Europe Family Hidup di Belanda Life Milestone Netherlands

Idul Fitri 1437 – Lebaran di Belanda

18th July 2016 - 3 min read

Alhamdulillahhh akhirnya melewati hari kemenangan juga. Puasa selama 1 bulan penuh terbayar dengan makanan yang berlimpah di hari raya 😀

Damar, saya, dan mas Argo (kakak Damar) memang sengaja ngambil cuti tanggal 6 Juli kemarin karena kami pengen merayakan hari Idul Fitri dengan proper. Apalagi kan tahun ini adalah lebaran pertama sebagai istri, jadi pengen banget masak masakan Lebaran yang serius. Dan tahun ini ceritanya mau bikin menu Lebaran yang beda, karena keluarga suami yang berdarah Medan. Menu yang biasanya lontong opor, berubah jadi lontong gule nangka dan rendang. Untuuuuunggg banget mamanya Damar super baik bawan bumbu gilingan gule dan rendang, jadi gak perlu terlalu repot bikin semua dari scratch. Dan pastinya terbebas dari potential error hhaha. Jadi cuma tinggal nambah-nambahin sedikit spices dan santan, bikin lontong, bikin sambal balado, dan nggak ketinggalan opor (pengen banget!).

“Lebaran sebagai minoritas hanya bisa dirasakan lewat suasana yang diciptakan sendiri”

Jadi di hari H-nya, kami bangun pagi-pagi, sarapan, pake baju muslim yang akhirnya sukses bikin orang-orang dijalan ngeliatin kami haha padahal belum lengkap sama jilbab dan kopyah lho. Sepi banget rasanya hari itu, nggak ada kumandang takbir atau apapun, sama sekali nggak kerasa suasana lebarannya. Tapi ini lebaran ke-7 saya di Belanda, jadi sudah lumrah. Kami pergi ke masjid komunitas indonesia di Amsterdam yang namanya Al Ikhlas. Sholat ied disini dimulai jam 09.00 pagi. Setelah selesai, kami dibagikan goreng-gorengan dan lontong opor. Alhamdulillah rejekiii! selama ini saya selalu sholat ied di Den Haag dan setelah sholat nggak ada dibagikan lontong opor karena pukul 13.00 ada makan siang dengan sajian lengkap menu lebaran di wisma duta (rumah duta besar).

Hari itu penuh dengan makan, makan, dan makan. Makanan yang full dengan santan *elus-elus perut* dan akhirnya bisa menikmati kue kering yang sengaja disiapkan jauh-jauh hari hihi. Sorenya saya beli kue spekkoek di toko Oriental untuk dibawa ke kantor, ceritanya berbagi dan merayakan idul fitri bersama-sama, supaya mereka aware soal kultur islam yang suka bersyukur dengan cara berbagi. Besoknya orang-orang senang sekaliiii dibawakan kue indonesia, dan banyak yang mengucapkan selamat idul fitri ke saya. Indahnyaaaa!!

Foto-foto di bawah ini adalah foto-foto yang diambil di akhir pekan, saat kami berkumpul di rumah kerabat dan akhirnya bertemu dengan mbak Vicka (kakak perempuan saya) sekeluarga. Suddenly feeling like home. Itu ada foto saya sedang skype dengan bapak mama di rumah 🙂

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum – Taqabal ya Kareem

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply