkan kita meraih barang-barang terdekat, paling cepat, dan termudah dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak berpikir panjang kembali dan melakukan apa yang ‘normal’nya dilakukan hanya karena orang lain melakukan hal itu.

Sedangkan sebetulnya, ketika kita menjadi konsumen yang lebih berhati-hati, selain membuat hidup menjadi lebih bahagia, juga mengurangi jejak karbon jika dilihat dari sisi lingkungan/ zero waste. Sebagai bonusnya, barang yang dapat digunakan kembali biasanya menghemat uang dalam jangka panjang. Ini bisa menjadi salah satu WHY yang kuat dari melakukan apa yang kalian mau lakukan.

Pada dasarnya adalah…

ONLY BUY AND CONSUME WHAT YOU NEED (and is not packaged with plastic)

Ini beberapa relasi dari hidup berkesadaran dan bijak kelola uang

BERHENTI BELI YANG TIDAK KITA BUTUHKAN

Tapi memang it’s easier said than done, just like other things. Pertanyaan berikutnya adalah gimana caranya membedakan antara kebutuhan dan keinginan? Kebutuhan adalah air untuk minum, makanan untuk dimakan, pakaian untuk digunakan, dan tempat tinggal untuk tinggal. Di sisi lain, keinginan adalah everything else. Keinginan ada di sana untuk membuat hidup lebih enjoyable, (but not necessarily happier).

Life is meant to be lived though. Kita bisa membantu sesama. Kita bisa mencintai diri sendiri by treating ourselves well, tapi treating ini maknanya sangat luassss… Bisa setiap hari setiap detik makan di restoran fancy, beli baju branded, atau simply treating ourselves by buying a nice beautiful long lasting piece of jewelry for once in 10 years. Do it when you can afford to. 

However, for sure, when we have a goal, you’ll think twice about consuming. Whether it’s financial goal or any goal in the lifestyle. So decide what comforts you!

TERHINDAR DARI DISKON
Dengan mindset di atas, jadi terhindar dari tempat perbelanjaan dan diskon karena kita tahu pasti apa yang kita miliki dan yang kita butuhkan. Sering kali, saat ke toko atau happen to be in a mall, aku liat-liatin barang yang dijual disitu. Tapi diputerin aja, dilihatin sambil mikir dan nimbang-nimbang, beli nggak ya, beli nggak ya. Most of the times, aku nggak jadi beli. Kecuali memang sesuatu yang sudah aku incar dari dulu dan memang esensial dalam kebutuhan sehari-hari. Buat aku sekarang, better regret not buying then regret buying, karena aku akan bingung mau diapakan barang itu nantinya. Tips: Buat sebuah section di handphone kamu (di notes misalnya) kalau emang ngerasa pengen banget, list barang-barang itu. Lalu lihat lagi seminggu kemudian, how does it make you feel? kalian berefleksi dari situ apa itu keinginan semu atau memang keinginan yang akan menambah value di kehidupan kalian. Be honest to yourself. Often, you probably even forget to check the list or when you happen to check the list, it reminds you that you actually don’t really need it because you don’t think about it. In this case, delete them. Jangan beli sesuatu karena sedang ngetren atau karena semua orang menggunakannya. You’ll also know saat kamu menunggu dan tidak membelinya secara langsung.

QUALITY OVER QUANTITY
Jadi membeli barang berkualitas yang akan bertahan lebih lama daripada barang-barang murah dengan jumlah yang banyak. Biasanya, beberapa kali pemakaian sudah menjadi usang atau rusak. Jika dikalkulasi jangka waktu panjang akan
menghemat. Di awal kadang memang tertohok dengan harganya, tapi kalau mikir dalam jangka panjang, it is worth it apalagi untuk kita dewasa yang size-nya udah nggak terlalu berubah-ubah. hehe aamiin.

 

Jadi, kira-kira seperti itu manfaatnya. Hidup berkesadaran banyak banget manfaatnya, tapi somehow yang paling diminati adalah topik tentang finansial. Dan aku ngerasain sendiri sih, karena kayanya kalau aku nggak menganut gaya hidup ini, aku nggak akan bisa nabung semudah aku nabung sekarang (well, kemarin pas aku kerja) 🙂

Semoga bermanfaat.

 

to be continued…

Life

The cli·ché is true – Pregnancy journey (26 weeks)

3rd July 2019 - 5 min read

*Sendiri duduk di Kafe organic Verdant di Nusa Dua, menunggu Damar yang sedang meeting.. *

Aku dulu tahu hanya sekedar tahu, tapi nggak pernah bener-bener merasakan sendiri that I have a capability to love someone more than myself..

Kehamilanku hari ini menginjak minggu ke 26. Alhamdulillahirrobilalamin diberi Allah kesempatan untuk merasakan dan menjadi saksi tumbuh kembangnya titipan ini. Sometimes I had to remember to slow down and remember the blessings that were trusted to me, to us. Kewajiban untuk menjaganya adalah hal yang datang tanpa perlu kita setujui, adalah sebuah naluri untuk memberi yang terbaik. Tapi terkadang kita manusia lupa dan tanpa  sadar melupakan kewajiban itu, hanya karena titipan itu belum terlihat apalagi berbicara..

Even though it is very small, but it matters.. it has its life depending on me. 

Beberapa hari belakangan, aku batuk-batuk berdahak, makin hari bukannya makin mendingan tapi malah makin parah. The first thing came to my mind is that I was worried about my baby’s comfort. Mungkin terdengar lebay dan nggak masuk akal, tapi aku ngerasa gagal menjaga tubuhku dan most of all, menjaga bayiku. Sekarang aku benar-benar menyadari bahwa tubuhku adalah satu-satunya tempat ia bertumbuh. Hanya disitu.. Saat tubuhku sakit atau tidak nyaman, aku benar-benar nggak bisa terbayang bagaimana tidak nyaman-nya dia di dalam tubuhku. I can’t be selfish anymore, because I live for two. Cool ya, how I never thought about it for myself, but I do now for my baby. Kalau dipikir, aku juga cuma punya tubuh satu, sudah sewajibnya dijaga.

I tried almost everything.. Dari obat herbal, lemon, jahe, tapi masih belum membaik. Doakan yahh.. Setiap aku batuk dan perut kontraksi karenanya, I cant stop thinking about the baby’s uncomfort situation. 

Beberapa kali beberapa hari belakangan ini nangis.. Merasa bersalah kenapa bisa sampai sakit. Seminggu lalu, aku mendapat kesempatan untuk pergi ke Kuala Lumpur, Malaysia menghadiri Zero Waste Malaysia Festival 2019 dan menjadi pembicara. I was ecstatic and overall it was a great experience, although being away from Damar gave me some anxiety. Pulang dari situ capek banget, dan aku perlu istirahat seharian penuh besokannya. Tapi setelah itu fit kembali dan kembali beraktifitas, just like usual. Little did I know, di dalam kelelahanku waktu itu virus batuk yang sudah Damar miliki beberapa minggu belakangan menyerang.

Sekarang aku tahu yang mereka bilang, bahwa Ibu hamil lebih rentan dan saat sudah terkena virus, maka sakitnya akan lebih dari orang normal. Sekarang aku tahu bahwa aku bisa secemas ini akan sesuatu yang masih tidak terlihat. Merasa lebih sakit membayangkan dia yang (bisa jadi merasa) tidak nyaman dengan batukku. That was a cliche that is legit.. 

My love to you is unconditional.

Flashback ke beberapa bulan lalu, saat usia kehamilan menginjak bulan ketiga.. Mual-mual masih sangat terasa, kerja nggak bisa 100% konsen, di rumah nggak bisa ngapa-ngapain. Cuma bisa lihat Damar di dapur dan packing pindahan, ngerasa powerless. Namun kebahagiannya melebihi rasa capek dan mual saat itu. Saat aku mual, aku tahu disitulah tanda bahwa dia semakin kuat. Again, the cliche is true.. I loved you before I met you.. Even though it was hard to imagine you, but I felt your presence. 

Getting through second trimester, when my sleep was not as comfortable as before, and I had a backache. All I am worried about is your comfort… 

Terima kasih nak telah memilih Ibu dan Bapak untuk menjaga kamu. Semoga kita selalu bersama dan semoga Ibu Bapak bisa menjaga kamu terus. Terima kasih telah mengajarkan Ibu unconditional love. Terima kasih telah mengingatkan ibu betapa cintanya Uci Acum ke Ibu, juga Uti Akung ke Bapak. Terima kasih telah membuat Ibu membayangkan bagaimana Mama mungkin menangis saat dulu Ibu diopname saat balita. Terima kasih telah selalu mengingkatkan Ibu betapa cintanya Bapak ke kita berdua. Terima kasih Damar, in all these journey, I cannot stop saying ‘thank you’ and be grateful for all what you have done to always put me (and baby) first. Never did I hear any complains or doubtful questions in my crave, in my cries recently, you always remain positive and always an anchor to me, the biggest one!

I love you both so much.

Indonesia Travel

Balangan Beach Bali

19th June 2019 - 6 min read

The perks of living in an island dan salah satu alesan kenapa aku mutusin untuk pindah ke Bali, karena tidak harus ke Mall untuk menikmati hari, tapi bisa ke Pantai 🙂 dan ada banyak pilihan.

Weekend seminggu sebelum Lebaran, Damar dan aku pengen main ke pantai. Kita memang berniat untuk eksplor pantai-pantai yang ada di Bali terutama yang nggak terlalu jauh dari tempat kami tinggal di Nusa Dua.

So far, kita sudah ke pantai-pantai di bawah ini

  1. Pantai Mengiat
  2. Pantai Pandawa
  3. Pantai Kuta
  4. Pantai Jimbaran
  5. Pantai Kedonganan
  6. Pantai Nusa Dua

Kalau di list gini, jadi lumayan banyak juga yah hehe dan sedangkan pantai di Bali wah kayanya jumlahnya nggak akan terhitung. Karena banyak sekali pantai-pantai kecil yang nggak semua orang tahu. Justru sebetulnya ini yang mau kita datangi, pantai yang nggak terlalu terkenal-terkenal banget. Tapi semuanya pasti dimulai dari pantai-pantai terkenal dulu. Sebetulnya memang pantai-pantai kecil ini adalah terusan dari pantai-pantai besar. Kekurangannya biasanya adalah tempat yang agak lumayan terpencil/jauh, dengan jalan kecil dan bahkan bergeronjal. Kalau cari-cari pantai gini emang kudu banyak ngobrol dengan orang. Kemarin kami waktu perjalanan mudik ketemu dengan orang asli Medan tapi sudah berpuluh tahun di Bali, dia ternyata orang yang suka mencari secret/hidden beach. Jadi dapat beberapa ilmu dari dia, sayangnya biasanya mereka ini tidak ingat lagi jalan menuju kesananya, karena mereka temukan secara tiba-tiba.

Kali ini kami main ke sebelah barat (dari Nusa Dua) sedikit, namanya adalah Pantai Balangan (Balangan Beach).

Ternyata, walaupun sebenernya belum pernah denger Balangan beach, tapi tempat ini cukup terkenal dengan wave-nya untuk surf terutama untuk yang ingin belajar. Dan pantai ini sebelah-sebelahan dengan Dreamland, Padang-padang. Pasirnya warna putih dan menghadap ke Samudra Hindia. Pantai ini terletak di daerah bukit batu putih Pecatu, bagian selatan Pulau Bali tepat di semenanjung Uluwatu.

Kesananya bisa dengan mobil atau motor, jalan menuju kesananya nggak terlalu besar tapi jalanan-nya nggak terlalu bergelombang. Pinggir jalan masih banyak rawa dan lahan kosong serta rumah penduduk asli sana. Petunjuk-nya pun cukup jelas kalaupun kesana sendiri. Saat sudah mau sampai, mulai terlihat hotel-hotel, homestay, villa, juga beberapa kafe.

Masuknya gratis, hanya bayar parkir sebesar 5000 rupiah untuk mobil dan 2000 rupiah untuk motor. Kemarin begitu sampaidi parkiran, kami salah arah, malah naik bukit bukannya ke pantai. Tapi ternyata, it’s really a blessing in disguise. One of the best scenic place di daerah situ. Panorama yang indah banget. Dari atas terlihat perbedaan warna dari airnya, dari yang paling dekat dengan pantai warnanya turqoise muda, lanjut ke biru muda, baru ke biru tua. Ahhh cantiknya, masya Allah. Kalian yang suka fotografi akan bahagia banget berlama-lama disitu, asal kuat dengan panasnya kalau pas lagi panas. Kebetulan saat kami disana kemarin cuaca agak-agak menuju mendung, jadi jam 11-12 pun nggak terlalu terik.

Ohya, karena letaknya, kalian juga bisa menikmati sunset disitu cuma kami nggak nunggu karena harus pulang menyiapkan buka puasa hehe dan aku ada phone meeting juga sorenya.

Di pantainya bisa banget berenang dan belajar surf buat yang pengen belajar. Tapi tidak ada penjaga pantai yang bertugas. Rata-rata orang yang disitu adalah pelatih-pelatih surfer sekitar atau orang-orang dari warung teras yang berada di sekitar pantai. Ada beberapa warung makan tradisional yang jual makanan dan juga minuman ringan. Ternyata, ada juga banyak kafe disisi timur garis pantai, tapi kita nggak main kesana. Katanya sih baca-baca, waktu yang terbaik untuk datang dengan surf itu di musim kemarau (antara Mei dan September) karena ada angin barat daya yang membuat gelombang lautnya besar dan berputar.

Tapi kalau untuk ke pantainya sendiri, aku akan suggest untuk cek weather forecast dulu sebelumnya. Kalau mendung, boleh deh seharian dan nggak ada masalah mau jam berapa di Pantai. Tapi kalau hari yang normal, lebih baik datang sebelum jam 110siang dan setelah jam 3 atau 4 sore.

What I like about this beach

  1. Nggak ramai (!!!!!)
  2. Pantainya super bersih, kayanya sih karena nggak ramai itu tadi
  3. Nggak macem-macem, tempatnya super straight forward, tapi semua yang diperlukan ada. Bisa sewa kursi pantai dengan payung seharga 50ribu/kursi
  4. Sepi tapi tetap ada yang jual makanan dan minuman
  5. Banyak orang surfing dan banyak sekolah surfing disitu, jadi in the future tau kalau Damar ingin ambil kelas bisa kesitu
  6. Indah banget panoramanya
  7. Warna lautnya agak turqoise
  8. Masuknya murah!!! bahkan gratis hanya bayar parkir

Ini dia hasil foto-fotonya

Dreams

Dia yang ditunggu….. (1st Trimester Update)

18th May 2019 - 9 min read

Alhamdulillah..

WE’RE PREGNANT!!

Salah satu alasan kenapa udah nggak rajin bikin video kemarin-kemarin ini dan sedikit MIA (missing in action). Semoga menjawab yahh.. Alhamdulillahhirobilalamin, puji syukur diberi amanah oleh Allah dan dipercayakan untuk mengandung bayi kecil.

It’s been the longest 4 months, karena kita pengen sekali bilang ke semua orang. Begitu tau kalau hamil rasanya pengen teriak dan bilang ke seluruh dunia, tapi nggak bisa karena hamilnya masih terlalu muda takut kenapa-kenapa. Apalagi inget cerita teman yang pernah hamil kosong (liat disini untuk tahu apa itu hamil kosong) dan itu baru bisa diketahui di atas 7 minggu. Jadi waktu tes dan positif pengen biasa-biasa aja supaya nggak kecewa. Plus orang-orang tua bilang kehamilan di trimester pertama masih sangat rawan, jadi ingin hanya fokus menjaga dan tidak pressure ke siapa-siapa mengenai progress kehamilan.

DO WE EXPECT THIS? 

YES WE DO. We never taken a decision, especially such a big decision like this, lightly. Dari awal kita menikah, kita nggak ingin menjadi pasangan yang begitu menikah langsung punya anak, walaupun kalau diberi nggak akan nolak dan pasti akan disyukuri. Menurut kami memiliki anak adalah sebuah tanggung jawab besar yang nggak bisa main-main. Untuk kami saat itu kami masih terlalu egois untuk bertanggung jawab dengan orang lain apalagi anak kecil yang hidupnya bergantung dengan kita. Kami ingin berdua dulu, membentuk sebuah tim yang solid dan mencapai hal-hal yang kita ingin capai. Ego-nya masih tinggi lah istilahnya. Plus ingin masih menabung dan lebih nyaman demi memberi yang terbaik ke calon anak kami.

Kami ingin saat memutuskan di kondisi yang siap (walaupun nggak akan pernah 100% siap). Walaupun perasaan ingin menjadi ibu nggak bisa dibohongi untuk perempuan, karena kita juga kan punya jam biologis. Jadi keinginan itu sering datang. Damar yang selalu mengingatkan dan berusaha realistis, selalu bertanya kembali ‘bener sudah siap?’. Dari situ selalu berpikir ulang, begitulah kira-kira hampir 3 tahun pernikahan kami. Selalu lupa, dan enjoy karir dan mimpi-mimpi yang ingin gapai. Dimana di salah satu mimpi itu ada dia, calon anak kami.

Sampai saat kami berangkat ke tanah suci kemarin. Perasaan itu semakin menggebu-gebu, Damar masih teguh pada pendiriannya, tapi perlahan mulai berpikir juga ke arah situ. Kami berdua berdoa diberikan yang terbaik dan minta diyakinkan, plus agar diberi kesiapan oleh yang maha pencipta. Dari situ kami berikhtiar untuk mulai mencoba.

HOW/WHEN WE FOUND OUT

Hari itu tanggal 1 Februari. Beberapa hari yang lalu badan rasanya nggak enak, sedikit mual dan malas. Tapi kupikir karena obat thyroid-ku habis. Baca mengenai thyroid disini. Aku akan cerita lebih lanjut dibawah. Intinya, thyroid juga mempengaruhi level energi dari seseorang. Jadi aku pikir karena itu.

Tapi ada yang aneh karena biasanya jadwal menstruasiku maju sekitar 3-5 hari dan aku sedikit demi sedikit melewati hari itu. Sebelumnya pernah ge-er juga, tapi terus tiba-tiba menstruasi itu datang. Jadi nggak mau pede lagi, dan nggak mau tes sampai hari H. Bulan lalu, aku jadwal mens di 2 Januari 2019. Hari itu sudah 1 Februari 2019. Nggak tahan lagi buat nggak ngambil tes. Bangun tidur antara yakin dan nggak, tapi lebih banyak yakinnya, untuk ambil tes (yang sudah aku beli tanpa sepengetahuan Damar, karena nggak pengen dia kecewa).

Aku bangun pagi, ke kamar mandi, ambil tes, sembunyiin dan berangkat sholat.

Di tengah sholat aku berdoa untuk diberikan yang terbaik, komat kamit dan bohong kalau aku bilang aku khusu’ saat itu hahaha. Aku kembali ke kamar mandi, tarik nafas panjang, siap menerima apapun hasilnya.

Dan ternyata… ada sedikit garis kedua yang muncul super samar. Bingung. Gak yakin. Kubaca lagi instruksinya dan katanya saat garis kedua muncul artinya memang hamil.

Oke.. masih nggak yakin.. belum seneng. Cek Damar di kamar, masih pules, aku memutuskan untuk jalan ke drug store paling deket untuk beli Clear Blue test yang ada hitungan berapa lama kehamilan karena kesannya lebih canggih hehe padahal harga gak jauh beda.

Hujan-hujan pagi-pagi jalan sendiri sambil deg-degan dzikir berdoa yang terbaik di jalan. Sampai rumah buru-buru pipis lagi.. Sembunyiin, ditinggal.. cek-cek Damar di kamar masih tidur pules juga. 5 menit.. balik.. this is it.. Bismillahirrohmanirrohim.

Masha Allah, sujud syukur, pengen nangis, campur aduk rasanya, tapi mau santai aja karena belum dicek jadi takut salah.

Langsung mikir, gimana baiknya ngomong sama Damar. Nggak sabar bangunin. See the reaction and how I told him in the video 🙂 Bukan roman-roman terharu kayak Hamish gitu kok hehe

…………….>>Flashback<<………………

Setelah 3 bulan mencoba, aku mulai panik ngelihat orang-orang yang begitu menikah langsung hamil. Bertanya-tanya ada apa ya kira-kira? Haruskah tes dan lain lain? Karena memang selama ini kami belum pernah tes apa-apa.

Sampai di suatu hari terjadi sebuah AHA moment.. Aku ingat wawancara Nola AB THREE yang aku tonton beberapa tahun lalu, dia cerita pengalamannya dia yang susah punya anak. Sampai akhirnya setelah 2 tahun ditemukan bahwa dia punya kelainan thyroid yang dimana thyroid itu sangat berperan dalam pembentukan hormon dan berperan penting dalam kesuburan/kehamilan. Nah, kebetulan keponakan aku punya kelainan thyroid dari lahir, thyroid levelnya lebih rendah dari normal, pun Bapakku baru-baru ini didiagnosa dengan hal yang sama.

Itu jalan Allah….. Allah memberi petunjuk di tempat yang tidak diduga-duga..

Aku pun inisiatif untuk ke dokter, ambil darah untuk cek thyroid level ini. Hasilnya memang dibawah normal sedikit, tapi tidak membahayakan, ujar dokter. Dokter memastikan bahwa itu nggak apa-apa. Tapi aku nggak yakin, sampai aku bilang bahwa aku pengen hamil dan aku pernah baca bahwa thyroid sangat mempengaruhi itu. Secara instan dia bilang ‘THEN YOU NEED A MEDICINE”. Jeng jeng.. angin dari surga rasanya.. Keputusan yang tepat untuk mengikuti apa kata hati.

Jadi obat dari thyroid itu mudah, istilahnya kaya obat penambah darah gitu kalau kekurangan darah. Namun dosisnya tergantung tingkat kekurang thyroid itu. Aku diberi tingkatan terendah (0.25 micro gram).

Long story short, setelah aku minum obat thyroid ini (harus dengan resep dokter), aku hamil.. Masha Allah..

THIS PREGNANCY SO FAR
Sekarang, I’m feeling good! Sudah masuk trimester 2, sekitar 16 weeks.  Baby bump hanya menampakkan wujudnya di dalam baju. Kalau sudah pakai baju nggak kaya orang hamil hehe Baby-nya sekarang seukuran dengan orange. Kita sudah 3x USG, yang 2 pertama di bulan 8 dan 10 waktu di Belanda dan yang ke 3, di Bali kemarin. Alhamdulillah everything is okay.  We feel so blessed! Minta doanya yaaa semoga selalu sehat dan menyenangkan hamilnya juga babynya.

Di 3 bulan pertama, rasanya mual-mual pusing.. Nggak berenergi ngapa-ngapain, kecuali kerja karena wajib. Dan di kantor juga nggak bisa share sama siapa-siapa kecuali managerku. Jadi muka pucat, badan lemas dan lesu tanpa alasan hehe. Terus nggak bisa banget sama bau-bauan, sekarang sudah mending. Di awal kemarin bener-bener nggak selera makan, apalagi masak. Bau bawang ditumis aja hadeuuuhh.. Maunya geletak aja di kamar nggak ngapa-ngapain. Sejujurnya itulah alasan kenapa nggak muncul-muncul 🙁 Karena sebenarnya yang pindahan itu yang banyak kerja adalah Damar. I am so blessed to have such understanding and supporting husband like him. Alhamdulillahhhhhh

Dan menurut aku emang Allah memberi di waktu yang tepat, sekarang dengan aku kerja untuk diri sendiri, aku bisa mengatur waktu juga untuk lebih rileks dan istirahat cukup. Percayalah, tidur siang adalah sebuah hal yang mewah.

HOW WE TOLD

Kita bilang orang tua kita berdua setelah USG di 8 weeks lewat facetime. Setelah itu sedikit-sedikit ke kakak, adik, teman dan kolega terdekat. Paling epic emang ngeliat ekspresi mereka yang juga exciting untuk kita 🙂 We got a lot of hugs and congrats. 

NEXT STEPS
Minta doanya terus untuk bayi dan kehamilan yang sehat, untuk kami juga supaya selalu sehat menjaga kehamilan ini. Sekarang sudah tahu gendernya apa, guess what it is? 

Tapi belum terlalu yakin dan akan lebih yakin lagi setelah 20 weeks. Apapun gendernya nggak akan bikin kami less happy dari kita sekarang. I”ll share my pregnancy book list and my birth plan in coming weeks 🙂

Love you and thank you for all the loves.